
Di lain tempat kerajaan Raja Arkatama terlihat Rakyatnya begitu kesal karena belum ada kepastian tentang pemilihan Ratu dan juga pameran yang akan terjadi di negerinya ini.
Para menteri yang susah payah berusaha menenangkan Rakyat bersama Selir Raia dan anak-anaknya masih saja tidak bisa berjalan dengan baik. Sementara Selir Sayinat malah berduaan bagaikan pengantin baru tanpa mau keluar kamar bersama Prajurit Kimura serta para pelayan dan prajurit yang menjaga di depan kamar ini.
"Aku bisa saja langsung menjadi Raja. Namun, aku tidak mau gegabah soal itu," gumam Prajurit Kimura mencium pipi kanan Selir Sayinat sekilas.
Selir Sayinat tersenyum. "Aku bosan menjadi Selir kesayangan Raja. Aku mau menjadi Ratu kesayanganmu."
Prajurit Kimura tersenyum manis. "Kalau kerajaan ku tidak di renggut olehnya pasti aku sudah menjadi Raja dan kau menjadi Ratuku."
Selir Sayinat melihat kesedihan tercetak di wajahnya. Ia langsung memeluk suami pertamanya itu, mereka saling memberi kehangatan.
Prajurit Kimura jadi mengingat kejadian dulu disaat Raja Arkatama dengan serakahnya membelah negri ini dengan kemampuan perang serta kejeniusannya.
Semua Prajuritnya nyaris di bunuh, baik itu menteri dan yang lainnya. Raja Arkatama sangat cerdas, ia menyerang segala sisi tanpa sepengetahuan siapapun, bahkan Raja Arkatama sudah membuat Rakyatnya tunduk bahkan ayah dari Prajurit Kimura yang ternyata adalah putra mahkota itu di bunuh.
Sekarang kerajaan itu sudah takluk menjadi milik Raja Arkatama apalagi kerajaannya merupakan kerajaan terbesar penghasil beras dan juga makanan lainnya karena tanahnya yang begitu subur.
Bahkan, Prajurit Kimura adalah seorang mahkota ia pergi bersama beberapa Prajuritnya dengan istrinya itu yang baru saja menikah dan akan melangsungkan malam pertama harus di ganggu karena Raja Arkatama menyerang kerajaannya yang belum siap apapun. Sehingga kerajaan ini menjadi miliknya begitu pedih dirinya waktu itu tidak bisa melakukan apapun.
"Aku akan kembali dan melakukan hal sama seperti dirimu," desis Pangeran mahkota kimura mulai dendam dengan sang Raja.
Prajurit Arkatama mulai sadar dari pikirannya yang mengingat masa lalunya itu. Ia beruntung bisa memiliki Selir Sayinat meskipun harus berbagi ranjang dengan Raja Arkatama merupakan musuhnya hanya demi membuat kerajaan ini menjadi miliknya.
"Rencana kita sudah matang tinggal melangsungkan aksinya saja."
Selir Sayinat tersenyum. "Kamu mengingat kejadian itu lagi kan?" Tanya Selir Sayinat penasaran.
Prajurit Kimura itu menggelengkan kepalanya, namun Selir Sayinat bisa melihat matanya berkaca-kaca.
"Jangan berbohong ...."
Prajurit Kimura langsung memeluk erat Selir Sayinat. "Aku beruntung bisa memiliki mu. Karena dirimu rencana ini mengalir dengan sempurna Raja bodoh itu terpesona akan dirimu dan kau sangat luar biasa dalam merayu laki-laki apalagi kau membuat Raja dan Ratu semakin menjaga jarak baik dulu atau pun sekarang."
Selir Sayinat terkekeh. "Tidak masalah itu hal yang mudah. Tapi berjanjilah bahwa aku akan menjadi Ratumu dan bukan Selir mu," prajurit Kimura mengangguk dengan senyumnya.
Selir Sayinat jadi teringat akan perlombaan itu, ia mengerutkan alisnya. Lalu, menatap suami pertamanya itu dengan bingung.
"Ada apa?"
"Bagaimana jika Ratu antagonis itu menang dalam perlombaannya?"
Prajurit Kimura terkekeh. "Tidak masalah lagi pula itu tidak bisa merubah kebencian Rakyat kepadanya apalagi dia pasti membawa koin emas yang banyak dan koin itu akan menjadi milik kita, kan?"
