Hitam Dan Putih

Hitam Dan Putih
Episode 150 (end)


__ADS_3

Saat tiba dirumah sakit,semua karyawan menunduk dengan kedatangan istri Cio dan istri Adelio,Jeje dan caca berlari mencari keberadaan suami mereka,namun sedikit melewati orang yang ditutupi kain putih,Jeje dan caca berhenti bersamaan,mereka membuka kain putih itu dengan lambat,dan masih meneteskan air matanya.Namun itu bukanlah Suami atau Papa mereka.Tiba-tiba keriyuhan diluar terdengar suara ambilan datang,dan semua perawat sibuk membantu,disana terlihat seorang pilot dan pramugari m,saat ambulan yang kedua datang,Jeje dan yang lain menantikan siapa yang keluar dari ambulan itu,saat ambulan berhenti dan sopirnya turun ingin membuka pintu,terlihat Cio dan Adelio terbaring tak berdaya di dalam sana,Semua menangis dan mendekati Cio dan Adelio,kini mereka hanya bisa menunggu diluar ruang operasi,Jeje sangat ingin melakukan operasi dan begitu juga Caca,tapi dilarang oleh Anak-anak mereka,kini mereka menunggu kabar bahagia diluar sana,Jeje,Caca,Eliza terduduk lemas,Mauza,Edward,Arora mencoba menenangkan Ketiga wanita itu.Mereka telah menunggu lama,namun lampu ruangan operasi belum juga berubah,Mereka mencoba berpikir positif,Saat pintu ruangan operasi terbuka,Jeje dan yang lain langsung mendekati dokter itu.


“Maaf Nyonya dan yang lain,kami tidak bisa menyelamatkan Tuan dan Sahabatnya….” Ucap dokter itu berat mengatakan nya.


Jeje,dan yang lain tidak terima dengan ucapan dokter tersebut,Jeje dan Caca masuk Kedalam ruangan operasi suami mereka,Jeje mencoba melakukan sesuatu dan juga Caca,air mata kedua nya terus menetes tanpa henti,Jeje dan caca berusaha untuk membantu suami mereka,Eliza menangis sejadi-jadinya dia kehilangan pengeran nya,Eliza tidak percaya dengan semua ini,Eliza berpikir ini adalah mimpi,dia menampar pipi nya,dan merasakan sakit.Arora juga ikut terpukul karena dia sudah menganggap Cio itu sebagai ayah kandung nya,Edward dan Mauza terduduk lemas di pojok dinding,Edward meneteskan air matanya dan juga Mauza,Mauza masuk Kedalam menyusul mama nya,untuk membawa mama nya keluar


“Mam,mam,Papa sudah tidak ada mam….”ucap Mauza menangis dan mencoba menenangkan mama nya,namun saat dengar ucapan mauza, caca langsung menampar Mauza dengan kuat,ini pertama kalinya caca menampar anak nya.


“Mauza….” Pekik Caca.


“Papa itu masih ada,jangan bilang tidak ada,kamu ngerti itu,kalau kamu tidak bisa membantu,keluar lah….” Bentak Caca mengusir Mauza keluar sedangkan Jeje terduduk dilantai dengan air mata yang terus menetes.


Saat Mauza keluar,ia melihat dokter itu berdiri hanya melihat tapi tidak membantu,Mauza melayangkan tangannya ke pipi dokter tersebut.

__ADS_1


“Lalukan sesuatu….” Bentak Mauza kepada sang dokter dan membuat Edward,Eliza,Arora terkejut melihat sikap kasar Mauza terhadap dokter.


Edward mendekati Mauza dan menarik Mauza.


”Mauza dokter itu tidak salah,lo jangan salahin dia za….” Ucap Edward membawa Mauza Ketempat duduk.


****


Hari pemakaman


sedangkan Caca,Mauza duduk Disamping tanah Adelio,Disini mereka tidak bisa menanhan tangisan lagi,semua tangisan pecah,Eliza nangis tersedu-sedu begitu juga dengan Edward dan yang lain.


“Cio,kenapa kamu pergi secepat itu,sayang aku gasiap tanpa kamu,Cio….” Lirih Jeje menangis di tanah kuburan Cio.

__ADS_1


“Pa,kenapa Papa begitu cepat Ninggalin Mauza pa,kenapa Papa malam itu tidak dengarin Mama pa,Papa….” Ucap Mauza lirih.


“Ade,lihatlah anak gadis kita masih kecil tapi kamu sudah pergi sayang,apa kamu tidak menyayangi anak gadis kita,Ade bawa aku smaa kamu sayang,tolong aku tidak siap tanpa kamu….” Ucap Caca menangis.


Kenzo juga datang bersama dengan istri dan anak-anak nya,Kenzo ikut bersedih karena kepergian Cio dan Adelio,Kenzo meneteskan air matanya.


......................


...2 tahun telah berlalu setelah kepergian Cio dan Adelio,Semua keluarga memutuskan untuk pindah ke Amerika,supaya berdekatan dengan Kenzo....


Mereka masih mengenang kepergian Cio dan Adelio,Jeje dan Caca Selalu tampak murung ketika ngumpul keluarga karena biasanya Mareka selalu ada Cio dan Adelio,Tapi kini hanya tinggal mereka,tidak dari itu,Mauza,Eliza,Edward,Arora,Kenzo juga ikut menyenangkan orang yang mereka cintai,mereka sengaja kumpul di ruang keluarga untuk bercanda gurau,Jeje dan Caca yang biasanya sering tersenyum,kini dia hanya berwajah datar,senyum pun tidak setulus senyum yang dulu saat Daddy dan Papa mereka masih ada.Saat Mereka berhasil membuat kedua wanita itu kembali tertawa lagi,hari Edward,Mauza,Eliza ikut bahagia melihat Wanita mereka kembali tersenyum walaupun tidak seperti dulu.


END.!!

__ADS_1



__ADS_2