I Always Smile In Front But Not Behind

I Always Smile In Front But Not Behind
Part 37 (End)


__ADS_3

Bruk


"Clancy!!" Teriak Jeevan ketika melihat Clancy terpental begitu jauh


Jeevan berlari dengan cepat lalu ia berlutut melihat Clancy bersimbah darah. Clancy yang sedikit sadarpun memegang pipi Jeevan.


"Je Jeevan l-lindungi kandunganku" Ucap Clancy sebelum akhirnya dia pingsan


Jeevan menangis sambil di dalam hatinya meruntuki dirinya sendiri. Jeevan sampai dirumah sakit dengan cepat. Saat Jeevan sampai perawat sudah siap dengan brankar dan setelah Jeevan membaringkan Clancy. Cepat cepat Clancy dibawa ke ruang operasi.


"Maaf, Dokter hanya boleh sampai disini" Ucap perawat tersebut menghadang Jeevan yang ingin masuk.


"Tidak aku harus ke dalam" Ucap Jeevan memberontak


Perawat itu langsung memanggil security. Jeevan di tahan oleh kedua security hingga suara Nara menggema.


"Jeevan!!!" Ucap Nara berteriak melihat Jeevan berantakan


Nara datang bersama Rendy, Ola, Kate, Jackson,dan Tony. Jeevan terduduk di lantai dengan air mata yang terus mengalir. Rendy mendekati Jeevan dan....


Plak


Rendy menampar Jeevan dengan keras. Nara yang melihat putra sulungnya ditampar langsung berteriak histeris.


"Apa yang Ayah lakukan belum sebanding dengan apa yang kamu lakukan hingga Clancy masuk ke ruang sakit" Ucap Rendy dengan mata memerah menahan air matanya.


"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Clancy, Ayah tak akan pernah memaafkan dirimu Jeevan" Ucap Rendy penuh dengan penekanan


Mereka semua menunggu Clancy selesai operasi. Tiba tiba pintu terbuka dan lampu operasi telah mati pertanda bahwa operasi telah selesai. Semuanya langsung berdiri.


"Dokter, bagaimana menantu dan cucuku?" Ucap Nara menanyakan keduanya tapi tiba tiba Dokter tersebut meminta maaf


"Maaf" Ucap Dokter itu membuat mereka semua lemas tak berdaya


"Nona Clancy mengalami keguguran saat operasi dimulai" Semua langsung menangis. Nara syok mendengar cucu pertamanya telah meninggal.


"Lalu, bagaimana dengan menantu saya?" Ucap Rendy dengan nada bergetar

__ADS_1


"Nona Clancy masih kritis jadi kami akan menaruh di ruang ICU" Ucap Dokter itu membuat semua orang bernafas lega terutama Jackson dan Jeevan yang mendengar Clancy selamat walau kondisinya masih kritis.


Semua menunggu di dalam ruangan. Jeevan duduk di samping ranjang Clancy. Jeevan memegang tangan Clancy sambil terus mengucapkan maaf. Semua orang sudah pulang hanya Jeevan yang berada di situ untuk menemani Clancy.


Esok paginya, kondisi Clancy masih tetap sama. Jeevan pulang kerumah sebentar untuk mandi dan akan kembali lagi. Saat Jeevan baru saja menutup pintu dan pergi Clancy terbangun.


"Oh Nona, sudah bangun?" Ucap perawat yang kebetulan ingin mengecek Clancy.


Clancy hanya diam lalu ia meminta selembar kertas dan pena. Setelah selesai, menulis Clancy kembali tertidur sebelumnya ia menyerahkan kertas tersebut sebelum kembali tertidur. Tepat sekali saat Jeevan baru datang Clancy sudah kembali tertidur karena lelah.


"Sayang, kenapa kamu belum bangun bangun juga" Ucap Jeevan lalu mengambil tangan Clancy yang terpasang cincin pernikahan mereka. Tak lama Jeevan tertidur karena semalaman tidak tidur.


Di sekolah, Jackson pingsan saat pelajaran olahraga. Guru olahraga membawa Jackson ke UKS. Di dalam alam bawah sadarnya, Jackson berada di taman bunga lalu dari kejauhan ia melihat dua orang yang sedang berjalan ke arah dirinya.


"Jack" Jackson terdiam mendengar suara kakaknya


"Kakak?" Ucap Jackson tak percaya lalu Clancy muncul dengan seorang anak lelaki


"Hai, ini anak kakak yang bernama Nicolas Anggara. Nama depannya kakak ambil dari nama depan kamu" Ucap Clancy seolah bisa membaca pikiran Jackson.


