I am Queen bukan antagonis

I am Queen bukan antagonis
10. Indahnya bersamamu


__ADS_3

Setelah tiga hari berlalu. Raja selalu saja cemberut bahkan ia jarang makan dan sang Ratu hanya diam saja tidak memperhatikannya meskipun para istri lainnya selalu bawel kepada Raja memperingatkan tentang kesehatannya tetap saja Raja ingin Ratu yang memperhatikannya. Namun, itu tidak pernah terjadi karena Ratu telah di mabuk asmara oleh Raja Ototami yang diam-diam mengirimkan sebuah surat dan surat itu sekarang di pegang Raja.


"Mengapa sakit sekali," raja terus saja berteriak ia sangat kesal sekali apalagi disaat memegang dadanya terasa sesak. 


Sementara itu sang Ratu tersenyum-senyum sendiri dan hal itu dilihat oleh ketiga Putrinya.


"Ibunda kenapa?" Tanya Putri Cantika penasaran.


"Jatuh cinta yah?" goda Putri Aruna.


"Kalian masih kecil," ketusnya.


Mereka cemberut mendengarnya. "Mau jalan-jalan?" Tawar Putri Biana.


"Di istana ini?" Mereka mengangguk.


"Bosan. Mending di kerajaan lain."


"Apakah ibunda Ratu jatuh cinta kepada Raja baru itu?" Tanya Putri Aruna penasaran.


Queen terkekeh mendengarnya. "Itu rahasia ...."


Mereka kesal mendengarnya. "Kalau begitu mari berjalan-jalan bersama Putri ibunda ...," Rengek Putri Cantika yang selalu menempel kepadanya.


"Baiklah," mereka tersenyum mendengarnya.


Ketiga putri ini memanglah sangat baik, mengajak Queen berkeliling istana ini. Sungguh Queen kagum dengan semua ornamen di istana ini sangatlah cantik, elegan seperti di negeri dongeng.


"Makasih kepada Ibunda Ratu yang sudah menyadarkan ayahanda tentang kesalahannya. Bahkan, kami terharu ayahanda sekarang menjadi perhatian serta lebih banyak meluangkan waktunya kepada kami," jelas Putri Aruna dengan air mata yang membasahi wajahnya.


Queen tersenyum mendengarnya. "Tidak masalah lagi pula itu sudah tugas ibunda untuk mengingatkan Raja."


Ketiga putri itu tersenyum kagum melihat Ibunda Ratu yang sangat berbeda dengan yang dulu, sekarang ibunda Ratu lebih bersih, lebih cantik, lebih baik dan lebih dari ibunda Ratu yang dulu sangat jahat dan licik.


Disaat ketiga putri itu selalu menatap kagum ibundanya. Queen malah terpukau di saat melihat air yang sangat bersih itu berada tidak jauh darinya.


"Apakah itu sungai?" Tanya Queen penasaran saat melihat sungai yang begitu bersih airnya dan juga harum.


Ketiga putri itu terkekeh kecil. Sungguh Ratu memang sudah lupa semuanya. Bahkan, di setiap perjalanan mereka harus menjelaskan setiap ruangan di istana ini.


"Bukan seperti itu ibu. Itu kolam pemandian, khusus untuk Raja, istri Raja serta anak-anak Raja saja," jelas Putri Cantika.


"Wow," Queen sangat terpana. Dirinya jadi ingin menyentuhnya. Disaat Queen menyentuh air ini, seketika air kolam ini menjadi warna emas sangat berkilau membuat semua orang berhenti melihatnya.

__ADS_1


Mereka yang berjalan pun ikut berhenti disaat kolam ini berubah menjadi air berwarna emas yang berkilau sampai aromanya benar-benar wangi bagaikan wangi Syurga. Seisi istana langsung heboh, disaat mencium aroma ini.


