
Gubrak
Brak
"Kakak...... Clancy" Ucap Jeevan dan Jackson bersamaan. Clancy bingung melihat Jackson dan Jeevan datang dengan berkeringat, nafas tak beraturan dan sedikit memar di bagian siku dan lutut kaki.
"Ibu bilang kamu hah hamil itu benar?" Ucap Jeevan lalu Jackson juga mengangguk kepala tanda menanyakan hal yang sama
"Mungkin dan aku juga belum tau. Besok setelah Jackson pulang kita kerumah sakit tempat kamu jee" Ucap Clancy seraya mengajak Jackson juga
"Okelah, besok kalian berdua aku tunggu dan Jackson besok jaga kakakmu dengan benar" Ucap Jeevan mengancam Jackson tapi tidak terlalu berpengaruh terhadap Jackson.
Dari kejauhan dua orang yang meneror Clancy melihat sekaligus mendengar semuanya. Mereka memikirkan akan sangat seru mengganggu kehamilan Clancy.
Clancy menyuruh kedua orang tersebut untuk keluar. Clancy pergi ke kamar mandi dan berkaca.
"Untung saja mereka tak tahu kalau aku habis menangis. Maafkan Mama ya kalau kamu ikut depresi kemarin" Ucap Clancy tersenyum mengusap perutnya yang masih rata
Clancy keluar dari kamar mandi lalu ia berbaring di atas ranjang. Clancy merasa tubuhnya sangat lelah dan ia merasa hanya ingin tertidur. Esok hari, Clancy terbangun dan melihat jam di nakas dan terkejut bahwa sekarang jam sepuluh.
"Selama itukah aku tertidur?" Ucap Clancy bingung. Kemarin dia merasa lelah sangat amat
Clancy bergerak untuk turun kebawah. Ia melihat Nara yang sedang melihat gambarannya. Clancy menghampiri Nara.
__ADS_1
"Clancy, bagaimana tidurmu nyenyak?" Ucap Nara bertanya kepada Clancy dan Clancy hanya mengangguk saja
"Bu aku tertidur lama sekali dan bangunku juga siang" Ucap Clancy bingung
"Oh, pasti karena kamu hamil muda lagi pula kamu sehabis muntah muntah langsung ke kamar karena lelah bukan?" Ucap Nara mengatakan kondisi Clancy kemarin
"Iya sih, oh ya Bu Jack selesai sekolah jam berapa?" Ucap Clancy karena ia akan menjemput Jackson lalu pergi ke rumah sakit
"Jam satu" Ucap Nara karena selama waktu Clancy bulan madu Nara lah yang sering antar jemput Jackson
Setelah tahu Jackson pulang sekolah jam berapa, Clancy mengambil telepon rumah karena ponselnya mati dan lagi di charge di kamar. Clancy memberitahu Ola dan Kate untuk sementara mengatur rencana peresmian butik selama ia mengecek kehamilannya.
"Cla, kamu makan lalu mandi ok" Ucap Nara memberi perintah
Clancy memberi pesan kepada Jeevan bahwa ia sudah di perjalanan untuk menjemput Jackson. Sesampainya di sekolah Jackson, ia melihat Jackson sedang dibully.
"Hei, anak yatim-piatu kayak kamu itu bisa apa sih?" Ucap temannya mengejek
"Berhenti mengganggu ku sebelum kesabaran diriku habis" Ucap Jackson dengan nada tenangnya namun mematikan
Jackson yang melihat Clancy sedang melihat ke arah dia langsung berlari lalu memeluk Clancy. Clancy hanya tertawa dalam hatinya melihat Jackson yang seperti itu.
"Okay, cukup ayo ke rumah sakit sekarang" Ucap Clancy lalu ia dan Jackson pergi ke tempat mobil mereka parkir. Dua orang yang meneror Clancy mengikuti dengan diam diam dan terlihat sangat terlatih.
__ADS_1
Clancy melihat ke arah jendela lalu melihat penjual rujak bebek. Ia langsung meminta supir untuk berhenti lalu ia berjalan ke arah penjual rujak tersebut. Clancy memesan rujak yang sangat pedas lalu membawanya ke mobil.
"Kak kok tiba tiba beli rujak sih" Ucap Jackson bingung melihat kakaknya membawa rujak ke mobil
"Tak apa tau, kakak pengen makan ini kemarin" Ucap Clancy lalu mulai memakan rujak tersebut dengan cepat tapi saat rujak tersebut tinggal setengah ia memberikannya kepada Jackson.
"Habiskan itu, kakak tak mau tau" Ucap Clancy ketika ia memberikan rujak tersebut kepada Jackson, Jackson terlihat tak mau
Dengan terpaksa Jackson memakannya lalu langsung kepedasan. Kemudian ia mengambil air di tasnya.
"Aduh, gila ini pedes banget tapi kalau mengingat kata ibu. Kak Clancy kalau sedang mengatakan sesuatu atau ingin sesuatu harus di tanggapi" Ucap Jackson dalam hatinya
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung ke dokter kandungan. Disana Jeevan dan dokter nya sudah menunggu. Dokter mengatakan bahwa kandungannya berumur dua Minggu dan Clancy harus menghindari stres atau kelelahan berlebihan karena sedang hamil muda.
"Jee, aku mau kamu belikan aku bakso, cepat tak pakai lama" Ucap Clancy lalu meninggalkan Jackson dan Jeevan yang sedang mematung
"Kak, kali ini Jack gak bisa bantu karena sakit perut habis di suruh kak Clancy makan rujak yang super pedas maaf ya" Ucap Jackson lalu pergi meninggalkan Jeevan yang hanya bisa pasrah lalu Jeevan segara membelikan Clancy bakso kalau tidak mungkin akan marah besar.
🐚 Bersambung
Kalian kira kira penasaran gak sih siapa yang meneror Clancy. Kalau mau tahu ikuti terus ya Novel ini. Jangan lupa
Rate bintang lima. Vote juga biar author makin semangat buat novel ini. Klik favorit kalau kalian suka dengan Novel ini. Kasih Author boom like juga ya.
__ADS_1
Grazie~Terimakasih