Selir Sayinat tersenyum malu. "Iyah lagi pula aku sudah menyimpan banyak koin serta berlian untuk kita nanti."
Prajurit Kimura mengelus wajah Selir Sayinat, lalu tanpa di ketahui Selir Sayinat Prajurit Kimura tersenyum licik.
__ADS_1
'Menurutmu aku akan menjadikanmu menjadi Ratu? Bahkan aku bosan dengan dirimu dan tubuhmu itu sudah banyak di gagahi oleh musuhku. Bahkan, aku lebih tertarik dengan Ratu dari pada dirimu dan aku akan menjadikannya sebagai Ratuku bukan dirimu yang akan menjadi Selirku nantinya,' desis batinnya.
Entah apa yang akan terjadi di masa depan nanti kita tidak tahu, bahkan seorang penulis pun yang masuk kedalam novelnya sendiri mati-matian untuk mengubah alurnya.
Bahkan dengan bodohnya Queen meninggalkan kesempatan disaat Raja ototami mencintainya sehingga Putri Bella Shofie ingin menjadikannya sebagai Ratu dan Queen menolaknya sehingga alur cerita ini akan sulit untuk bisa ia rangkai seperti dulu.
***
Setelah selesainya acara pernikahan Raja Ototami sempat bingung dengan pulangnya terlebih dahulu Queen bersama Raja Arkatama dengan alasan istrinya sakit.
"Ada apa dengan sang Ratu?" Tanyanya bingung.
Putri Bella Shofie yang sudah menunggu Raja Ototami di kamar ini ia menangis sehingga membuat Raja Ototami panik dan mendekat kearah Ranjang ini.
"Ada apa?"
Sorot mata istrinya itu tampak sedih kepadanya. "Jujur apakah Raja mencintai wanita lain?" Raja Ototami terpenjat kaget.
"Kamu bisa tahu dari mana?" Istrinya itu tersenyum kecut.
"Aku paham aku tidak secantik dirinya dan tidak mempunyai bakat sebaik itu. Namun, bisakah Raja melupakan sang Ratu itu? Bisakah kita memulai lembaran baru?" Pintanya dengan memegang kedua tangan Raja Ototami.
Raja Ototami terdiam melihat kedua mata indah itu. "Dia mempunyai posisi tertentu di hati ini jadi tidak bisa di geserkan. Namun, karena kamu sudah menjadi istriku aku bisa memberimu kesempatan untuk masuk kehatiku tanpa menggeser Ratuku."
Putri Bella Shofie mengangguk paham. "Aku menjadi Ratu Raja Ototami kan? Bukannya seorang Selir?"
Detak jantung Putri Bella Shofie itu terhenti menatap tidak percaya suaminya ini.
"Jangan banyak pikiran kita lakukan saja apa yang seharusnya kita lakukan malam ini, bukan?" Seulas senyum tercetak di wajah istrinya itu yang membuatnya gemas.
Meskipun hati ini bukan sepenuhnya miliknya. Namun, Raja Ototami akan membuktikan bahwa ia akan berperilaku adil kepada istrinya itung-itung latihan untuk menambah istri lagi nanti.
Sementara itu di lain tempat Ratu dan Raja sudah sampai di istana yang heboh karena Rakyat sehingga jalannya pun sudah sekali.
Para menteri itu mencoba menjelaskan kepada Raja yang membuat Raja mengerti akan masalah ini, bahkan ia tidak melihat Selir Sayinat sama sekali.
'Mungkin dia masih sakit,' Tutut batinnya.
Padahal tanpa sepengetahuan Raja Selir Sayinat sedang memadu kasih bersama suami pertamanya apalagi dirinya hanya suami keduanya saja itu pun tanpa ia ketahui.
"USIR RATU DARI KERAJAAN INI!"
"SINGKIRKAN RATU DARI TAHTA!"
"BUNUH RATU ANTAGONIS ITU!"
Queen melotot ia tidak mengerti dengan para Rakyatnya yang menginginkan ia pergi dari kerajaan ini.
__ADS_1
Raja yang berada di balkon istana khusus bisa melihat para Rakyat yang ada di bawahnya langsung mengangkatkan satu tangannya yang mengepal mengkode mereka untuk berhenti dan benar saja mereka terdiam.
