
Edward kesal dengan sikap Eliza yang Menggangu dia pagi Inj,Edward berjalan ke arah Eliza,lalu menjewer telinga Eliza sehingga Eliza berteriak kesakitan,lebih tepatnya hanya berpura-pura kesakitan…
“Lebay amat lu,orang jewernya pelan kok,jangan lebay….” Ucap Edward di telinga Eliza lalu kembali duduk.
“Dih,apaan sih,kenapa sih kalau suka sama kak Arora dia baik tau,terus dia akan menjadi seorang dokter sama seperti mommy,terus kalau kak Edward sakit,bisa tuh berobat smaa kak Arora,karena Mommy sudah pensiun….” Goda Eliza lagi tersenyum.
“Eliza,sekali lagi,Gue jewer kuat tu telinga sampai putus….” Jawab Edward meletakan sendoknya dan meminum jus yang di siapkan Bibik.
“Gpp juga sayang,kalau kamu suka Arora,Mommy sama Daddy setuju kok,ya engk sayang….” Ucap Jeje mengedipkan mata ke arah Cio.
“Hmm…” jawab Cio
“Udah deh,pada aneh sama seperti Eliza,Eliza buruan deh za,Gue keburu telat masuk kampus….” Ucap Edward bangkit dari duduk.
__ADS_1
“Lah,aku berangkat sama kak Edward,gimana kalau kota berangkat sama Daddy saja,kali-kali lo….” Ucap Eliza melihat ke arah Cio.
“Yah gpp sayang,ayo kita berangkat…” ajak Cio mencium Jeje,dan Jeje mengantar suami dan anak-anak nya Kedepan.
......................
...Satu tahun telah berlalu,dimana Arora kembali ke Indonesia dan berkunjung kerumah Cio dan Jeje.keluarga Cio dan keluarga Adelio menyambut hangat kedatangan Arora,mereka makan malam disebuah restoran milik Cio,mereka semua berpasang-pasangan,Yah walaupun Mauza dan Eliza hanya sebatas sahabat dekat....
Eliza dan Mauza sengaja meninggalkan Edward dan Arora berduan saja,Eliza tau kalau Edward akan mengungkapkan perasaannya saat sudah tidak ada kami yang jahil.
Suasana menjadi canggung,Edward dan Arora melihat siangi dari atas jembatan yang sangat indah dan dibawah nya terlihat banyak pasangan yang duduk di bangku Taman itu.
Edward mencoba mengatur nafasnya,lalu dia membuka pembicaraan,dimana Edward langsung The point mengatakan kalau dia menyukai Arora,Yah walaupun Arora tidak suka sama dia.
__ADS_1
“Arora, i Like you….” Ucap Edward berteriak dan dilihat oleh semua pengunjung Ditaman,dan juga dilihat oleh kedua makhluk usil tersebut.
Arora yang mendengar itu,ia seketika terkejut dengan ungkap Edward,Arora masih terdiam,dan Edward mengulangi kata-katanya dengan kalimat yang lebih membuat orang yang mendengar nya ketar ketir,karena Edward adalah cowo impian para wanita diluar sana,dan didapatkan oleh wanita yang cantik juga.
“Arora,saya tau kamu tidak mau punya hubungan seperti pacaran,but will you be the mother of my children I look forward to…?” Ucap Edward lantang dan cool.
Arora mengangguk,lalu tersenyum,dan semua pengunjung di Taman bertepuk tangan dan tersenyum hangat melihat kedua pasangan baru ini.
Edward memeluk Arora dan menggendong Arora dan berputar,Sedangakn Eliza dan Mauza saking senangnya,mereka berpelukan dan tertawa bahagia menghampiri Edward dan Arora.
“Yayaya,kak Edward pandai juga ni alay-alay dikit,But no problem,good….” Puji Eliza mencium pipi Edward.
Mereka sudah tiba dirumah,Mauza juga ikut nginap dirumah Cio karena dia malas tinggal sendiri dirumah nya,jadi dia lebih Memilih untuk nginap dirumah cio,begitu juga dengan Arora,Arora tidur dikamar Eliza.
__ADS_1