I Always Smile In Front But Not Behind

I Always Smile In Front But Not Behind
Part 36


__ADS_3

Jackson kembali ke rumah. Sesampainya di rumah Jackson langsung masuk ke rumah dengan senyumannya. Tapi saat ia sampai dirumah terkejut.


"Kenapa dia disini?" Ucap Jackson dalam hatinya tak suka


"Aduh cucuku, lihatlah sudah bertumbuhan besar" Ucap wanita paruh baya tersebut


"Kenapa ada disini aku tak membutuhkan Nenek yang membuang menantunya dan cucunya sendiri" Ucap Jackson marah membuat Nara, Rendy terkejut sedangkan Clancy sedang di ajak pergi oleh Kate ke Mall


"Jack, apa apaan bicaramu ini?" Ucap Rendy dengan nada sedikit naik karena melihat Jackson bersikap tak sopan.


"Terserah, Jack keatas" Ucap Jackson lalu naik keatas tanpa menghiraukan neneknya


"Huft, anak dan Ibu sama saja tak tahu terimakasih" Ucap Nenek kesal tapi dia harus tetap berpura pura


"Maafkan sikap Jackson ya Bu" Ucap Nara tersenyum lalu ia menyuruh Nenek untuk duduk di sofa.


Sementara, Clancy dan Kate sedang mencari baju. Setelah lama berkeliling mereka berhenti di restoran untuk makan.


"Hei, habis ini mau cari apa lagi itu belanjaan kamu udah banyak banget lho" Ucap Clancy bingung dengan Kate yang sudah lima kantong belanjaan sedangkan dirinya hanya satu kantong itupun ia membelikan hadiah untuk Jackson karena beberapa hari lalu memenangkan lomba matematika.


"Habis ini aku mau pulang saja. Nanti biar aku yang mengantar kamu" Ucap Kate, Clancy hanya mengangguk sebagai tanda ia menerimanya.


Setelah makan, Kate mengantar Clancy ke rumah orang tua Jeevan. Clancy mengucapkan terimakasih kepada Kate. Clancy masuk kedalam rumah dan reaksinya sama dengan Jackson yaitu terkejut sekaligus marah.


"Apa apaan kau disini?!" Ucap Clancy sambil menahan amarahnya


"Clancy!!, kamu ini yang sopan dengan orang yang lebih tua" Ucap Rendy secara spontan membentak Clancy. Setelah sadar melihat reaksi Clancy yang terkejut Rendy langsung meminta maaf.


"Maaf ya, Ayah hanya tak suka dengan reaksi kalian berdua Clancy" Ucap Rendy membuat Clancy bingung dengan kata 'kalian berdua'


"Terserah saja, tapi aku tak mau Yua ada disini" Ucap Clancy menyebut nama Nenek dengan nama.


"Yah, aku tak mau lihat dia. Singkirkan dia" Ucap Clancy lalu pergi ke atas sedangkan Yua sedang menahan amarahnya.


"Maaf sekali Bu, tapi sepertinya ibu harus pulang" Ucap Nara dengan halus lalu dengan terpaksa yua pergi.


Di depan rumah, Jeevan yang baru pulang bingung melihat orang asing yang baru saja pergi dari rumahnya. Jeevan segera masuk ke dalam rumah.


"Jee, tolong bujuk Clancy tadi dia marah saat Nenek nya datang" Ucap Nara yang melihat Jeevan baru saja pulang. Jeevan bingung tapi walau begitu ia menuruti perkataan ibunya.

__ADS_1


Jeevan pergi ke atas dan melihat Clancy yang duduk di tepi ranjang. Jeevan menyampiri Clancy lalu mulai bertanya tanya.


"Cla, kamu kenapa sama Nenek kamu?" Ucap Jeevan yang merasa ada masalah diantara Clancy dengan neneknya


Clancy menoleh sebentar lalu mulai menceritakan alasannya dan Jackson tidak suka pada Nenek. Jeevan yang mendengar perkataan Clancy hanya diam tapi dalam hatinya ia berkata kenapa ada mertua yang memisahkan anaknya hanya karena dari kalangan bawah.


"Ya sudah, sekarang kamu mandi sana atau mau bareng" Ucap Jeevan bercanda tapi Clancy mengiyakan ucapannya


Karena Clancy sendiri yang mau jadi akhirnya Jeevan menuruti. Setelah mandi bersama mereka turun kebawah karena sudah waktunya untuk makan malam. Semuanya sudah berkumpul. Clancy sudah sedikit melupakan kejadian terornya.


Clancy mengambilkan nasi untuk Jeevan dan juga lauk. Semuanya makan dengan tenang setelah makan Nara mencuci piring. Tak terasa waktu berjalan cepat, nanti malam adalah peresmian butik Clancy.


"Sayang, hari ini kamu pergi ke butik untuk melihat saja atau ada pekerjaan lainnya?" Ucap Nara ingin tahu karena kemarin Clancy mengatakan bahwa ia harus datang pagi pagi.


