I Always Smile In Front But Not Behind

I Always Smile In Front But Not Behind
Part 27


__ADS_3

Setelah melihat sunset, mereka langsung kembali ke villa. Sesampainya di villa, Clancy langsung ke kamar dan turun kembali.


"Kamu ngapain naik ke atas" Ucap Jeevan sambil melepaskan jaketnya


"Aku, charge ponsel" Ucap Clancy lalu ia duduk di sofa dan menyalakan televisi


"Kamu mau menonton film lagi?" Ucap Jeevan duduk di sebelah Clancy


"Iya, menonton film ini" Ucap Clancy sambil menunjukkan CD film


Akhirnya mereka menonton film yang dipilih oleh Clancy tentang megalodon, hiu purba. Setelah film selesai Clancy beranjak ke dapur.


"Kamu mau ngapain?" Ucap Jeevan bingung dengan Clancy yang berjalan ke dapur


"Aku mau makan apel, kamu mau?" Ucap Clancy karena saat kemarin ia melihat banyak buah


"Boleh deh" Ucap Jeevan menyetujui


Clancy mengambil dua apel lalu mencucinya. Setelah mencuci ia mulai memotong buah apel tersebut lalu menaruhnya di piring kecil.


"Ini" Ucap Clancy membawa satu piring kecil dan dua garpu


Mereka berdua makan buah dengan tenang tanpa ada pembicaraan. Clancy langsung membawa piring buah ke wastafel dan mencucinya. Tiba tiba Jeevan memeluknya dari belakang.


"Aku boleh melakukannya kembali tidak" Ucap Jeevan berbisik tepat di telinga Clancy. Clancy yang mengerti langsung membalikkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya ke leher Jeevan.

__ADS_1


Jeevan mencium bibir Clancy dengan penuh kelembutan lalu mulai turun ke leher dan memberi beberapa jejak. Jeevan menghentikan aktivitas mereka lalu mengangkat tubuh Clancy dan membawa Clancy ke kamar untuk melanjutkan aksinya. Mereka hingga tengah malam dan berhenti ketika Jeevan melihat Clancy kelelahan.


"Tidurlah, kamu lelah sekali" Ucap Jeevan lalu mengusap keringat Clancy


Clancy tertidur pulas sedangkan Jeevan masih terjaga. Ia memperhatikan wajah Clancy yang tertidur dengan tenang, ia senang melihat Clancy yang tertidur.


"Maaf ya membuat kamu kelelahan" Ucap Jeevan lalu mengecup kening Clancy dan memeluknya. Kemudian Jeevan ikut tertidur.


Clancy terbangun dengan tubuh yang terasa mati rasa lelahnya. Ia melihati Jeevan yang tertidur dengan wajah bayi, tanpa sadar tangan Clancy berada di dada Jeevan.


"Kau sedang apa hm" Ucap Jeevan masih dengan mata tertutup


"Memangnya, aku melakukan apa?" Ucap Clancy masih tidak sadar


"Hah hah, makasih sayang" Ucap Jeevan memegang pipi Clancy sedangkan Clancy tersipu mendengar ucapan Jeevan


Jeevan membawa Clancy ke kamar mandi. Mereka berdua melakukan ritual mandi bersama. Setelah selesai mandi, Clancy turun kebawah untuk memasak sarapan. Kali ini Clancy memasak omelet.


"Wah, kamu tahu saja aku sedang ke pengen omelet" Ucap Jeevan ketika sampai di meja makan.


"Kalau begitu makan yang banyak" Ucap Clancy lalu ia mengambil piring Jeevan dan mengambilkan nasi.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Sekarang Jeevan dan Clancy sampai di bandara Soekarno-Hatta. Mereka berdua baru saja sampai dari honeymoon.


"Hei, kalian pasti lelah" Ucap Nara ketika mereka berdua sampai. Ia menunggu Clancy dan Jeevan bersama Jackson

__ADS_1


"Iya, kita habis dari perjalanan jauh" Ucap Jeevan menjawab perkataan ibunya


"Kakak, Jack kangen banget tahu" Ucap Jackson sambil memeluk Clancy. Clancy langsung balas pelukan adiknya.


"Ayo, kita pulang kalian berdua pasti kelelahan" Ucap Nara lalu mereka semua naik ke mobil sedangkan barang barang mereka sudah di angkat oleh supir ke bagasi.


Sesampainya di rumah, Jeevan menurunkan barang barang sedangkan Clancy duduk di sofa karena dipaksakan oleh Nara. Nara yang melihat Clancy tadi di bandara dengan wajah pucat langsung berencana membuatkan teh hijau.


"Hei, yang baru pulang dari honeymoon kok datang dengan wajah pucat sih" Ucap Rendy yang turun bersama Tony ketika mendengar suara mobil


"Iya, capek perjalanannya jauh banget" Ucap Clancy tertawa


Rendy menyampiri Clancy lalu memeluk. Rendy sangat menyayangi Clancy dan Jackson ketika mereka masih kecil.


"Kak Jeevan pasti melakukannya dengan kasar" Ucap Tony secara frontal. Nara yang baru datang langsung mencubit lengan Tony


Clancy yang malu menyembunyikan wajahnya di pelukan Rendy. Nara menaruh teh hijaunya di meja lalu Clancy meminumnya pelan pelan karena masih panas.


Setelah selesai, Clancy naik ke atas untuk beristirahat. Sampai di kamar, Jeevan menarik Clancy ke tempat tidur dan memeluknya


"Tidurlah, maaf ya tadi aku meminta jatah saat mau berangkat" Ucap Jeevan meminta maaf karena sebelum berangkat ke bandara Jeevan meminta jatah terlebih dahulu.


"Tak apa, aku mau tidur" Ucap Clancy lalu memejamkan matanya.


🐚 Bersambung

__ADS_1


__ADS_2