
Matahari masuk ke celah-celah jendela kamar ini membuat dua insan yang masih bergulung selimut mulai membuka kedua matanya secara perlahan-lahan.
Queen merasa ada yang mencium seluruh wajahnya, ia merasa terganggu sekali apalagi sinar matahari ini masuk begitu saja lewat celah-celah jendela ini.
"Em ...," Lenguh Queen mulai membuka matanya, ia melihat sorot mata indah bermanik biru laut melihat dalam kedua matanya yang coklat terang.
Mata itu seakan mengunci dirinya dalam setiap pesonanya. Bahkan, Queen mendengar denyut jantung yang begitu berdebar. Lalu, seulas senyum di perlihatkannya sehingga membuat Queen ikut membalas senyumannya.
"Selamat pagi sayang ...," Ucap Raja dengan nada manja langsung menghambur dalam pelukan Queen yang masih belum memakai pakaian pun termasuk dengan Raja mereka berdua hanya bergulung pada selimut putih ini.
"Kenapa Raja sangat manja kepadaku?" Raja langsung cemberut.
"Tidak membalas?"
Queen tersenyum tipis. "Selamat pagi juga."
Terlihat sorot mata itu sangat kesal kepadanya. "Sayangnya mana? Ratuku tidak sayang kepada Raja, begitu?"
Lagi-lagi Queen di buat mati kutu olehnya. Lalu, Queen mencium seluruh wajah Raja sehingga membuatnya semakin memeluk Queen dengan erat dan menggesekkan kepalanya di dada Queen.
"Empuk," kekehnya dengan senyuman menggoda.
Queen malu di buatnya. "Iya sayang ...."
Lagi-lagi Raja melakukan hal yang sama seperti tadi. "Masih empuk sayang ...."
"Sudah ah ... Mau mandi."
Raja menatapnya dalam. "Mandiin," rengeknya langsung mencium bibir Queen sekilas.
Queen tersenyum. "Yasudah ayo," kedua mata Raja langsung berbinar terang.
"Ayo sayang!!!" Teriaknya dengan semangat, sehingga teriakan itu menggema di ruangan ini, kadang Queen tidak mengerti dengan sikap Raja yang seperti anak-anak itu. Namun, Queen bahagia bisa melihat sikapnya yang seperti itu kepadanya. Bahkan, mungkin Selir lain tidak bisa melihat hal itu.
***
Akhirnya pernikahan yang di tunggu-tunggu pun telah tiba. Queen melihat hasil karyanya sangat bagus bahkan tidak henti-hentinya adik Raja Ototami itu berterimakasih dan juga mengucapkan bahwa dirinya sangat bahagia.
"Ini sangat bagus sekali, aku bahkan terlihat sangat cantik dan berbeda. Aku rasa ini bukanlah diriku," senyumannya sangat manis mirip sekali dengan Raja Ototami.
Queen memegang dadanya yang begitu sesak ia tidak bisa membayangkan bisa melihat laki-laki yang dicintainya itu menikah dengan orang lain.
Dan dengan bodohnya Queen malah mencintai tokohnya sendiri yang telah ia ciptakan di novelnya. Begitu bodohnya dia.
'Mengapa aku malah mencintai tokoh novel yang aku ciptakan sendiri? Bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal itu sementara laki-laki itu sangat menggodaku dengan sikapnya yang baik dan penuh perhatian tidak sama dengan laki-laki lainnya,' tutur batin Queen.
Adik Raja Ototami itu merasa aneh dengan sikap Queen yang terlihat murung dan sedih.
"Apakah Ratu mencintai kakakku juga?" Seketika badan Queen menegang ia tidak bisa berkata-kata lagi.
"Kalau iya tidak apa karena kakak ku pun mencintai Ratu," Queen terkejut mendengarnya sehingga ia hanya bisa menutup mulutnya menggunakan tangannya sendiri.
__ADS_1
"Namun, Ratu sudah menikah dan kakakku pun akan menikah. Meskipun kalian berdua tidak bisa bersama, aku yakin dunia ini pasti adil kepada kalian berdua karena semesta akan memberikan suatu hadiah kepada kalian berdua bagaimana caranya mengikhlaskan."
