I am Queen bukan antagonis

I am Queen bukan antagonis
5. Selir kesayangan Raja


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam Raja belum juga datang. Benar kata mereka Raja tidak akan mau bertemu dengan sang Ratu. Raja memang sangat-sangat membencinya sampai perintah Selir kesayangannya saja di abaikan.


Queen tersenyum kecut di saat melihat kegelisahan terpancar di sorot mata Selir Sayinat.


"Raja tidak datang."


Selir Sayinat berusaha tenang. "Aku yakin Raja akan datang. Raja selalu seperti itu karena Raja sangat sibuk sekarang."


"Jadi, disaat kamu ingin bertemu dengan Raja ... Raja selalu telat bertemu denganmu?" Tanya Queen semakin penasaran.


"Memang. Karena kepentingan Rakyat dan anggota istana lebih penting. Terkadang kita harus bisa paham akan kondisi dan situasi disaat ingin bersama dengan Raja. Namun, sayangnya waktu Raja hanya untukku saja."


Queen tersenyum tipis. "Bolehkah aku pergi dari kamar ini? Aku ingin melihat luar istana sekaligus berkeliling aku hanya ingin tahu."


Selir Sayinat tertawa remeh. "Itu tidak akan pernah terjadi."


"Kenapa?"


"Karena Raja tidak akan pernah mau mengeluarkan mu dari kamar ini! Maka dari itu, Raja tidak mau menemui mu karena Raja membenci dirimu."


Queen memejamkan matanya. Dirinya punya dosa besar apa di istana ini sampai semua orang membencinya.


"Apakah aku sejahat itu?" Selir Sayinat menatap tidak percaya dengan pertanyaan konyol sang Ratu.


"Apakah kau sudah lupa ingatan?" Tanyanya penasaran.


Queen menggidikkan bahunya 'Tidak tahu.' Selir Sayinat menghela nafas berat, kemudian berdiri dari tempat duduknya. Secara tidak sengaja dirinya menginjak ujung pakaiannya sendiri sampai terjatuh mencium lantai.


"AHHH!" Teriaknya sekencang mungkin disaat wajahnya tepat mencium lantai yang kotor ini.


"SELIR SAYINAT!" Queen berteriak sekeras-kerasnya saking kagetnya. Queen langsung memegang tangannya  membantunya untuk berdiri.


Brak ....

__ADS_1


Pintu di tendang sangat kuat. Mereka berdua langsung melihat kearah pintu yang sudah terbuka sangat lebar.


Queen menatap tidak percaya disaat melihat seorang pria memakai mahkota persis seperti Raja yang sangat-sangat berkilau di penuhi dengan emas serta berlian di mahkota itu.  Bahkan pakaiannya sangat mewah sekali seperti Raja di negeri dongeng.


Mereka melihat kearah Queen dengan sorot mata kebencian disaat Queen memegang tangan Selir Sayinat yang masih terjatuh di lantai emas ini.


"JANGAN LUKAI DIA RATU BODOH!"


Raja langsung berlari. Kemudian, mengeluarkan pedangnya yang sangat panjang, mengarahkannya tepat di bawah dagu sang Ratu. Queen melihat kebencian di sorot mata itu begitu besar kepadanya.


Queen gelagapan di buatnya. Dirinya berusaha sangat tenang sekarang meskipun banyak orang yang menatapnya penuh kebencian. Selir Sayinat sudah berdiri dirinya malah menangis karena wajahnya merah bahkan hidungnya mengeluarkan sedikit darah akibat benturan itu.


"JANGAN PERNAH KAU LUKAI DIA ATAU AKAN KU HABISI DIRIMU DENGAN PEDANG MEMATIKAN INI!" Queen tidak menyangka Raja akan semarah ini.


Hatinya bergetar seakan ingin menangis disaat melihat wajah Raja ini persis seperti pacarnya dulu yang pernah berselingkuh dengannya. Bahkan Selir kesayangannya sekalipun wajahnya sangat mirip dengan wanita yang membuat hubungan mereka berdua berantakan.


'Apakah Raja tersesat juga disini? Mengapa wajahnya sangat mirip dengan Raja di hadapanku ini dan mengapa wajah Selir itu sama dengan Wajah wanita selingkuhan Raja?'


"KAU TIDAK BERANI MENJAWAB?! KENAPA KAU BISA HIDUP DISAAT DIRIMU SUDAH TERTIDUR BERTAHUN-TAHUN HAH?! MENGAPA KAU BANGUN!" Teriak Raja sangat marah.


Queen menangis. Setidak berdayanya dia sekarang. Ini bukanlah tubuhnya, jiwanya tersesat di tubuh seorang Ratu yang sangat di benci mereka semua. Apa kesalahan dirinya sampai mereka ingin membuatnya mati? Kenapa Queen harus menjadi Ratu yang di benci mereka semua? Mengapa wajah sang Raja sangat mirip dengan Raja kekasihnya dulu? Bahkan, wajah Selir Sayinat sangat mirip dengan wanita selingkuhan Raja. Ada apa ini?


'Apakah dunia ingin membuktikan bahwa Raja dan selingkuhannya sangat saling mencintai sampai aku menjadi orang ketiga perusak hubungan mereka dan menjadi Ratu yang di benci di dunia ini?'


"DIA SELIR YANG PALING SAYA CINTAI JANGAN PERNAH KAU MENYENTUHNYA ATAU PUN MENYAKITINYA! LIHATLAH DAGU MU SUDAH SOBEK AKIBAT GORESAN PEDANG INI!"


