I Always Smile In Front But Not Behind

I Always Smile In Front But Not Behind
Part 11


__ADS_3

Sekarang sudah jam empat sore. Clancy mulai membuka matanya,pertama kali yang ia lihat adalah Jeevan yang tertidur dengan tenang. Clancy mulai memutar otaknya untuk mengingat dan setelah beberapa lama ia akhirnya tau apa yang terjadi.


"Kau kenapa melamun" Ucap Jeevan mengagetkan Clancy


"Aa,hih bikin kaget tau gak?" Ucap Clancy mengundang tawa dari Jeevan


"Maaf, oh ya nanti kalau sudah menikah mau rumah sendiri atau tetap disini" Ucap Jeevan bertanya karena Clancy ke rumah Jeevan bersama adiknya jadi Jeevan ingin bertanya


"Tetap disini saja. Lagi pula Jack ada disini gak mungkin di tinggal" Ucap Clancy yang membuat Jeevan mengerti.


Setelah obrolan singkat itu,mereka terdiam suasana menjadi canggung dan Clancy tak suka dengan suasana disini. Tapi dengan tiba tiba saja tangan Jeevan bergerak untuk menyelipkan anak rambut Clancy.


"Bisakan nanti kalau sudah menikah kau buka hati?" Ucap Jeevan karena dirinya sendiri sudah mulai menyukai Clancy


"Aku sedang berusaha semampuku" Ucap Clancy lalu menoleh kearah Jeevan yang jaraknya terbilang sangatlah dekat


Jeevan memajukan wajahnya dan meraih leher Clancy sedangkan Clancy yang peka terhadap suasana langsung melingkarkan tangannya di pinggang Jeevan. Jeevan mulai mengecup lembut bibir Clancy. Semakin lama semakin dalam ciuman mereka sampai suara yang menginturupsi ciuman mereka.


"Sebaiknya buka dulu pintunya" Ucap Clancy malu dengan Jeevan sedangkan Jeevan hanya tersenyum tipis lalu memeluk Clancy dan menyandarkan kepala Clancy di dada bidangnya


"Hello itu orang disana tidur apa mati sih" Ucap Tony adik Jeevan karena yang Tony tau dua orang itu tidur satu kamar


"Buka dulu" Ucap Clancy lalu melepas pelukan Jeevan. Clancy langsung mengambil baju dan handuk lalu pergi ke kamar mandi. Jeevan membuka pintu kamar dan melihat adiknya dengan wajah jengkel


"Abis ngelakuin apa lo,mukanya kesel gitu" Ucap Tony melihat raut wajah Jeevan lalu tiba tiba dia berteriak


"Ibu Jeevan ngelakuin sesuatu di kamar" Ucap Tony lalu setelahnya ia langsung kabur takut termarah oleh Jeevan


"Tony Anggara!!" Ucap Jeevan lalu berlari mengejar Tony yang berlari ke bawah


Mereka kejar kejaran sampai ada suara yang pedas datang dari mulut kecil Jackson dan Clancy. Sampai akhirnya mereka berhenti

__ADS_1


"Kalian seperti anak kecil" Ucap Clancy dan Jackson bersamaan membuat kedua bersaudara itu bungkam


"Kenapa ipar gue pedes pedes ucapannya" Ucap Tony berbisik ke sang kakak sedangkan Jeevan langsung menyikut Tony.


"Berisik Lo. gue hajar Lo ya" Ucap Jeevan kesal dengan adiknya yang jahil tapi begitulah mereka itu sebagai bentuk kasih sayang mereka


"Jee" Suara lembut milik Clancy langsung membuat Jeevan mengurungkan niatnya untuk menjitak dan langsung pergi ke kamar


"Akhirnya ada yang bisa bikin dia nurut" Ucap Nara karena selama ini walau sudah diberitahu Jeevan masih sering membantah


Setelah Jeevan selesai mandi dan sudah duduk di meja makan mereka mulai makan dengan tenang,sampai suara Nara memecah keheningan.


"Van,Cla kalian besok fitting baju ya" Ucap Nara yang langsung dibalas anggukan dari kedua orang tersebut


Setelah selesai makan Clancy langsung ke dapur untuk membantu pelayan karena kedua pelayan sudah tua jadi Clancy berniat untuk membantu.


"Bibi, Clancy aja yang cuci piringnya bibi kerjain yang lainnya saja" Ucap Clancy kepada pelayan tersebut tapi ditolak tapi karena Clancy tetap bersikeras akhirnya pelayan tersebut menyerah lalu melihati Clancy yang sibuk menyucikan piring


"Bi lihat Clancy tidak" Ucap Jeevan yang langsung diberitahu oleh pelayan tersebut


"Cla ngapain?" Ucap Jeevan begitu dia melihat Clancy berdiri di wastafel


"Mencuci" Ucap Clancy lalu mulai fokus kembali, Jeevan ikut membantu Clancy tanpa mereka sadari Jackson melihat itu sambil tersenyum senang


"Semoga kakak bahagia sama kak Jeevan" Ucap Jackson lalu pergi dari situ


"Jack dari mana?" Ucap Nara yang tadi mencari Jackson


"Tadi cari kakak tapi gak jadi" Ucap Jackson yang dimengerti oleh Nara


"Kamu seneng sama hp atau iPad" Ucap Nara yang membuat Jackson bingung tapi ia pilih saja

__ADS_1


"Aku lebih suka Hp" Ucap Jackson karena kalau pakai iPad terlalu susah untuk dibawa menurut Jackson


"Ya sudah ini Ibu sudah terlanjur beli buat kamu jadi ambil saja" Ucap Nara memberi dua kotak yang berisi ponsel dan iPad


"Eh aduh banyak banget. Yang iPad gak usah ponsel aja" Ucap Jackson tapi Nara memilik berbagai cara untuk membuat Jackson menerimanya hingga akhirnya Jackson menyerah dia menerima iPad tersebut


"Terimakasih Bu" Ucap Jackson tersenyum


"Gak papa daripada kamu bosenkan mending kasih dua duanya terserah itu mau buat apa" Ucap Nara senang kalau Jackson menerima pemberiannya


"iPad siapa tuh bagi lah" Ucap Tony dengan jahilnya


"Beli sendiri. Eh kak kira kira iPad nya aku buat apa ya" Ucap Jackson bertanya karena ia bingung


"Terserah sih tapi kalo kakak dikasih dua gitu kakak yang hp buat chat sama ada beberapa game,terus musik,sama beberapa dokumen mungkin buat kalo ada yang penting. Kalau iPad kakak sih buat film terus game sama mungkin tugas tugas" Ucap Tony membuat Jackson tau harus diapakan


"Okelah, makasih" Ucap Jackson lalu berlari ke kamar


"Huh enak juga kayaknya punya adik kayak Jackson" Ucap Tony lalu duduk disofa lalu bermain dengan ponselnya


Jeevan dan Clancy datang dari arah dapur dan langsung saja, Nara bertanya


"Dari mana kalian" Ucap Nara bingung


"Kita dari dapur" Ucap Jeevan lalu pergi naik ke atas diikuti Clancy karena Jeevan yang ingin mengecek jadwalnya besok dan Clancy yang ingin mencari cari barang


🐚 bersambung


gimana guys kalian pengen mereka gimana dulu komen. Juga jangan lupa untuk


Rate bintang lima. Vote juga biar author makin semangat buat novel ini. Klik favorit kalau kalian suka dengan Novel baru aku.

__ADS_1


Thank you 🙏😘


__ADS_2