Queen tersenyum kecut mendengarnya. "Aku yakin Ratu akan bahagia bersama suami Ratu dan kakakku akan bahagia bersama istrinya. Meskipun aku tahu betapa besarnya kakakku mencintai Ratu dan posisi Ratu di hatinya tidak bisa di gantikan oleh siapapun."
Queen terdiam. "Akan tetapi, bukan karena kalian di pisahkan hidup kalian tidak berlanjut. Aku harap kalian bisa melanjutkan hidup dan bahagia dengan jalannya masing-masing."
Queen terharu mendengarnya. Bahkan, mereka tidak menyadari bahwa Putri Bella Shofie mendengar hal itu tepat di belakang mereka yang sudah siap untuk melangsungkan pernikahan ini.
"Apakah kamu mau menggantikan ku Ratu?" Badan mereka berdua menegang langsung saja mereka melihat kearah Putri Bella Shofie itu yang menatapnya sedih.
"K-kau mendengarnya?" Tanya Queen terkejut. Bella Shofie itu mengangguk.
"Kau mau menggantikan ku?"
Kini, Queen tidak tahu harus melakukan apalagi disaat gadis itu bertanya kepadanya seakan memberikan sebuah tawaran hangat kepadanya.
Di lain sisi semua orang telah menunggu kedatangan kedua pengantin wanita, apalagi melihat kedua pengantin laki-laki di ruangan yang megah ini sangat tampan dan gagah.
Raja Arkatama selalu saja tersenyum bahagia karena dengan ini saingannya berkurang lagi. Meskipun ia tahu pernikahannya dengan Ratu entah akan bertahan atau tidak.
Panglima mendekatkan diri kepada Raja. "Ternyata Ratu tidak salah pilih Raja Ototami sangat tampan dan lebih muda dari pada raja."
Raja mendelik tidak suka disaat Panglima berbisik kepadanya seperti itu.
"Maksud kau lebih tampan dia dari pada saya begitu?" Tanyanya dengan sorot mata sinis kepadanya.
Panglima terkekeh. "Lihatlah begitu tampan sekali. Lagi pula Ratu tidak ada, atau jangan-jangan dia menggantikan pengantin wanitanya karena pengantin wanitanya sangat lama sekali."
"Sialan kau!" Desis Raja kesal melihatnya.
"PARA MEMPELAI WANITA SIAP DATANG KE ALTAR PERNIKAHAN KERAJAAN!" Teriakan Prajurit menghebohkan semuanya.
Mereka tersenyum melihat mempelai wanita memakai gaun sangat cantik dengan tudung menutupi wajahnya. Namun, Raja bingung tidak melihat Queen bersama mereka yang menggiring mempelai wanita apalagi Queen menjadi pemenang dalam lomba itu mengapa hanya pemenang lomba kedua saja yang mendampingi mempelai beserta keluarga mempelai dan tidak dengan Queen.
'Kemana Ratuku? Apakah yang dikatakan panglima benar?' tanya batin Raja penasaran.
Ada keraguan dalam pikiran Raja sekarang, ia khawatir jika Ratu menggantikan mempelai wanita Raja Ototami. Bahkan, Raja melihat gelang yang di pakai Ratu terbuat dari berlian dengan ukiran naga disana sangat indah di pakai ditangannya tepat di pakai oleh mempelai Raja Ototami.
Raja jadi mengingat bahwa Ratu pernah memakai itu bahkan tidak mau melepaskannya.
Disaat itu Raja memegang tangan Ratu dan tersenyum. "Dari siapa ini?"
Ratu tersenyum bahagia. "Dari seseorang."
"Mengapa tidak mau di lepaskan?" Tanya Raja semakin curiga dengan istrinya ini.
"Karena ini berharga pemberian Raja Ototami."
Seketika setelah mengingat hal itu Raja langsung mengusap wajahnya gusar, panglima melihat itu terkekeh-kekeh.
