Hitam Dan Putih

Hitam Dan Putih
Episode 144


__ADS_3

“Omg,lihatlah pasangan lama ini,apa kita perlu juga mengeabadikan cinta kita sayang….” Ejek Adelio melihat Cio dan Jeje berfoto bak pengantin.


“Kalau lo mau ikut bilang aja sih,gaperlu ejek-ejek bego,buruan sini lo mau ikut foto bareng Gue dan Jeje kan….” Ketus Cio tersenyum melihat ke arah Adelio dan Caca.


“Apa Gue juga engk diajak ni….” Sontak Kenzo datang bersama keluarga kecilnya.


“Omgg,Hey berbi kecilku….” Puji Jeje berlari kecil Kearah anak Kenzo yang masih balita.


Semua pasangan itu berfoto,dan di ambil sendiri oleh Eliza,Eliza merasa bahagia melihat kebahagiaan ini,dia meneteskan air matanya bahagia nya,namun langsung di kejutkan oleh Mauza.


“Gue tau lo mau ikut,buruan kita suruh tukang fotonya yg foto in,Buru Gue juga mau ikut tau….” Ujur Mauza menarik lengan Eliza dan berdiri Disamping keluarga harmonis ini.


Edward dan Arora juga berlari kecil Kearah Cio dan yang lain,Edward san Arora masuk kebarisan atau berada ditengah-tengah,mereka berfoto sambil ciuman,sedangkan yang lain seakan terjadi foto candid.


Dan belum selesai dengan drama foto memfoto,semua laki-laki menggendong wanitanya dan berfoto,tapi Eliza bingung dia akan di gendong oleh siapa,tapi Mauza langsung menggendong Eliza dan tersenyum lebar.

__ADS_1


Cisss….


......................


Pagi hari cerah dimana pasangan suami istri baru ini baru bangun,setelah melakukan hubungan yang harus dilakukan,tapi sebelumnya Arora sudah bangun dan sudah menyiapkan sarapan untuk Edward.Edward turun Kebawah masih menggunakan celana boxer nya dengan dada terbuka,Arora seketika menjadi patung melihat suaminya turun hanya menggunakan boxer,dan Arora juga masih bingung,apa dia benar-benar sudah menikah atau belum.


“G,morning beb….” Ucap Edward kecup bibir Arora.


Arora masih terpaku Ditempat,karena yang diakukan oleh Edward belum pernah di lakukan nya sama sekali.Dan malam tadi mahkotanya sudah di regut oleh suaminya sendiri.


Arora geleng-gelang dan jalan ke arah Edward,mengambilkan Edward minum dan sarapan.


Arora langsung duduk Disamping Edward dan mencubit pipi Edward kalau ini tidak mimpi.Edward merasa aneh dengan tingkah istri nya,pagi-pagi sudah bertingkah aneh.


“Kamu tau,aku itu masih engk nyangka kalau aku tu udah nikah sama kamu….” Ucap Arora kepada Edward sambil mengoles roti pakai selai coklat.

__ADS_1


Edward tertawa dengan ucapan Arora,dia menjentik jidat Arora sehingga Arora juga bingung dengan sikap Edward,.


“Ya ampun kamu ini kenapa lucu sih,Yah terus kamu kira aku ini apa….?Pangeran kamu….” Ucap Edward tersenyum.


“Yaelah,pangeran sama suami sama saja,tapi kamu tau engk sih,Arghh sudahlah,aku lupa mau bilang apa….” Ucap Arora tersenyum ke arah Edward.


“Ya ampun kenapa kamu bisa langsung berubah gini sifatnya sih sayang,kamu tau engk aku tu rasanya kalau lihat tingkah kamu semacam gini,pengen makan kamu setiap hari….” Ucap Edward bercanda


Tiba-tiba ponsel Edward berbunyi,tertera namanya disana. “Eliza cantik.”


“Kak Edward,antar kak Arora kesini ya,aku mau pergi sama dia,sama Mommy,sama ante caca dan sikecil….” Perintah Eliza sedikit berteriak supaya Edward pagi-pagi sudah kesel melihat tingkah adek perempuannya yang satu ini.


“Arora tidak bisa pergi,dia lagi sakit mata….” Jawab Edward melihat ke arah Arora yang sudah merasa bahagia diajak oleh mertuanya dan adek ipar nya,karena Arora sudah menganggap orang tua Edward dan Caca sebagai ibu kandung sekaligus sahabat dia.tapi langsung di patahkan oleh Edward yang berpura-pura bilang kalau Arora sakit mata,padahal sih tidak,Arora langsung berteriak.


“Eliza,kak rora tidak sakit mata kok,bisa kok pergi jalan-jalan nya,jangan dengarin kata kak Edward.” Ucap Arora mendekati mukanya ke ponsel Edward.

__ADS_1


Edward meletakan ponselnya dan belum mematikan ponsel tersebut. “Sayang,kalau kamu mau pergi,mari kita mandi bersama….” Ucap Edward sengaja menjahili Eliza,karena Edward tau Eliza sangat geli dengar semacam begini.



__ADS_2