Lalu Nic dan Clancy mengajak Jackson bermain. Mereka bersenang senang disitu. Sedangkan Jeevan mengalami hal yang sama.


"Lho, kamu mau kemana?" Ucap Jeevan bingung melihat Clancy berjalan mundur dengan menggendong Nic.


"Sudah waktunya aku pergi" Ucap Clancy kepada dua orang yang berbeda alam.


Tiba tiba Jeevan terbangun lalu ia melihat mesin dan mesin tersebut menunjukkan bahwa Clancy sudah meninggal dunia. Jeevan menangis dengan keras.


"Gak, sayang bangun bangun kamu gak boleh meninggalkan aku sendirian!!!!" Ucap Jeevan sambil menangis


Para perawat dan Dokter langsung berlari ke ruangan Clancy karena Jeevan memencet tombol darurat. Sedangkan Jackson terbangun dari pingsannya dan melihat kelasnya berkumpul di ranjangnya.


"Ada apa ini Bu?" Ucap Jackson kepada guru ya karena tidak mengerti


"Kami turut berdukacita atas meninggalnya kakakmu" Ucap Guru nya sambil menundukkan kepalanya


Jackson langsung berlari ke luar sekolah dan pergi kerumah sakit dengan taksi. Sampai di rumah sakit setelah membayar dengan uang sakunya, Jackson langsung berlari ke kamar Clancy. Tepat saat dia datang semua orang menangis, ia langsung menerobos masuk tapi di tahan oleh Rendy.

__ADS_1


"Gak, kakak kakak bangun!!! Kakak harus bangun katanya mau menemani Jackson sampai besar kakak sudah berjanji!!! Kakak bangun!!!!!!!" Ucap Jackson sambil memberontak


"Kakak sudah berjanji tapi sekarang pergi selamanya?!" Ucap Jackson histeris.


Semuanya menangis melihat Jackson begitu terpukul bahkan sering kali memukul lantai karena ditinggal oleh kakaknya. Jeevan terdiam di sofa. Jackson bangun lalu berjalan kearah Jeevan. Jackson memukul Jeevan.


"Kembalikan, kembalikan kakakku!!! Mana janjimu untuk selalu menjaga kakakku mana?!!" Ucap Jackson semakin brutal memukul Jeevan.


Rendy menggendong Jackson agar tak terus menerus memukul Jeevan. Tiba tiba seorang perawat memberikan surat yang dibuat oleh Clancy, Jeevan membacanya dan mulai menangis hingga jatuh kelantai.


Dear Jeevan


Makasih udah jadi suami yang baik buat aku. Perhatikan juga sama aku, sayang sama aku walaupun cuma hmmm.. sebentar bersama kamu,jee. Aku akan selalu sayang kamu. Hei inget. Gak selalu dua insan yang saling mencintai akan selalu bersama. Pasti selalu ada fase dimana kamu disatukan dan dipisahkan. Jaga Jackson ya untuk aku. I Love you my husband.


Dear Ibu


Tolong ya jagain Jeevan dan Jackson. Bawa mereka juga kepada kebahagiaan mereka sendir.


Dear Ayah


Makasih karena selalu mendengarkan keluh kesah aku selama ini. Aku juga sudah menganggap Ayah seperti Ayahku sendiri. I Love you.


Dear Everyone


Makasih selalu percaya sama aku, sayang sama aku. Percaya aku bahagia disini, disini aku sudah bersama Ayah dan Ibu. Carilah kebahagiaan kalian, jangan terus menangisi aku. Aku akan selalu mendoakan kalian disana. I Love you guys.


Salam hangat


Clancy kesayangan kalian


Semua menangis membaca surat terakhir dari Clancy. Mereka berjanji juga akan selalu mencari kebahagiaan mereka tanpa Clancy.


Esoknya Clancy dimakamkan. Jackson terus menangis sambil memeluk foto kakaknya yang sedang tersenyum.


Dari jauh roh Clancy melihat adiknya terus menangis langsung memeluknya. Jackson diam dan tak menangis seolah dia tahu sedang dipeluk oleh kakaknya. Jeevan juga terdiam melihat Clancy tersenyum kearahnya lalu menghilang.


**The End

__ADS_1


Bye guys karena novel ini telah tamat. Author cuma mau bilang terimakasih karena telah membaca novel ini hingga tamat. Thank you.


Stay safe guys**


__ADS_2