I Always Smile In Front But Not Behind

I Always Smile In Front But Not Behind
Part 5


__ADS_3

Setelah selesai shif ia langsung menutup minimarket lalu berjalan kaki. Saat diperjalanan datang seorang yang mabuk dan memeluknya dengan tiba tiba membuatnya takut.


"Akhirnya kau datang sayang. Aku mencarimu dari kemarin" Ucap Pria itu sambil memainkan rambutnya


"Maaf aku tak mengenalmu sepertinya kau salah mengenal" Ucap Clancy lalu mendorong orang tersebut hingga jatuh


"Kau!!! Beraninya kau" Ucap Pria itu lalu menjambak Clancy


Plak..


Clancy hanya bisa diam saja. Sampai ada suara yang sangat keras membuat ia menoleh kesamping dan melihat Pria itu tersungkur dengan bibir sedikit sobek.


"Kau tak apa" Ucap Seseorang yang menolongnya sambil menahan tubuhnya


"Je Jeevan" Ucap Clancy. Ya orang itu Jeevan kebetulan ia mau mencari apotik 24 jam.





__ADS_1


"Eh sorry Vin" Ucap Jeevan meminta maaf karena lemparan bantalnya terkena tangan Kevin membuat tangan Kevin berdarah terkena ujung meja kaca


"Gapapa,aduh kotak p3k gue gak ada isinya lagi" Ujar Kevin mengeluh


"Gue cari apotik dulu. Tangan Lo kasih tisu dulu aja gue beliin plester sama Betadine" Ucap Jeevan lalu berlari mengambil jaketnya


Dijalan ia melihat seorang lelaki yang melakukan kekerasan pada perempuan. Ia tak suka melihatnya jadi ia langsung menepikan motornya lalu berlari ke arah lelaki itu.


Bugh


"Kau tak apa?" Ucap Jeevan sambil menahan tubuh Clancy agar tak tergeletak di jalan


"Je Jeevan" Ucap Clancy lalu menutup matanya membuat Jeevan panik, lalu menggendong Clancy.


"Vin kerumah sakit sekarang!!" Ucap Jeevan panik lalu ia menaikkan tubuh Clancy ke motornya di bagian depan agar bisa ia jaga sekaligus menggendong


"Dia tidak apa apa,hanya saja ia terlalu lelah juga depresi ringan. Untuk sementara ia harus dirawat selama tiga hari,dan pastikan dia tidak memikirkan yang lain" Ucap Dokter tersebut lalu pergi meninggalkan mereka berdua


Ruangan itu sangatlah hening,tapi tak bertahan lama karena ponselnya Clancy bergetar,tadinya Jeevan hanya mendiamkan saja tapi karena terus bergetar akhirnya ia angkat.


"Halo" Ucap Jeevan


"Anda siapa,kenapa ponsel kakak saya ada di tangan anda?" Ucap Jackson merasa asing dengan suara Jeevan

__ADS_1


"Kakak kamu dirawat di rumah sakit. Datanglah saya akan share location" Ucap Jeevan lalu menutup teleponnya


Tak berapa lama datanglah Jackson, karena sudah diberitahu kamar rawat kakaknya jadi sangat mudah untuk menemukannya


"Kak Clancy kenapa?" Ucap Jackson dengan nafas yang tak teratur karena berlarian


"Atur dulu nafasmu,lalu baru ku ceritakan" Ucap Jeevan membuat Jackson mengatur nafasnya


Jeevan menceritakan kejadiannya. Setelah bercerita ia bertanya kenapa kakaknya menjadi seperti itu.


"Kakak mu kerja di minimarket market?" Ucap Jeevan memastikan


"Ya kakak bekerja di minimarket selain itu banyak lagi pekerjaan yang ia lakukan. Tapi kenapa kak Clancy jadi begini?" Ucap Jackson masih bingung


"Kata dokter kakakmu tidak apa apa,hanya lelah dan depresi" Ucap Jeevan membuat Jackson menghela nafas


"Kakak sudah sering begitu semenjak ayah pergi. Kakak berhenti kuliah dan menghidupi Ibu dan aku bahkan kakak rela bekerja hingga subuh lalu bekerja kembali seperti itu terus hingga kakak tak sanggup membayar uang sekolah aku dan ya aku berhenti sekolah saat aku masih terbilang sangat cukup dewasa. Kakak mengalami depresi berat saat umurnya 18 tahun kakak berjuang sendirian sampai umur aku 7 tahun aku tak bersekolah ya karena itu tak bisa membayar karena gaji kakak kecil" Ucap Jackson menceritakan kejadiannya sejak ayah mereka meninggal


"Kalau begitu jagalah kakak kamu dia harus dirawat selama tiga hari" Ucap Jeevan lalu meninggalkan Jackson sendirian


🌹 bersambung


Reader suka gak sih sama cerita aku kalo suka Jangan lupa

__ADS_1


Rate bintang lima. Vote juga biar author makin semangat buat novel ini. Klik favorit kalau kalian suka dengan Novel baru aku


Thank you 🙏😘


__ADS_2