
Begitu sampai di rumah Jeevan. Mereka disambut ramah oleh orang tua Jeevan dan dua pelayan. Clancy dan Jackson ditunjukkan kamarnya oleh Nara sendiri.
"Anggap rumah sendiri ok" Ucap Nara setelah menunjukkan kamar mereka masing masing
"Untunglah kak,kamar kita sebelahan biar gak cari kakak sudah susah" Ucap Jackson yang memang tak bisa jauh jauh dari Clancy
"Hahahaha. Masukkan baju baju kamu ke lemari lakukan sendiri tanpa dibantu oleh siapapun. Kakak mau ke dapur" Ucap Clancy lalu berjalan pergi namun ia kemudian berhenti dan berbalik
"Jack masukin baju kakak juga ok" Ucap Clancy lalu berjalan pergi meninggalkan Jackson yang hanya bisa menghela nafasnya
Sesampainya di dapur ia melihat Jeevan dan Nara yang sedang mengobrol dan langsung saja ia menghampiri
"Hai" Ucap Clancy membuat kedua orang tersebut menoleh bersamaan
"Clancy,ada yang mau ibu katakan ayo ke belakang rumah" Ucap Nara lalu menarik Clancy yang sedang menatap Jeevan dengan pandangan bingung
"Mau ngomong apa Bu" Ucap Clancy yang masih bingung
"Kamu sama Jeevan menikah dua Minggu lagi bagaimana?" Ucap Nara membuat Clancy sedikit terkejut
"Apa tak terlalu cepat Bu?" Ucap Clancy lalu entah Jeevan yang datang dari mana menimpali
"Apa aku bilang ibu,dia pasti belum siap" Ucap Jeevan lalu merangkul bahu Clancy
__ADS_1
"Hmm tapi kalau itu yang terbaik. Clancy gapapa kok" Ucap Clancy dan entah kenapa ia mulai nyaman dekat dengan Jeevan
"Beneran gapapa?" Ucap Jeevan dibalas anggukan kecil dari Clancy
"Oh ya, Clancy Ibu buat kamar kamu jadi sekamar sama Jeevan lagian kalian sebentar lagi menikah" Ucap Nara yang membuat kedua orang tersebut terkejut
"Hahaha. Kau harus mau oke" Ucap Nara membuat keduanya menyerah
"Bersiaplah karena nanti malam pasti sangatlah canggung" Ucap Jeevan canggung setelah ibunya berkata seperti itu
"Jee tak apa lagi pula tak ada salahnya bagi Ibu mu dan untuk suasana buatlah semenyenangkan mungkin" Ucap Clancy lembut itu membuat Jeevan suka dengan suara Clancy yang kecil dan penuh kelembutan
Setelahnya mereka kembali ke ruang makan dan disana sudah ada makanan yang dibuat oleh dua pelayan tersebut . Dua puluh menit kemudian mereka semua sudah selesai makan
"Kak kata bibi, kakak bakal sekamar sama kak Jeevan" Ucap Jackson ketika pelayan sudah membawa piring piring untuk di cuci
"Kok bibi sih panggil Ibu aja" Ucap Nara yang langsung dibalas anggukan kecil dari Jackson
Clancy dan Jeevan pun pamit untuk ke atas. Karena koper Clancy sudah dibawa ke kamar Jeevan jadi dia ingin menaruh pakaiannya sendiri
"Bi itu biar aku aja yang masukin" Ucap Clancy ketika dia dan Jeevan telah sampai di kamar
"Baik Nona" Ucap Pelayan tersebut lalu kemudian ia keluar
__ADS_1
"Oh ya,besok cari aja tempat yang mau kamu bangun untuk butik" Ucap Jeevan memecah keheningan agar tak terlalu canggung
"Ok" Ucap Clancy singkat lalu ia membuka kopernya dan mulai membereskan barang barangnya
"Kalo kamu punya sesuatu. Bisa ditaruh di meja rias" Ucap Jeevan yang sedari dari duduk memerhatikan Clancy yang sibuk mengatur baju baju
"Kau itu termasuk laki laki yang rapi tapi bagaimana bisa lemari mu acak acakan" Ucap Clancy tertawa kecil membuat Jeevan kikuk
Jeevan membantu Clancy menata barang barang karena bagaimanapun Clancy harus istirahat walau sekecil apapun. Saat sedang menata buku kecil Jeevan terjatuh membuat Clancy dan Jeevan mengambil secara bersamaan membuat tangan mereka bersentuhan
"Umm maaf" Ucap Clancy lalu menjauhkan tangannya dari tangan Jeevan
"Tak apa itu salahku yang menjatuhkan buku catatanku" Ucap Jeevan membuat Clancy tersenyum
"Kau harus istirahat yang cukup,agar cedera otak mu sembuh" Ucap Jeevan lalu menuntun Clancy untuk tidur di kasur
Clancy yang diperlakukan seperti itu hanya bisa diam saja,lalu ia berbaring di tempat tidur sedangkan Jeevan berbaring disebelahnya
"Tidurlah" Ucap Jeevan sambil mengelus lembut rambut halus milik Clancy. Clancy yang sudah lama tidak diperlakukan seperti itu langsung tertidur dengan lelap
"Lucu sekali" Ucap Jeevan lalu mencium kening Clancy dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Clancy dan ikut tertidur lelap
Di sisi lain Ibu Jeevan sedang berjalan ke arah pintu kamar Jeevan untuk memberitahu bahwa besok Jeevan dan Clancy harus fitting baju di butik langganan ibunya.
__ADS_1
Nara sudah mengetuk pintu sebanyak tiga kali tapi masih belum dibuka tapi karena pintu tersebut tidak dikunci. Nara langsung masuk dan melihat anaknya tertidur bersama Clancy dengan posisi tangan Jeevan dipinggang Clancy dan Clancy yang berbalik memeluk Jeevan
🐚 bersambung