"SAYA SEBAGAI RAJA PAHAM AKAN MAKSUD KALIAN INGIN MELENGSERKAN RATU DARI TAHTANYA."
Sorakan itu lagi-lagi terdengar. Raja melirik kearah Prajurit yang memegang drum langsung saja ia bunyikan sehingga mereka diam lagi.
"NAMUN, APAKAH KALIAN MENGERTI PAMERAN ITU TIDAK AKAN BERJALAN KALAU TIDAK ADA RATU. BAHKAN RATU MEMENANGKAN PERLOMBAAN DESAIN GAUN PEGANTIN DENGAN MERANCANGNYA, SEHINGGA DI PAKAI OLEH ADIK DARI RAJA OTOTAMI."
Para Rakyat membulatkan matanya, mereka melirik kanan dan kirinya merasa tidak percaya akan apa yang dikatakan Raja.
"BUKANKAH SELIR SAYINAT YANG MEMENANGKAN PERLOMBAAN ITU RAJA?" teriakan salah satu Rakyat terdengar di telinga raja.
"SELIR SAYINAT SAKIT DAN DI GANTIKAN OLEH RATUKU. MESKIPUN BEGITU, RATUKU BISA MEMENANGKAN PERLOMBAAN INI SEHINGGA MEMBAWA 30 PETI KOIN EMAS DAN JUGA BERLIAN SEBAGAI PIALANYA YANG AKAN DI PAJANG DI MUSEUM ISTANA."
Sorak meriah terdengar begitu jelas, Queen lega melihatnya.
"DAN SOAL PAMERAN ITU SUDAH SAYA TANGINI. SEBENTAR LAGI PAMERAN ITU AKAN SEGERA DIADAKAN DENGAN PEMBERIAN 30 KOIN EMAS SANG RATU."
Lagi-lagi mereka di buat terkejut. Namun, mereka langsung terdiam disaat ada salah satu pelayan yang membisikkan sesuatu kepadanya.
"Ratu antagonis itu curang bahkan tanpa sepengetahuan Raja, Ratu antagonis itu telah berselingkuh dengan Raja Ototami sehingga dia menang dalam perlombaan itu. Bahkan, Ratu membodohi kita semua sebagai peramal padahal dia tidak mempunyai kemampuan itu. Apalagi Ratu dulu hanya tidur di kamarnya."
Bisikan itu terus saja menyebar kesatu orang dan ke orang lainnya. Sehingga membuat Rakyat mengamuk melemparkan apapun kearah sang Ratu yang berdiri di samping Raja. Sehingga Raja harus melindunginya menggunakan jubahnya untuk menghalangi serangan itu.
"CUKUP KALIAN!" mereka terkejut sekaligus merinding disaat pertama kali melihat Raja semarah itu kepadanya.
"DIAMLAH! MASALAH INI SUDAH SELESAI DAN PERGILAH DARI SINI!"
Lagi-lagi mereka di kejutkan oleh perkataan Raja.
"RAJA TIDAK MENGERTI BAHWA RATU BERSELINGKUH DENGAN RAJA OTOTAMI SEHINGGA IA MENANG DALAM PERLOMBAAN ITU RATUPUN SEORANG PENIPU!"
Mereka berteriak seperti itu membuat Queen sedih. Queen langsung pergi begitu karena hatinya sangat sakit, ia baru pertama kali di perlakukan sehina itu oleh Rakyatnya sendiri meskipun di dunia novel sekalipun.
Pelayan itu membuka jubah yang menutupi wajahnya ternyata itu pelayan Nurbaya dimana ia pelayan khusus Selir Sayinat dan juga merupakan adik dari prajurit Kimura yang dulunya adalah putra mahkota.
"Bagaimana rasanya ratu enak bukan? Ini baru permulaan dan aku tidak akan membiarkan kau menjadi seorang Ratu bahkan aku akan membiarkanmu menjadi Ratu antagonis sehingga kau akan lengser dari tahtamu," desisnya dengan senyuman licik tercetak di wajahnya dan hal itu tidak ada satu orang pun yang tahu karena yang lainnya hanya pokus meneriaki Ratu yang sudah pergi sehingga membuat Raja kesal atas itu.
komen yang banyak supaya terus update.
untuk lebih mengenal :
Ig/tiktok : mianputry1414
aku juga menulis di lapak lain :
wattapad : mianputry
__ADS_1