
Setelah mendengar bahwa Raja Ototami akan menikah dan harus ada 2 pemenang di perlombaan ini mereka semakin semangat untuk memulai merancang gaunnya kembali.
Sementara Queen malah lesu seperti tidak bersemangat seperti itu. Raja sudah mengira bahwa hal ini akan terjadi kepada istrinya dan bagaimana untuk bisa membuatnya semangat kembali padahal banyak yang suka desain gaunnya karena berbeda dengan yang lain. Namun, sayangnya gaun itu masih belum selesai juga.
"Ada apa dengan Ratumu Raja? Mengapa dia lesu sekali? Bukankah tadi sudah beristirahat yah?" Lagi-lagi para Raja yang ada di samping kanan dan kirinya bertanya seperti itu kepadanya membuatnya kesal saja.
"Semangatin dong Raja, masa sama istri sendiri tidak ada rasa semangat."
Raja berdecak kesal. Ia tidak mau harus melakukan hal seperti itu sama sekali. Bahkan, sorot mata Queen menatap sedih Raja Ototami yang sedang melirik kearah Putri Bella Shofie itu yang juga tersenyum kepadanya.
"Mengapa takdirku seperti ini? Di dunia ku juga kekasihku selingkuh lebih memilih yang lain dan di dimensi ini Raja yang aku cintai malah akan menikah dengan orang lain. Bodoh seharusnya aku merubah alur ceritaku dan menikah dengan Raja Ototami bukan malah mengikhlaskannya," gumam Queen merasa kesal dengan cara berpikirnya dulu.
"Sok-soan mengikhlaskan tapi ujung-ujungnya menyakitkan!" Kesalnya.
Queen langsung duduk di tanah lapangan ini, mereka terkejut melihatnya termasuk Raja langsung berdiri menatap istrinya tidak percaya. Sikap Queen seakan-akan menunjukkan hatinya sedang patah. Apalagi sorot matanya selalu mengarah kearah raja Ototami.
"Ternyata menyakiti diri sendiri mudah, hanya mengikhlaskan orang yang kita sayang saja untuk bersama orang lain."
Raja geram sekali melihat istrinya yang diliputi rasa cemburu. Apalagi para peserta yang lain tersenyum sinis kepadanya karena rancangan gaunnya belum selesai sementara mereka hampir selesai.
"Lah kenapa dengan peserta itu? Padahal desainnya bagus banget mengapa harus diam? Bukankah itu membuang-buang waktu?" Tanya adik Raja Ototami kepada kakaknya karena melihat Queen yang diam saja.
Raja Arkatama menarik nafasnya begitu panjang ia tidak peduli dengan harga dirinya sekarang. Yang ada di pikirannya hanya satu jangan sampai ia di buat malu karena istrinya itu.
"SAYANG!!!" semua orang langsung melihat kearah Raja.
Queen melihat kearah suaminya itu bingung. "AYO SEMANGAT SAYANG! NANTI ADA HADIAH UNTUKMU DI RUMAH!"
Queen mendelik tidak suka. "AKU BERJANJI SETELAH INI KAU BEBAS AKAN MELAKUKAN APAPUN BAIK ITU KELUAR ISTANA ATAU TIDAK!"
Queen membelalakkan matanya. Ia tersenyum lebar, ini yang dia mau ternyata tidak sia-sia dirinya mengikuti perlombaan ini.
"SAYANG SEMANGAT DONG!" teriakan Raja itu membuat semua orang melongo tidak percaya.
Seorang Raja yang terkenal gagah, berani, petarung yang hebat bahkan sangat disegani dan di kagumi seluruh negeri ini berlaku sedikit manja seperti itu kepada istrinya.
__ADS_1
"Ayo semangat!!!"
Queen berdiri dari duduknya, ia menepuk-nepuk pantatnya karena kotoran yang menempel di gaunnya. Kemudian mengacungkan jempolnya dan mengedipkan matanya kepada suaminya yang tersenyum kepadanya.
Raja Arkatama akhirnya menghela nafas lega istrinya bisa semangat kembali. Sementara Raja yang lain menatapnya tidak percaya.
"Lihat apa kalian?!" Mereka langsung menundukkan wajahnya disaat mata itu menatapnya tajam.
Raja kemudian duduk kembali melihat pergerakan Queen yang sangat cepat menyelesaikan gaun itu dan semoga saja semuanya tepat waktu apalagi sore sebentar lagi.
"Mengapa istriku berbeda harus di beri hadiah terlebih dahulu," gumamnya.
...***...
Setelah perlombaan selesai. Banyak gaun yang cantik terpampang begitu jelas di lapangan ini. Namun, sorot mata mereka tidak henti-hentinya memandang kagum kepada gaun yang di buat oleh Queen sangat berbeda dengan yang lain.