Mereka terus mengikuti aroma yang sangat wangi ini sampai Raja serta kedua Selirnya ikut mengikutinya dari belakang. Mereka terpanah ketika melihat sang Ratu menenggelamkan kedua kakinya dengan gaun yang sedikit terangkat memperlihatkan kedua paha putih serta mulusnya. Mereka tidak kalah terkejutnya.


"RATU!" teriakan Raja membuat semua orang menundukkan kepalanya. Raja langsung turun kedalam air seketika air itu menjadi putih bersih kembali. Raja memangku Ratu, setelah itu membenarkan gaunnya kembali menutupi bentuk tubuhnya.


Kedua sorot mata Raja penuh amarah. Queen melihatnya bingung. Bahkan ketiga putri Raja sekali pun tidak berani mendongakkan kepalanya.


"KENAPA KAU BERBUAT SEPERTI ITU, HAH? KENAPA BISA-BISANYA KAU MEMPERLIHATKAN TUBUHMU DISAAT AKU SAJA BELUM PERNAH MELIHATNYA! AKU TIDAK SUKA HAL ITU!" mereka tidak menyangka Raja akan semarah itu kepada Ratu. Bahkan kedua Selir Raja menatap Raja tidak percaya.


"KATAKAN!" Queen tersenyum manis, ternyata Raja ini tipe cemburuan. Queen menang sekarang. Hanya saja dirinya harus perlahan-lahan menyelesaikan misi ini.


"Aku hanya ingin menyentuh air ini karena begitu bersihnya."


Raja menyipitkan kedua matanya. "Aku tidak berbohong."


Raja menghela nafas. "Kenapa air sungai itu menjadi air emas? Dan kenapa wanginya bagaikan wangi Syurga? Ada apa dengan tubuhmu?" Tanya Raja penasaran.


Queen menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu."


Tiba-tiba saja tabib datang dengan panglima. "Apakah wangi Syurga tadi berasal dari sini?" Raja melihat langsung kearah tabib yang bertanya kepadanya.


"Itu benar dan air kolam ini menjadi emas tabib. Ada apa dengan Ratuku?" Seketika semua orang melongo tidak percaya dengan apa yang Raja katakan 'Ratuku' mereka benar-benar tidak menyangka Raja akan semanis ini. Bahkan Selir Sayinat saja belum pernah di perlakukan seperti itu.


"Kenapa bisa begitu? Bahkan air kolam ini bukanlah kolam kejujuran tabib. Mungkin hanya kebetulan atau sinar dari gaunku ini," jelas Queen.


Tabib itu tersenyum sangat manis kepadanya. Raja geram melihatnya. "Jangan tersenyum berlebihan seperti itu atau aku patahkan semua gigimu itu!" Ancam sang Raja menunjuk wajah tabib.


Mereka semakin yakin Raja memang sudah mempunyai benih-benih cinta kepada sang Ratu hanya saja di tutupi dengan kebencian serta sikap tidak pedulinya.


Raja terus memperhatikan Queen. Sementara yang di perhatikan malah asik dengan dunianya sendiri. Queen terus melihat kolam air yang sangat jernih ini, dirinya sangat penasaran sekarang. Queen memasukan ujung jari kakinya ke dalam kolam, seketika airnya langsung menjadi air emas dengan wangi Syurga yang memabukkan mereka.


Raja geram ia tidak mau Queen memperlihatkan tubuhnya lagi meskipun itu hanya ujung jarinya sekalipun. Raja menarik pinggang Queen memeluknya sampai Queen menubruk dada bidang Raja.


"Wow," mereka sangat terkejut sekaligus kagum dengan sikap Raja yang berani berbuat manis kepada Ratunya seperti itu. Ini baru pertama kalinya mereka melihat Raja bermesraan dengan para istrinya biasanya selalu sembunyi-sembunyi seperti Selir Sayinat yang sekarang sedang di landa api kecemburuan.


"Diam atau aku akan menghukum mu!" Tegasnya menatap tajam kedua mata Queen.


***


Sekarang Queen terkurung di kamar Raja bukan di kamar dirinya. Queen frustasi mengapa sikap Raja seperti itu kepadanya. Kepala Queen pusing memori-memori masa lalu terlihat jelas di kepalanya.