Queen seketika sadar. Ia merasakan sakit di dagunya, Queen melotot tidak percaya banyak darah yang mengalir di dagunya sampai Pakaiannya basah oleh lumuran darah yang ada di dagunya.


Pedang sang Raja terdapat darahnya. Raja tersenyum miring, mengelus darah itu, lalu menatapnya dengan sorot mata elang. Queen  menatapnya datar.


"Saya berharap kau mundur dari posisimu sebagai seorang Ratu karena sebentar lagi posisi itu akan saya ganti beberapa bulan lagi. Silahkan mundur dengan terhormat atau disingkirkan tanpa rasa hormat!" Sarkasnya.


Queen menatapnya cukup lama. "Kenapa kau berani menatapku seperti itu?" Tanya Raja tidak suka.

__ADS_1


"Siapa dirimu?"


Mereka terdiam cukup lama. Merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan sang Ratu. Apakah benar sang Ratu benar lupa akan semuanya? Ataukah ia hanya berpura-pura saja?


***


Setelah lamanya berdiskusi dan setelah tabib mengobati luka di dagu sang Ratu akibat pedang dari amarah sang Raja. Akhirnya Raja menyerah, dirinya ingin memberanikan diri bertanya tentang keadaan Ratu yang sama sekali tidak ia pedulikan selama mereka menikah setelah bertahun-tahun lamanya.


"Bagaimana keadaan Ratu tabib?" Mereka semua terhenyak mendengar pertanyaan sang Raja. Merasa percaya dan tidak percaya Raja bisa mengatakan hal seperti itu. Bahkan Selir Sayinat kesal mendengarnya.


Luka di wajah dan pendarahan di hidung Selir Sayinat sudah di obati. Hanya saja Raja tidak memperhatikannya. Raja terus pokus kepada sang Ratu.


Tabib itu tersenyum. "Entah kenapa tapi rasanya ini berbeda."


Mereka bingung mendengarnya. "Beda bagaimana?" Tanya Raja penasaran. Mereka semakin curiga kepada Raja, apakah ada cinta di dalam hatinya kepada sang Ratu sampai penasaran kepadanya seperti itu?


Disaat Raja tahu tatapan mereka semua mengarah kepadanya. Akhirnya Raja bersikap tidak peduli kembali. "Saya hanya ingin tahu saja. Siapa tahu dia berpura-pura."


Mereka mengangguk paham. Tabib itu selalu memperlihatkan senyumannya. Apalagi disaat melihat Queen senyuman itu terlihat sangat indah dan teduh. Queen baru pertama kali melihat orang sebaik ini kepadanya setelah banyaknya orang yang tidak menghormatinya.


"Sang Ratu sudah sadar dan selamat dari kematiannya. Ratu sekarang berbeda, saya melihat banyak aura kebaikan di dalam dirinya. Sang Ratu akan menjadi wanita mandiri dari sebelumnya, Ratu akan memberikan banyaknya frestasi baik di istana maupun di luar istana. Sehingga banyak orang luar yang mengenalnya," jelas tabib itu.


Alis Raja menyerngit. Dirinya merasa tidak percaya dengan perkataan tabib itu sekaligus peramal di kerajaan ini. Mereka pun sama tidak percaya baik itu menteri kerajaan atau pun orang penting Raja yang selalu ada bersama Raja.


"Dia Ratu yang sangat-sangat jahat tabib. Dia tidak akan pernah berbuat baik di dalam hidupnya. Saya akan melengserkannya dari tahta kerajaan dan sesegera mungkin akan menceraikannya!" Tegas sang Raja.


Queen menengok kearahnya. Dirinya sangat terkejut dengan apa yang Raja katakan. Bahkan, setelah itu sang Raja pergi dari sana bersama Selir kesayangannya. Selir itu Raja gendong ala 'Bridal Style'. Entah mengapa air mata Queen lolos begitu saja. Hatinya sangatlah sakit melihat itu.


"Apakah aku seorang Ratu yang sangat hina dan jahat sampai semua orang membenciku?" Tanya Queen kedirinya sendiri. Air matanya terus mengalir di wajahnya. Mereka masih tidak percaya melihat sang Ratu bersikap seperti ini.


Biasanya sang Ratu akan memaki, bertingkah kasar sampai melontarkan kata-kata kasar baik itu kepada Raja, Selir Raja maupun semua orang yang ada disini. Namun, sekarang berbeda. Sang Ratu lebih diam dan tidak banyak berbuat kejahatan seperti dulu.


'Apakah perkataan tabib benar Ratu sudah berbeda?' mereka terus bertanya-tanya kepada diri mereka sendiri. Batin mereka terus saja melontarkan banyak pertanyaan sampai membuat mereka pusing sendiri.

__ADS_1


Tabib itu selalu tersenyum melihat Queen. Ia melihat bulir-bulir air mata Queen bagaikan sebuah berlian yang berkilau. Dirinya ternyata benar, Queen bukanlah jiwa yang jahat dia sangat baik hanya saja jiwanya sedang tersesat. Namun, sayangnya karena tubuhnya milik orang lain dan itu adalah seorang Ratu yang sangat terkenal jahat maka Queen harus bisa mengatasi semua ini.


'Kau bukan Ratu melainkan jiwa yang lain.' Batin Tabib itu.


__ADS_2