
"Gak kakak suruh juga aku ikut pasti" Ucap Jackson karena memang setiap kakaknya pergi pasti dia juga ikutan
"Jack kamu mau sekolah lagi?" Ucap Jeevan membuat Jackson senang jujur Jackson terkadang suka bingung ia mau ngapain.
"Boleh kak?" Ucap Jackson yang membuat kedua orang tersebut tertawa kecil
"Tentu saja boleh. Memangnya kamu gak mau? padahal kamu sering bilang mau sekolah" Ucap Clancy sengaja menggoda adiknya
"Ihh apaan sih kak. Aku mau kok" Ucap Jackson tak terima kakaknya menggoda dirinya.
"Besok setelah fitting baju dan selesai membeli kebutuhan butik bagaimana?" Ucap Clancy yang disetujui oleh Jeevan. Jackson senang ada yang mengerti kakaknya
Jackson pun keluar dari kamar. Di luar ia bertemu Tony yang mengajak dirinya untuk bermain play station.
"Mau main play station?" Ucap Tony karena ya kakaknya sibuk dengan pekerjaan jadi dia selalu bermain sendiri
"Boleh deh" Ucap Jackson lalu ia pergi ke kamar Tony untuk bermain di kamar Tony
Sedangkan di dalam kamar sangatlah sunyi tidak ada suara karena kedua orang tersebut. Mereka sibuk masing masing Jeevan yang sibuk dengan tab miliknya dan Clancy yang masih melihat barang barang.
"Kalau tak bisa satu hari juga tak apa Clancy" Ucap Jeevan lalu menaruh tabnya di atas nakas lalu memeluk Clancy dari belakang
"Aku jadi susah dong geraknya. Minggir dulu" Ucap Clancy menggoyangkan tubuhnya pelan bermaksud untuk dilepas oleh Jeevan tapi karena tak mau dilepas Clancy terpaksa menaruh ponselnya lalu membalikkan badannya dan bibir nya menyentuh bibir Jeevan
Jeevan memundurkan kepalanya agar memberi jarak antar dirinya dengan Clancy. Lalu Jeevan menarik kepala Clancy pelan untuk bersandar di dadanya.
"Kamu gak boleh lelah jadi sekarang istirahat saja Ok. Sisanya biar di urus sama Ibu ya" Ucap Jeevan lalu mengelus rambut Clancy yang bersandar di dadanya
Clancy bersandar di dada bidang Jeevan lalu melingkarkan tangannya di pinggang Jeevan. Ia sudah mulai merasakan perasaan suka dengan Jeevan
"Makasih,karena kamu udah membuat aku mulai membuka diri untuk kamu dan kamu juga sudah bikin aku nyaman" Ucap Clancy mengeratkan pelukannya sementara Jeevan tersenyum senang bisa mendapatkan hati cinta pertamanya
__ADS_1
Jeevan membaringkan tubuhnya dan Clancy. ia memeluk erat Clancy sedangkan yang dipeluk hanya diam saja. Jeevan memberi jarak kepada mereka lalu ia mengecup kening Clancy.
"Kita ke supermarket hari ini ya, soalnya aku lihat di kulkas bahan makanan udh abis" Ucap Clancy yang dibalas anggukan oleh Jeevan
Tiba tiba di luar hujan karena memang tadi awan sudah berwarna abu abu. Jeevan memakai jaketnya selesai ia melihat Clancy sibuk mencari cari sesuatu.
"Kamu cari jaket ya?" Ucap Jeevan karena mungkin saja Clancy mencarinya dan ternyata tebakannya benar
"Ya apa kamu tahu?" Ucap Clancy yang masuk berjongkok di depan lemari
Jeevan menjawab ia tak tahu tapi langsung memberikan jaketnya dan mengenakannya kepada Clancy. Alu ia menggenggam tangan Clancy
"Ayo" Ucap Jeevan lalu mengambil kunci mobilnya dan menggenggam tangan Clancy
Dibawah ada Ibu dan Ayah Jeevan mereka yang melihat Jeevan membawa kunci mobil akhirnya bertanya
"Kalian mau kemana" Ucap Ayah bertanya
Mereka berjalan ke garasi. Sesampainya di garasi Jeevan membukakan pintu untuk Clancy, Clancy masuk dengan senyum di wajahnya. Jeevan berputar lalu masuk kedalam mobil.
"Oh ya besok kamu sama Jack tunggu di gedung aja kita sama sama aja karena kamu pasti belum tau jalan ke butik" Ucap Jeevan yang memang Clancy belum tahu jalan ke butiknya
sesampainya di supermarket, Clancy langsung mengambil troli sedangkan Jeevan dia masih mencari tempat parkir. Setelah mendapat tempat parkir ia langsung mengambil alih troli yang sudah terisi beberapa bahan makanan. Setelah dua puluh menit mereka akhirnya selesai berbelanja. Sesampainya di rumah Jeevan dan Clancy memasukkan barang barang ke kulkas
"Jee" Ucap Clancy memecah keheningan
"Ya kenapa?" Ucap Jeevan menoleh sebentar lalu membantu memilah lagi
"Sebaiknya kamu pecat saya kedua pelayan itu,bukan karena aku tak suka tapi aku mau mereka lebih menikmati masa masa indah mereka sebelum mereka terlalu sepuh" Ucap Clancy karena memang pelayan di rumah Jeevan berumur 58 dan 60
"Baik banget sih kamu" Ucap Jeevan sedikit mencubit hidung mancung Clancy
__ADS_1
Setelah merapikan mereka dengan segera mencari kedua pelayan tersebut karena demi kebaikan mereka sendiri dan sang pelayan pun mengerti. Jeevan juga memberikan upah yang banyak untuk hidup dengan keluarga mereka
"Kalian kenapa kayak lega gitu? Terus kenapa pelayan nya pergi" Ucap Jackson yang turun untuk mengambil minum
"Ya kasihan Jack. Mereka sudah tua jadi harus menikmati masa tua dong gimana sih" Ucap Clancy sambil tersenyum dengan ucapan Jackson
"Hehe" Ucap Jackson menunjukkan gigi putihnya
Jackson dengan cepat mengambil minum lalu segera naik keatas tapi pertanyaan kakaknya membuat dia berhenti untuk menaikkan tangga
"Kamu kok bawa dua minuman sama cemilan,buat siapa?" Ucap Clancy yang memperhatikan isi nampan yang dibawa oleh Jackson
"Aku sama kak Tony lagi main game di kamar kak Tony" Ucap Jackson tersenyum lalu kembali melanjutkan perjalanan ke kamar Tony
"Aku masak buat makan malam dulu" Ucap Clancy lalu meninggalkan Jeevan yang sedang menonton
🐚 bersambung
Guys part selanjutnya aku mau buat mereka persiapan pernikahan bantuin author dong yang bingung milih nih buat baju pengantin wanita nya dan cincin pilih ya
Tolong bantuin ya reader. Jangan lupa untuk
Rate bintang lima. Vote juga biar author makin semangat buat novel ini. Klik favorit kalau kalian suka dengan Novel baru aku ini
__ADS_1
Thank you 🙏😘