Queen sekarang bisa melihat masa lalu tubuh sang Ratu ini. Bahwa Raja memang tidak pernah menginginkan dirinya, tidak pernah meluangkan waktu bersamanya, tidak pernah menganggapnya ada, tidak mau melihat wajahnya. Bahkan Raja selalu menghindarinya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tiba-tiba saja Raja sudah ada di hadapannya. Menatapnya penuh ke khawatiran.


Queen menggelengkan kepalanya. Ia membenarkan kembali rambut yang di Jambak dirinya.


"Aku ingin ke kamarku!" Tegas Queen.


Disaat Queen ingin turun dari ranjang yang besar ini tiba-tiba saja tangannya di cekal erat oleh Raja, Queen menatapnya kesal.


"Berikan hakku!" Queen menatapnya tidak percaya.


"Hak apa?" Tanya Queen dengan meninggikan suaranya, pura-pura tidak tahu dengan apa yang diinginkan Raja.


Raja menarik pinggang Queen mendekatkan dirinya supaya bisa melihat lebih dekat wajah tampannya. Hidung mereka bersentuhan, Raja menatap dalam kedua mata indah Queen.


"Bukankah kau tadi mengingatkanku akan kewajibanku dalam melayani setiap istri-istri ku? Sekarang waktunya aku melayani dirimu. Bagaimana?" Queen melotot tidak percaya. Dirinya langsung mendorong tubuh sang Raja sampai tertidur di ranjangnya sendiri bersama tawanya.


Tiba-tiba saja tubuh Queen tidak bisa di gerakkan. Raja bangun dari tidurnya, tersenyum manis ketika melihatnya kaku seperti itu.


"Kau jangan menolakku karena aku tidak menyukai penolakan. Berikanlah hakku," Queen takut bahkan ini bukan tubuhnya. Hanya saja raganya sekarang berada di tubuh sang Ratu ini, bagaimana mungkin Queen bisa lepas dari tubuh ini.


Queen melotot disaat Raja mencium bibirnya lebih dalam bahkan sangat dalam. Queen tidak bisa bergerak apapun. Setelah Raja mencubit lehernya akhirnya Queen bisa bergerak. Raja semakin menekan belakang kepala Queen tautan bibir mereka berdua semakin dalam.


Queen pasrah saja dari pada dirinya harus mati terbunuh disini. Setelah melepaskan tautan itu Raja tersenyum manis kepadanya.


"Sekarang kau canduku," Queen bergidik ngeri mendengarnya. Apa yang telah di katakannya sangatlah mengerikan.


Perlahan-lahan Raja membuka tali belakang gaun Queen. Bagian kedua lengan Queen Raja turunkan sampai memperlihatkan keindahan disana, Raja tersenyum manis. Lalu memeluknya dan mencumbu bibirnya.


Queen tidak bisa apa-apa sekarang. Queen sengaja di tidurkan, sikap Raja sangatlah lembut dan penuh perhatian kepadanya. Queen benar-benar muak ingin meloncat dari raganya saja.  


"Hanya sakit sesaat percayalah. Nikmati saja sayang ...."


Apa? Nikamati? Sayang? Sungguh Queen geram mendengarnya. Jika bukan dirinya berada di tubuh sang Ratu sudah Queen hajar sampai mati laki-laki ini.


Ah ....


Queen terkejut disaat lehernya di gigit sampai menimbulkan kemerahan disana. Raja itu tersenyum mesum.


"Suara mu cukup indah. Mungkin ini akan berlangsung lama," ucapnya lembut sambil mengacak-acak rambut Queen yang badannya sudah di tindihnya.


'Ku mohon keluarkan aku dari tubuh ini!!!!' teriak batin Queen merasa takut dengan sikap mesum sang Raja.


Selamat menikmati malam yang indah teruntuk Raja dan Ratu ... Semoga malam kalian menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2