
“Arghhhh,sial.” Umpat Edward mengacak-acak rambutnya.
Telpon Edward berbunyi,tertera nama penelepon yaitu “Daddy”
“Edward,sudah Daddy bilang jangan lalai terhadap Eliza,Daddy dan Adelio akan menyusul,inilah saatnya,…” ucap Cio sangat marah Didalam ruangan nya.
Namun saat Cio dan Adelio keluar dari ruangan kerja mereka,Jeje dan Caca mendengar omongan mereka dari luar pintu.Jeje langsung menjatuhkan mapan makanan untuk Cio dan Adelio,tapi saat dengar putrinya dalam bahaya Jeje seketika menjatuhkan mapan tersebut sehingga mengundang Arora yang duduk di ruang tv menjadi menyusul ke atas.
“Je-Jeje…” Ujur Cio memegang bahu Jeje supaya Jeje tidak cemas,tidak Jeje saja yang cemas,semua orang cemas akan kehilangan Eliza.
“Ca,jaga Jeje dulu ya,Arora saya titipkan istri saya kepada anda….” Ucap Cio jalan menuruni anak tangga dan pistol dibagian saku celana belakang mereka.
“Je,Gue yakin banget,mereka bisa nyelamatin Eliza ya,lo harus percaya sama suami dan anak lo dan Mauza Adelio juga…” ucap caca mencoba menenangkan Jeje.
......................
Eliza kini berada disebuah gedung bekas yang banyak alat-alat berat,dan Eliza di ikat tidak sadarkan diri karena dia telah dibius oleh Leo.
Menunggu Eliza sadarkan diri,Leo telah mengelilingi Eliza dengan api yang sangat panas supaya Eliza terbangun…
Eliza terbatuk dan saat dia membuka mata secara perlahan dia terkejut dikelilingi oleh api yang sangat panas.Eliza mencoba untuk menggesek-gesek tubuhnya mencari cctv yang telah di lengketkan oleh Daddy dan kak Edward namun cctv itu tidak ada lagi,kini hanya eliza yang menghadapi Leo sendirian.
“Lepasin,lepasin….” Pekik Eliza.
__ADS_1
“Hahaha Lepasin,kamu bilang Lepasin,Hey Lepasin dia….” Ujur Leo memerintah anak buahnya,mereka memadamkan api dan melepaskan eliza.
“Halo Eliza,kita berjumpa lagi….” Sapa Leo tersenyum mendekati eliza dan memegang pipi eliza.
“Jangan sentuh Gue.” Ucap eliza menyodorkan pisau kecil yang ada Didalam saku celananya.
“Eliza,eliza kamu kira dengan pisau sekecil itu kami semua bisa terbunuh,iya…” bentak Leo mengambil pisau itu dari Eliza.
“Jadi anda kira dengan anda mengambil pisau itu,anda bisa membunuh saya dengan tangan anda iya….” Bentak eliza balik dengan nada tinggi.
“Eliza,jangan sok,pastinya kamu mencari pelekat yang ada ditubuh kamu bukan,dan kamu kira saudara kamu akan menyelamatkan kamu kesini dengan melacak pelekatan yang kalian letakan ke arloji saya….” Seru Leo tersenyum sinis.
Eliza terkejut mendengar omongan Leo,bahwa leo mengetahui kalau Mauza meletakan pelekat di arlojinya.
Flashback
Disana leo sangat marah dan murka,tapi dia tidak tau kalau cctv itu menyadap suaranya juga.
leo langsung membuang arloji tersebut ke tong sampah kampus dan punya Eliza.
Flashback off.
“Jadi jangan harap kalau saudara anda akan menolong anda….” Ucap leo mendorong tubuh eliza hingga jatuh…
__ADS_1
****
Arora yang sangat ingin membantu Eliza,dia mencoba menghubungi Leo dengan telepon rumah milik Keluarga Eliza tanpa sepengetahuan yang lain.
Arora menekan nomor telepon dan menghubungi,Arora sangat takut tapi dia mencoba memberanikan diri.
“Leo…” panggil Arora lirih.
“Ar,kamu dimana sayang,kamu bisa datang kesini,aku ada teman buat kamu supaya kamu tidak kesepian lagi sayang….” Ucap Leo membujuk Arora kembali.
Arora mengatakan iya dan Leo memberitahu Ditempat biasa.
Arora keluar rumah tanpa sepengetahuan orang rumah,Arora pergi menggunakan Taxi,dan tak lupa juga Arora ada mengambil pistol milik Cio,Arora memberanikan diri untuk bertemu dengan Leo kembali.
Saat sudah sampai tujuan nya,Arora menghirup nafas panjang lalu membuangnya,anak buah Leo menyambut kedatangan Arora dengan hangat,saat pintu besar terbuka lebar,Arora terkejut melihat Eliza diikat dan dikelilingi api besar.Saat Arora masuk,Eliza mencoba melihat Kearah Arora,Eliza sangat terkejut dan hampir tidak nyangka,dia sudah mulai meletakan pikiran negatif ke Arora.Namun langsung di tindas oleh Arora.
Arora menjatuhkan badan nya Disamping api tersebut.Dan Arora menjatuhkan pistol ke arah Eliza,Eliza melihat itu langsung mengambilnya dengan kaki dan menyembunyikan nya.
Arora berdekatan dengan Leo,dna Leo memperkenalkan Eliza ke Arora.
Saat Api yang mengelilingi Eliza mati,Eliza melihat mata Arora yang senduu melihat ke arahnya menanda kan permintaan maaf.
”lihatlah sayang,kita mempunyai mangsa baru untuk balas dendam terhadap kakek aku,dan setelah aku menyelesaikan balas dendam Ini,kita akan menikah dan bahagia selamanya…” ucap Leo sambil menekan pundak Arora dengan keras dan diperhatikan oleh eliza yang melihat pergerakan kasar Leo.
__ADS_1