
Saat Caca pergi keruangan atas,dia ada melihat sebuah kertas yang tertulis.
“Aku Arora,tante aku pamit untuk mencari Eliza,aku tau dimana Eliza berada,kalau bisa tante menghubungi Daddy Eliza dan yang lain untuk ke sebuah gedung bekas berisi alat bekas di Jalan Yy,maaf ya Tan aku perginya tanpa bilang-bilang…” Arora.
Caca membaca surat itu dan langsung menuruni tangga sambil menghubungi Adelio.
“Gedung Yy tempat alat bekas….” Ucap caca mematikan telpon lalu berjalan ke arah Jeje untuk menemani Jeje yang masih pusing memikirkan Eliza.
****
“Eliza di Gedung Yy tempat alat bekas,…” Ucap Adelio kepada Cio,Cio langsung menancap gas mobilnya Kearah gedung Yy dan di ikuti oleh Edward dan Mauza
Sedangkan di tempat Leo.
Arora masih dalam dekapan Leo,Arora terlihat sangat risih dan ketakutan namun ia mencoba melawan untuk menyelamatkan Eliza.
“Sayang,apa kamu menginginkan mainan ini….” Tanya Leo menjambak rambut Arora.
__ADS_1
“Hey,manusia setengah jadi….” Sontak Eliza meneriaki Leo yang kasar dengan wanita.
“Apa,manusia setengah jadi,jaga mulut kamu Eliza,kalau kami tidak ingin berakhir disini….” Tegur Leo makin menjambak rambut Arora dan membawanya ke dekat Eliza.
“Sayang,saya tanya sekali lagi,apa kamu menginginkan mainan ini….” Bentak Leo kepada Arora.
“Tidak,aku tidak mengingin mainan ini,dan Lepasin saja dia….” Bentak Arora melepaskan jambakan Leo lalu menendang kaki Leo hingga Leo terjatuh.
“Leo,kalau kamu begini tidak ada yang menyukai kamu,dan sekarang aku bukan lagi tunangan mu mengerti,dan Eliza,aku kenal baik dengan dia,maka Lepasin dia….”teriak Arora sambil menangis.
“Arora….”
Suara tembakan yang terdengar dari Eliza,Eliza menembak kaki Leo hingga keluar darah yang banyak,namun tak menyerah,anak buah Leo mengepung Eliza dan Arora dengan pistol mereka Masing-Masing.
”kalian tidak bakal bisa lolos dari saya,dan anda Arora,beraninya kamu bermain belakang dan membantu mereka yang membunuh kakek saya….” Bentak Leo mendekati mereka berdua dan menyodorkan pistol ke arah Eliza dan Arora.
“Jangan,jangan tembak dia,tembak saya saja,supaya saya tidak melihat kamu lagi….” Pekik Arora menjatuhkan pistol yang mengarah ke kepala Eliza.
__ADS_1
****
suara tendangan pintu terdengar dari luar,masuk 4 pria dengan senjatanya Masing-Masing yaitu Edward,Cio,Adelio,Mauza.
saat mereka masuk Kedalam gudang itu,Leo seketika terkejut dan memundurkan langkahnya
“Tuan cio dan Adelio,mereka masih hidup….” Batin Leo
“Leo,Lepasin anak-anak saya….”pekik cio menembakan pistolnya ke arah atas dan berlari mendekati Eliza,namun seketika Eliza di tarik oleh Leo dan ditodong oleh pistol sedangkan Arora di lindungi oleh Edward.
“Dad….” Ucap Eliza lirih sambil meneteskan air matanya….
“Sayang jangan nangis ya,Daddy bakal nyelamatin kami,Daddy janji sayang….” Ucap cio mencoba menenangkan Eliza.
“Saya tidak akan melepaskan eliza,supaya kalian tau rasanya kehilangan orang yang kalian sayangi,sama seperti istri anda membunuh kakek saya….” Bentak Leo menekan pistol itu.
“Tidak semudah itu anda bisa menghabisi anak saya Leo,kalau anda ingin balas dendam,balas dendam ke saya,jangan ke anak-anak saya,dan sepertinya anda akan kalau untuk kedua kalinya,saya masih berdiri disini dengan utuh,sedangkan kamu akan kehilangan nyawa kamu hari Inj….” Bentak Cio lalu dia menembak pistol yang ditangan Leo dan terjatuh ke bawah,Eliza langsung berlari Kearah Edward dan Arora,Edward langsung memeluk Eliza dengan erat dan meletakan nya di samping Arora.
__ADS_1
“Bersiaplah,habisi dia dan ledakan gedung ini beserta isi-isinya….” Perintah Cio dan mereka menembak Leo berkali-kali sehingga Leo kehilangan nyawanya.