Gaun itu membentuk lekukan badannya, roknya seperti rok duyung, gaunnya berwarna putih dengan emas serta berlian yang menghiasi bahkan ada kupu-kupu berwarna putih dibuatnya sehingga membuatnya sangat terlihat bagus, simpel dan elegan.
Raja Ototami melihat kagum kearah Queen.
Mereka terdiam mendengar pidato Raja Ototami yang serius. "Saya akan mengumumkan siapa pemenangnya dan yang tidak disebutkan belum berarti gaun kalian jelek. Sehingga gaun itu bisa kalian bawa pulang karena kalian sendiri lah yang membawa bahan-bahannya."
"Dan yang menjadi pemenangnya bisa membawa 30 peti emas serta piala yang terbuat dari belian tanpa di pungut biaya apapun!"
"Pemenang pertama untuk gaun adikku adalah Ratu dari kerajaan negri sebrang suami dari Raja Arkatama Waluya Nagaswara!" Teriaknya yang langsung di soraki oleh mereka semua.
Queen hanya menunduk hormat saja, ia tidak peduli mau menang atau kalah yang penting tugasnya selesai dan hatinya ini masih sakit. Apalagi Putri Bella Shofie itu terus menatap kagum Raja Ototami.
'Ah ... masa aku harus patah hati sih? padahal itu tokoh yang ada di novel ciptaanku sendiri mengapa bisa begini?' tanya batin Queen lirih.
Sementara Raja Arkatama tersenyum haru melihat istrinya yang memenangkan perlombaan ini.
"Dan juara kedua adalah putri Amira dari kerajaan haipura dan ayahnya bernama Raja Amita. Gaun itu akan di pakai oleh calon istri saya yang bertepatan kami akan menikah esok hari dan harap kalian jangan pergi terlebih dahulu, menginaplah disini setelah itu besok kalian bisa membawa hadiahnya. Terimakasih."
Queen mengelus air matanya yang membasahi wajahnya, ia baru tahu bahwa satu Minggu sudah berlalu dan mereka akan menikah hatinya sangat patah sekali.
__ADS_1
Setelah semuanya bubar. Raja Arkatama memeluk istrinya dari belakang karena istrinya terus saja berharap bahwa raja Ototami akan kembali kepadanya nyatanya tidak raja Ototami malah pergi bersama yang lain.
Queen membalikkan badannya, menatap sedih suaminya itu yang mengelus rambutnya karena tahu hatinya sedang sakit.
"Ada yang patah?" Setelah mendengar pertanyaan Raja Queen semakin menangis histeris dan memeluk Raja dengan sangat erat.
Mereka yang berlalu lalang melihat ini hanya berpikiran bahwa Ratu menangis karena terharu bisa menang dan membawa beberapa peti emas serta berlian tambahan sebagai pialanya.
"Dia akan menikah ...," Lirihnya.
Raja semakin memeluknya dengan sangat erat, sesekali mencium kepalanya dan membenarkan sela-sela rambutnya yang menghalangi wajah cantiknya dan jujur saja ada hati yang tersakiti juga disaat melihat Queen menangis yaitu Raja sendiri yang mati-matian menahan semua itu.
"Jangan menangis aku ada disini."
Queen memukul dadanya dengan kesal. Raja menatapnya bingung.
"Bohong. Buktinya Raja lebih peduli kepada selir Sayinat."
Raja tersenyum tipis. "Aku suaminya yah wajarlah."
"Tapi aku Ratu Di istana Raja. Namun, mengapa Raja tidak memperlakukan ku sama seperti nya. Bukankah sejak aku kecil raja dan aku menikah Raja berjanji kepada orangtuaku untuk menyayangiku. Mengapa Raja mengingkarinya?"
"Kamu belum tahu dan akan tahu selanjutnya sayang ...."
Dengan gemas melihat wajah Ratu yang memerah Raja tersenyum sambil mencolek ujung hidung sang Ratu. Kemudian, ia menarik pinggang sang Ratu untuk lebih dekat dengannya bahkan ia tidak peduli tengah berdiri di lapangan kerajaan lain sehingga Raja Ototami melihat keromantisan mereka dari kejauhan dan mengepalkan tangannya.
"Sialan!" Desisnya kesal terbawa api cemburu.
Bahkan, bukan hanya Raja Ototami saja, Panglima pun yang melihat itu dari kejauhan karena sebagai pengawal raja juga kesal melihat hal itu.
"Satu saingan sudah kalah malah ada lagi," desisnya kesal merasa cemburu karena raja selalu menempel pada Ratu pujaan hatinya itu.
*
komen yuk ...
__ADS_1
Ig & tiktok : mianputry1414