"Senang sekali melihat Raja seperti itu," gumamnya.
__ADS_1
Disaat ritual pernikahan sudah selesai tinggal membuka penutup wajah dan berciuman pengantin laki-laki tersenyum manis bahkan kagum dengan kecantikan adik dari Raja Ototami itu bahkan mereka pun terpukau.
"Gaunnya sangat cantik pas dengan lekuk tubuhnya bahkan wajahnya sangat cantik."
"Apa kalian tahu yang merancangnya adalah seorang Ratu antagonis dari ngeri sebrang."
Mereka terdiam disaat mendengar hal itu, para ratu yang ada di ruangan ini bergosip seperti itu.
"Mana mungkin dia terlihat baik kemarin, tidak melakukan kecurangan lagi."
"Namun, begitulah beritanya."
"Apakah kalian percaya Ratu itu antagonis bahkan karyanya patut diacungi jempol. Bahkan, nanti aku akan memesan gaun seperti itu bahkan yang lebih bagus dari itu."
"Benar sekali seharusnya kita memesan gaun di Ratu itu kan? Mau dia antagonis atau bukan kita tidak peduli lagi pula itu urusannya."
Raja mendengar apa yang dikatakan mereka ternyata gosip bahwa sang Ratu adalah seorang Antagonis sudah terdengar di pelosok negri ini.
"AA ...," Suara teriakan mereka yang diruangan ini menggema seketika. Raja langsung melihat kedepan alangkah terkejutnya ia melihat pengantin wanitanya sangat cantik.
Raja bernafas lega ia mengira itu adalah sang Ratu nyatanya bukan.
"Terkejut yah?" Tanya Queen tiba-tiba saja memeluk raja dari belakang yang membuat badannya menegang.
Raja Arkatama membalikkan badannya, Queen menatapnya sedih disaat melihat kedepan dimana para pengantin berciuman. Lantas, Raja langsung memeluk Queen berusaha memberikan kenyamanan, kehangatan, sekaligus memberikan kebahagiaan kepadanya.
"Aku menyesal sekali seharusnya aku merubah alur ini dan menikah dengan Raja Ototami saja bukan denganmu," lirihnya di sela-sela tangisan.
Alis Raja menyerngit ia tidak mengerti dengan yang dikatakan sang Ratu.
"Aku dengan bodohnya menciptakan tokoh semanis Raja Ototami dalam novelku sehingga aku terjerat dalam pesonanya. Aku bodoh sekali bisa mencintai tokohku sendiri."
Queen masih memeluk Raja dan menangis, Raja membelai rambutnya ia masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Queen. Bahkan, Raja mengangkatkan dagunya kepada Panglima, Panglima menggelengkan kepalanya karena tidak tahu perihal masalah itu.
"Pernikahan ini sangat menyakitkan, pulang yuk ...," Lirih Queen. Lalu menatap Raja yang menatapnya sedih, ia tidak menyangka Ratu akan sesedih ini melihat Raja Ototami menikah.
Queen memegang tangan Raja lalu meletakkan nya tepat di denyut jantungnya. "Kau mendengar detakannya kan? Sangat pedih sekali. Aku mencintainya tapi dia menikah dengan orang lain."
Raja mengangguk paham dan untungnya tidak ada yang mendengar hal itu karena suara Queen sangat pelan bahkan mereka pokus ke altar pernikahan.
"Aku bisa memiliki hatinya namun tidak dengan tubuhnya. Aku bisa mencintainya namun tidak bisa memilikinya ...," Queen menangis kembali histeris bahkan pakaian Raja sudah basah olehnya.
Raja hanya diam saja memeluk Queen dengan pikiran yang entah kemana. Bahkan, hatinya ikut terbakar atas ini.
'Apakah aku harus mengikhlaskan Ratu bahagia dengan yang lain atau aku yang harus membahagiakan nya?' tanya batin Raja masih bingung dengan keadaan ini.
Yang mau episode nya lanjut komen oke.
Untuk lebih mengenal, jangan lupa follow :
Ig/tiktok : mianputry1414
__ADS_1