I Always Smile In Front But Not Behind

I Always Smile In Front But Not Behind
Part 7


__ADS_3

Ucapan Jeevan membuat Clancy terduduk dilantai sedangkan Jackson hanya bisa menangis dan menenangkan kakaknya yang hanya diam saja tanpa menangis tapi jauh didalam hatinya ia ingin ibunya selamat tapi kalau bukan kehendak Tuhan Clancy tak bisa berbuat apa-apa


"Kakak" Ucap Jackson sambil menangis. Clancy hanya bisa memeluk Jackson sambil berbisik


"Kakak bakalan ada selalu buat kamu. Pegang janji kakak" Ucap Clancy berbisik sedangkan Jackson mulai diam tapi bukan karena selesai menangis melainkan pingsan


"Adik mu" Ucap Jeevan terjeda


"Biarkan saja,boleh aku menaruhnya di kamar ibu" Ucap Clancy tersenyum lalu mendapat anggukan kepala dari Jeevan


"Bahkan saat Ibunya meninggalkan dia habya tersenyum dan tetap tegar tapi jauh didalam hatinya ia menangis sangat keras" Ucap Jeevan melihat kepergian Clancy dengan menggendong adiknya


"Dok" Ucap seorang suster


"Aku yang akan membayar semua itu" Ucap Jeevan lalu pergi dari ruang operasi






"Saya mau membayar semua biaya atas nama Ibu Alya" Ucap Jeevan menyerahkan kartu kredit tersebut


"Kenapa kamu yang bayar. Aku punya uang sendiri" Ucap Clancy yang datang tak tahu dari mana


"Sudahlah kau diam saja" Ucap Jeevan lalu setelah Jeevan mengatakan itu Clancy pergi dari rumah sakit tapi Jeevan bisa merasakan kalau Clancy menempelkan sesuatu kepada dirinya


Tolong jaga Jackson sampai aku kembali. Aku gak akan bunuh diri kok hanya menenangkan diri ke suatu tempat.


from: Clancy Sevira

__ADS_1


"Entah kenapa gue curiga ikutin ah" Ucap Jeevan dalam hati lalu memberikan kertas tersebut kepada Kevin yang kebetulan ada disebelahnya


****


Huh kenapa secepat itu Ayah dan Ibu cepat perginya. Aku belum tau apakah aku bisa menjaga Jackson dengan baik atau tidak. Itulah yang sedari tadi ada dipikiran Clancy. Saat ia memandang ke arah jalanan ia melihat seorang wanita paruh baya yang membawa tas belanja dan setelah ia lihat lagi tepat saat ia melihat ada sebuah truk yang melaju kencang ke arah wanita paruh baya tersebut


"Awasss Buu!!!" Ucap Clancy sambil berlari dengan cepat membuat sang wanita tersebut menoleh


Clancy melihat truk itu semakin mendekat langsung saja ia menambah kecepatan larinya.


Brak


Ibu Ibu tersebut selamat tapi yang terkena bukan Ibu tersebut tetapi Clancy. Clancy terpental sangat jauh, Clancy bahkan terpental hingga dirinya membentur dinding besar


"Clancy... Kakak.... Nak" Ucap ketiga orang tersebut bersamaan. Yang memanggil Clancy tak lain dan tak bukan adalah adiknya sendiri, Jeevan,dan Ibu tersebut.


"Jeevan" Ucap Ibu tersebut


"Bu?" Ucap Jeevan. Ya Ibu yang ditolong oleh Clancy adalah Ibunya Jeevan


"Jee ikut Ibu" Ucap Ibu Jeevan lalu Jeevan membawa ibunya ke ruangannya


"Kamu ingat kan kalo Ibu mau jodohin kamu dengan anak sahabatnya Ayah" Ucap Ibu Jeevan membuat Jeevan mengangguk


"Clancy,anak itu yang bakal ibu jodohin dengan kamu. Itu juga kenapa Ibu memaksamu untuk menyetujuinya" Ucap Nara (Ibu Jeevan)


"Juga setahu Ibu kau menyukainya bukan hmm?" Ucap Nara menggoda anaknya


"Hah? Apaan" Ucap Jeevan berusaha mengelak tapi Nara sangat mengetahui anaknya


"Kau dan Clancy adalah sahabat dari kecil hanya saja saat Clancy kehilangan ingatan kamu frustasi lalu Ayah dan Ibu membawamu pergi ke London dan saat kamu SMA kelas satu Ibu dan Ayah membawamu kembali ke Jakarta" Ucap Nara menjelaskan membuat Jeevan terkejut


"Itulah kenapa aku seperti mengenal Jackson dan seperti mengenal mata milik Clancy" Ucap Jeevan membuat Nara mengangguk

__ADS_1


Nara kembali keluar dan ternyata operasi telah selesai. Tidak ada luka yang serius dari Clancy,Nara mendekati Jackson dan menceritakan tentang perjodohan itu dan masa kecil Clancy


"Ok aku setuju" Ucap Jackson dengan mudahnya membuat Jeevan dan Nara terkejut mereka kira Jackson akan menolak mati matian


"Santai saja melihat aku bibi,kakak sebenarnya aku sudah mengetahui hal itu dari laptop Ayah hihihihi" Ucap Jackson tertawa kecil dan lagi lagi membuat mereka berdua terkejut


Flashback


"Nak kenapa?" Ucap Alya melihat anak bungsunya murung


"Kakak dipecat karena insiden di Kafe" Ucap Jackson lalu menceritakan kejadian tersebut


"Kalau kakak mau mencari pekerjaan gunakan laptop Ayah dan laptop peninggalan Ayah ada disini" Ucap Alya sambil menunjukkan laci yang ada di nakas


Jackson dengan cepat mengambil laptop. Saat menyalakan laptop Jackson melihat diary harian ayahnya yang ada di laptop. Langsung ia buka satu persatu tanpa sepengetahuan kakaknya dan ibunya yang sedang tertidur.


"Tunggu?!!"


"Jadi kakak cowok yang tadi di kafe itu adalah teman kecil kak Clancy dan ternyata Ayah menjodohkan mereka" Gumam Jackson lalu ia tersenyum miring yang membuat ia menjadi anak lelaki misterius


"Jadi aku harus berakting" Ucap Jackson kepada dirinya


Flashback off


"Pinter juga akting kamu. Sini aku masukin ke sekolah akting" Ucap Jeevan menepuk kepala Jackson lembut


"Terserah. Lagian emang ada?" Ucap Jackson bertanya dengan polos membuat mereka berdua tertawa


🌹 bersambung


Dan always jangan lupa


Rate bintang lima. Vote juga biar author makin semangat buat novel ini. Klik favorit kalo kalian suka dengan Novel baru aku

__ADS_1


Thank you 🙏😘


__ADS_2