"Oh itu, aku memang sedang memantau butik sekaligus ada membuka toko juga" Ucap Clancy memberitahu karena selama ini walau belum diadakan peresmian tapi sudah banyak yang membeli lalu pada saat persiapan untuk peresmian. Mereka membagikan undangan kepada pelanggan.


"Begitu, oh ya Ibu dengar-dengar dari orang sekitar situ kamu sudah membuka toko sebelum peresmian" Tanya Nara karena ia mendengar dari pejalan kaki.


"Oh iya, awalnya hanya untuk tes saja eh tau nya banyak yang beli" Ucap Clancy memberikan jawaban.


Memang pada awalnya hanya mencoba coba tapi ternyata banyak sekali yang membeli sekaligus menyukainya. Setelah selesai mencuci piring bekas sarapan Clancy langsung pergi ke butik. Di butik banyak sekali pelanggan yang berdatangan apalagi mereka sedang mendekorasi untuk peresmian nanti malam.


"Oh belum untuk catring katanya akan datang satu jam sebelum acara dimulai lalu pita juga belum dipasang masih banyak lagi memangnya kenapa?" Ucap Ola memberitahu perkembangan dari dekorasi peresmian butik


"Tak apa, aku bantu ya" Ucap Clancy yang langsung dibolehkan Ola tapi dengan syarat Clancy tak boleh terlalu lelah.


Clancy sibuk kesana kemari untuk mengecek dekorasi atau terkadang ia membantu bantu sedikit. Clancy duduk di tangga sambil memegang botol minum.


"Cla, ini makan siang kamu. Oh ya, kamu tidak mengantar makanan ke Jeevan" Ucap Kate bertanya karena biasanya sepuluh menit sebelum makan siang Clancy akan pergi ke rumah sakit.


"Hari ini aku fokus kepada butik lagipula tadi aku sudah menyiapkan bekal kok" Ucap Clancy yang langsung dimengerti oleh Kate.


Clancy pergi ke ruangannya untuk meneruskan membuat baju yang baru setengah jadi. Setelah berkutat selama dua jam akhirnya baju yang sudah ia buat dari kemarin selesai juga.


"Wah, cepat sekali sudah jam setengah tiga sore" Ucap Clancy lalu ia ke kamar untuk menyiapkan baju yang akan dipakainya.


Setelah menyiapkan bajunya. Clancy langsung turun untuk melihat perkembangan dekorasi. Ia menyampiri, Adel yang mengatur dekorasi peresmian butik.


"Del, gimana sudah siap semua?" Tanya Clancy

__ADS_1


"Sudah semua Bu, hanya tinggal catring saja" Ucap Adel memberitahu


Clancy selalu menyukai Adel yang cepat dalam mengerjakan tugasnya. Clancy meninggalkan Adel lalu ia menyampiri Ola.


"Hei, sudah selesai membuat bajunya?" Ucap Ola yang melihat sekilas waktu Clancy di dalam ruang kerja.


"Sudah, gimana semua udah siap?" Tanya Clancy


"Yap, aman terkendali" Ucap Ola karena dialah yang mengatur semuanya.


Malam pun tiba, semua tamu undangan telah datang. Clancy terkadang menyambut mereka tapi juga terkadang beristirahat karena lelah berdiri. Tak lama Jeevan datang.


"Maaf ya sedikit telat" Ucap Jeevan yang baru saja datang


"Apa sih belum kok lagipula potong pita masih satu jam lagi" Ucap Clancy karena memang acara memotong pita dimulai jam tujuh malam sedangkan sekarang jam enam.


Clancy menyalami semua tamu undangan. Semua acara berjalan dengan lancar. Banyak yang mengatakan selamat. Sekarang semua sudah pulang ke rumah masing masing.


"Jee, aku ke atas sebentar mau berganti pakaian santai" Ucap Clancy karena tak betah dengan bajunya. Jeevan menunggu Clancy.


Saat sedang menunggu Clancy, tiba tiba kepalanya pusing. Jeevan memutuskan untuk ke toilet lantai bawah. Saat ingin masuk, Nana mendorongnya ke dinding lalu menciumnya. Jeevan tak sadar bahwa ia juga ikut terhanyut oleh ciuman Nana hingga tiba tiba


"Jee, apa ini" Ucap Clancy dengan mata yang berair. Jeevan tersadar lalu mendorong Nana dengan kasar, ia ingin menjelaskan bahwa Clancy salah paham tapi Clancy langsung berlari dengan kencang.


Clancy terus berlari keluar sambil menangis membuat pandangannya buram. Ia tak sadar bahwa sekarang sedang berhenti di tengah jalan yang ramai.


"Clancy awas!!!" Ucap Jeevan lalu buru buru menyampiri Clancy tapi


Bruk


🐚 Bersambung


Aduh gimana Clancy ya?


Jangan lupa


Rate bintang lima. Vote juga biar author makin semangat buat novel ini. Klik favorit kalau kalian suka dengan Novel ini. Kasih Author boom like juga ya.


Grazie~Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2