
Bagaimana keadaannya kak?" Ucap Jeevan yang terlihat sekali dari wajahnya sangat menghawatirkan Clancy
"Hei, tenanglah dia hanya syok" Ucap Ola memberitahu perkataan dokter
"Beritahuku apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Jeevan membuat Ola dan Kate terdiam mengingat perkataan Jackson
"Jangan beritahu siapapun cukup kita bertiga saja"
"Kakak, kok malah melamun" Ucap Jeevan merasa bahwa ada yang disembunyikan
"Oh ya, dia syok tadi karena ada barang yang jatuh dan bunyinya keras banget jadi pas dia lagi kerja,kaget nah habis itu ada bunyi dentuman besar" Ucap Ola mengarang cerita tapi beruntung Jeevan percaya
"Kalian berdua lanjutin aja kerjaan kalian. Oh ya Jack mana?" Ucap Jeevan bertanya keberadaan Jackson yang tidak ada
"Lagi kerjain tugasnya. Oh ya Kate kamu tolong urus dulu ya aku mau buatin teh hijau buat Jack" Ucap Ola lalu Kate turun kebawah dan ia langsung ke dapur.
Setelah membuat teh hijau tersebut, Ola membawa teh itu dengan roti panggang isi daging kesukaan Jackson. Ia membuka pintu ruangan itu dan melihat Jackson yang sedang menelungkup kan kepalanya.
__ADS_1
"Kalau lagi sakit jangan dipaksakan" Ucap Ola sambil menaruh nampan berisi teh dan roti
"Sejak kapan disitu?" Ucap Jackson yang tidak mendengar suara Ola
"Yah, aku buka pintu pelan pelan setelah melihat kamu dengan posisi seperti itu aku kira kamu tidur tapi ternyata tidak" Ucap Ola menjelaskan kenapa ia tak bersuara
"Minum dan makan itu akan membuat perut mu enakan. Kakak bantuin kamu setelah makan dan minum sederan di headboard" Ucap Ola menyuruh Jackson melakukan perintahnya.
Jackson mengikuti perkataan Ola. Setelah memastikan Jackson selesai, Ola mengambil alih buku tugas Jackson lalu ia mengambil kertas untuk membantu Jackson. Jackson terdiam, ia masih memikirkan perkataan Clancy.
"Apa sih sebenarnya maksud dari perkataan kakak?" Ucap Jackson frustasi. Ola yang mendengar sesuatu melihat ke arah Jackson yang sedang mengacak rambut.
"Tak apa kak Ola" Ucap Jackson lalu ia berjalan ke meja belajarnya lalu menyuruh Ola keluar dan tak lupa berterima kasih
sedangkan di ruangan sebelah, Clancy baru saja terbangun dari pingsannya. Ia melihat Jeevan yang sedang tidur. Clancy mengusap pipi Jeevan lalu tiba tiba Jeevan menangkap tangannya.
"Kenapa kaget ya" Ucap Jeevan sambil membuka matanya dan melihat Clancy yang tersenyum
__ADS_1
"Iya, habis kamu sih tiba tiba" Ucap Clancy membuat Jeevan tersenyum
"Ayo kita mandi bersama" Ucap Jeevan mengajak Clancy untuk mandi bersama tapi Clancy hanya diam
"Tenanglah aku tak akan macam macam" Ucap Jeevan yang tahu arti tatapan Clancy
Clancy awalnya ragu lalu ia langsung bangun dari tempat tidur. Jeevan dan Clancy mandi bersama. Mereka berendam bersama, Clancy merasa ada sesuatu yang menjanggal dan Clancy tahu sebenarnya Jeevan berusaha mati matian menahan hasratnya.
"Jee, kamu benaran gak papa?" Ucap Clancy membalikkan badannya
"Iya tak apa kok, sini bersender lagi aku mau mencuci rambutnya" Ucap Jeevan lalu Clancy bersender lagi dan Jeevan mengambil air dengan tangannya lalu menaruh air di kepala Clancy.
Setelah selesai mandi, mereka berdua duduk di tepi ranjang. Jeevan sibuk menyisir rambut halus Clancy dan sesekali mencium rambut Clancy.
"Aku tak akan membayangkan kalau kamu pergi dari sisiku" Ucap Jeevan lalu ia memeluk Clancy dari belakang sedangkan Clancy hanya tersenyum kecut
"Entahlah jee, apa aku bisa terus disisimu" Ucap Clancy dalam hatinya
__ADS_1
🐚 Bersambung