I Always Smile In Front But Not Behind

I Always Smile In Front But Not Behind
Part 33


__ADS_3

Setelah selesai membeli bakso, Jeevan langsung masuk kedalam ruang kerja dan melihat Clancy yang sedang menelepon Ola. Clancy memberi isyarat untuk membuka bakso dan menaruhnya di mangkuk. Jeevan tersenyum melihat Clancy yang duduk di kursinya.


"Cla di makan itu baksonya" Ucap Jeevan begitu Clancy selesai menelepon Ola. Clancy memakan dua buah bakso lalu ia menyingkirkan bakso tersebut.


"Lho kok cuma makan dua aja?" Ucap Jeevan bingung


"Kamu aja yang makan aku udah kenyang. Kalau gitu aku pergi ke butik dulu bye" Ucap Clancy lalu ia berdiri dan mengecup pipi kanan Jeevan.


"Astaga, sabar Jeevan sabar" Ucap Jeevan lalu ia dengan terpaksa memakan bakso.


Clancy naik ke mobil dan melihat Jackson tertidur di mobil dengan tas sebagai bantalan. Clancy mengambil bantal kecil di pahanya.


"Kamu ikut kakak aja ke butik. Disana ada kamar kamu kan" Ucap Clancy setelah memberikan bantal.


Jackson hanya mengikuti perkataan Clancy. Sesampainya di butik Jackson langsung ke lantai tiga sedangkan Clancy menghampiri Ola yang kebetulan lewat.


"Kak gimana persiapannya?" Ucap Clancy menanyakan persiapan yang dia serahkan pada Ola dan Kate


"Yang udah sih cuman barang dekorasi, bunga papan undangan" Ucap Ola memberitahu tentang persiapan


"Ok, deh kalau gitu aku tinggal cek catring makanan kan lalu apa lagi?" Ucap Clancy menanyakan tugasnya


"Iya, kamu cek catring makanan aja biar yang lainnya kita urus" Ucap Ola menyarankan. Clancy setuju karena mengingat perkataan Dokter

__ADS_1


Clancy pergi ke atas untuk melihat Jackson. Saat masuk ke ruangan Jackson ia melihat Jackson sedang menidurkan kepalanya di meja. Clancy tau bahwa Jackson begitu karena memakan rujak yang ia berikan.


"Makanya jadi orang itu yang kuat nanti kalo kakak meninggalkan kamu gimana kamu bisa mandiri" Ucap Clancy lalu ia mengusap rambut Jackson dengan lembut.


"Kakak berniat meninggalkan Jack?" Ucap Jackson yang langsung menegakkan kepalanya.


"Mungkin saja kakak akan meninggalkan kamu dalam waktu dekat soalnya kakak bermimpi melihat semua orang menangis di rumah sakit" Ucap Clancy lalu ia keluar dari ruangan Jackson


"Ini gak bagus aku harus menjaga kakak dengan ketat. Pokoknya jangan sampai kakak meninggalkan aku sendirian disini" Ucap Jackson dalam hatinya. Jackson mulai fokus pada pelajaran yang ia ulang.


Clancy dan dua pegawainya bersiap untuk pergi mengecek makanan catring. Sesampainya di catring mereka mencicipi makanan tersebut. Clancy mengatakan untuk mengurangi sedikit garam agar tak terlalu asin. Clancy lalu kembali ke butik untuk melihat Jackson.


"Permisi, Bu ini ada paket untuk ibu" Ucap Pegawai tersebut sopan lalu pergi kembali ke bawah.


"Kira kira isinya apa ya?" Ucap Clancy dengan senang. Ia sangat senang, ia mengira Jeevan yang mengirimkan paket. Clancy membuka kotak itu lalu ia langsung membuka dengan cepat paket tersebut dan...


Clancy berteriak sambil melempar kotak tersebut persis seperti teror waktu itu tapi kali ini lebih menyeramkan. Isi kotak tersebut adalah boneka dengan wajah seram. Mulut yang robek, mata yang tercungkil, memegang pisau kecil, dengan tubuh dibaluti dress kecil yang banyak sekali darah segar.


Ola, Kate, Jackson langsung keruangan Clancy begitu mendengar suara teriakan yang sangat menggema. Mereka bertiga menenangkan Clancy. Jackson mengambil boneka tersebut lalu merobek semuanya hingga busa dari boneka tersebut berantakan bahkan boneka tersebut terobek menjadi dua bagian saking Jackson marahnya.


"Aku janji, aku akan menemukan orang tersebut lalu memenggal kepalanya atau membunuhnya dengan tanganku sendiri" Ucap Jackson lalu dia membanting pintu dengan keras


"Astaga!!" Ucap Ola dan Kate terkejut sedangkan Clancy pingsan dipelukan Ola

__ADS_1


"Ya ampun, Clancy bangun hei hei!!!" Ucap Ola sambil menepuk nepuk pipi Clancy


"Kate, telepon Jeevan sekarang!" Ucap Ola panik. Kate langsung menelpon Jeevan tapi Jeevan tidak mengangkat teleponnya. Kate menghubungi Kevin


"Kak , kakak tarik kak Jeevan sekarang" Ucap Kate dengan nada super cepat membuat Kevin bingung


"Hei, tenangkan dirimu. Tarik nafas buang" Ucap Kevin lalu Kate mengikuti perkataan Kevin setelah itu ia berbicara.


Kevin yang mengerti langsung berlari ke tempat Jeevan sedang mengoperasi pasien. Kevin langsung menerobos masuk.


"Woii Jeevan istri Lo pingsan!!" Ucap Kevin dengan keras lalu terduduk di lantai karena lelah berlari dari lantai satu hingga lantai dua bahkan Kevin sering sekali menabrak para pasien, perawat, dan dokter.


Jeevan yang mendengar perkataan Kevin langsung berlari meninggalkan operasi lalu membuka semua baju operasinya sambil berlari. Jeevan menggunakan kecepatan penuh. Sesampainya di butik langsung pergi ke ruangan Clancy.


Brak


Jeevan membuka pintu dengan kasar. Ola dan Kate sampai kaget sedangkan Clancy masih setia tertidur tenang alias pingsan.


"Bagaimana keadaannya kak?" Ucap Jeevan yang terlihat sekali dari wajahnya sangat menghawatirkan Clancy


🐚 Bersambung


Guys tersisa dua episode lagi dan sebentar lagi akan tamat cerita ini. Coba kalian tebak endingnya sad ending atau happy ending nanti saat di ending author bakal kasih tau siapa yang benar menebak endingnya.

__ADS_1


Rate ya bintang lima. Vote juga biar author makin semangat buat novel ini. Klik favorit kalau kalian suka dengan Novel ini. Kasih Author boom like juga ya.


Grazie~Terimakasih


__ADS_2