
Clancy dan Kate masuk ke gedung. Kate takjub dengan isi dalam gedung yang berwarna biru pastel dan putih.
"Wah bagus banget, barang barangnya juga warnanya unik" Ucap Kate memandang takjub isi gedung tersebut
"Kamu jadi asisten aku aja Kate" Ucap Clancy menawarkan dan langsung dibalas senyum senang
"Aku gak menyangka sih kalo diluar itu warnanya silver Glitter tapi pas kita masuk catnya warna biru pastel sama putih. Wah ini sih menarik banget" Ucap Kate lalu Clancy mengajak Kate ke atas
Kali ini Clancy berangkat sendiri karena Jackson sedang berlatih mengejar pelajaran bab 1 dan 2 karena Minggu depan sudah ulangan dan masuk bab 3.
"Jack gak ikut?" Ucap Kate menanyakan Jackson
"Iya Minggu depan dia sekolah ada Ulangan jadi ya dia belajar gitu dirumah" Ucap Clancy mengatakan sebab kenapa Jackson tak ikut
"Kamu kenapa gak main ke rumah?" Ucap Clancy karena jarang melihat Kate
"Aku tadinya sibuk cari kerja tapi begitu dengar dari Tony katanya kamu buka butik, aku langsung tanya kamu" Ucap Kate mengatakan kenapa ia jarang ke rumah
Sedangkan Jeevan sedang sibuk dengan para pasien yang begitu banyak. Sekarang Jeevan sedang melihat data pasien yang sebentar lagi akan ia Operasi.
Tok tok tok
"Masuk"
__ADS_1
"Eh Vin, darimana aja Lo" Ucap Jeevan ketika melihat Kevin masuk kedalam ruangannya
"Gue sibuk sama anak anak disini. Gue lembur terus dah" Ucap Kevin sambil bersandar di sofa
"Banyak dong pasien Lo" Ucap Jeevan bertanya
"Iya, eh Lo Minggu depan nikah?" Ucap Kevin menanyakan tentang kabar yang beredar
"Iya undangannya udh di Lo?" Ucap Jeevan menanyakan undangan
"Eh belum, gue tadi denger perawat di tempat pasien gue" Ucap Kevin menjelaskan sedangkan Jeevan hanya ber- oh- ria.
"Nikah sama siapa?" Ucap Kevin karena yang ia tau Jeevan dijodohin tapi belum tahu siapa calonnya
"Wah, hebat gue kira bakal jadi sama Nana" Ucap Kevin tak menyangka
Jeevan kembali sibuk sedangkan Kevin hanya menatap ponselnya dengan pandangan kosong. Jeevan melirik lalu menaruh data pasiennya.
"Kenapa lo?" Ucap Jeevan penasaran dengan raut wajah Kevin
"Kemaren gue ketemu Nadia, dia udah menikah" Ucap Kevin menoleh kepalanya kepada Jeevan dengan pandangan kosong dan penyesalan
"Udahlah,jangan dipikirin" Ucap Jeevan lalu menuju tempat disebelah kanan Kevin
__ADS_1
Dulu Kevin mempunyai pacar bernama Nadia. Tadinya ia hanya bertaruh dengan teman sekelasnya. Untuk menjadikan Nadia pacar Kevin selama dua bulan. Tapi lama kelamaan kedua saling menyukai dan ternyata teman yang bertaruh dengan Kevin hanya memanfaatkan Kevin, karena dia menyukai Nadia. Tapi saat itu Nadia mendengar perkataan Kevin dengan temannya.
Flashback
"Hoi, taruhan yok" Ucap teman sekelas Kevin
"Gak, gue mau sama Jeevan aja minggir" Ucap Kevin malas meladeni tapi kemudian ia berhenti
"Taruhannya adalah Lo harus pacaran sama Nadia selama dua bulan terus kasih tau dia sukanya apa aja" Ucap teman sekelasnya
Kevin setuju, ia selalu memberitahu apa saja tentang Nadia ke temannya tapi setelah berpacaran dengan Nadia selama dua Minggu, mereka saling menyukai sampai.
"Inget ya Vin, Lo itu cuman boleh pacaran sama Nadia dua bulan dan itu taruhan" Ucap teman sekelasnya dan tanpa mereka tahu Nadia yang datang dengan dua kotak makan mendengarkan lalu langsung berlari.
Dua hari kemudian, Nadia menghampiri Kevin yang berada di kantin.
"Kev, aku mau kita putus" Ucap Nadia membuat Kevin terkejut
"K kenapa?" Ucap Kevin dengan wajah pucat
"Setelah sekian lama aku baru tau kalau kamu cuma jadiin aku taruhan. Cukup sampai disini besok aku pindah ke London" Ucap Nadia lalu meninggalkan Kevin yang terdiam
Flashback off
__ADS_1
🐚Bersambung