I am Queen bukan antagonis

I am Queen bukan antagonis
19. Curiga


__ADS_3

Di lain tempat Selir Raia tidak melihat Selir Sayinat keluar dari kamarnya sama sekali. Ia kemudian berdiri di depan pintu kamarnya terdengar suara erangan seorang laki-laki seakan tengah menikmati sesuatu dan di susul dengan suara erangan perempuan.


Selir Raia menutup mulutnya tidak percaya mendengar hal itu. "Apakah Selir Sayinat selingkuh?" Tanyanya kedirinya sendiri.


Disaat Selir Raia akan membukakan pintunya, ada seseorang yang menepuk pundaknya. Selir Raia membalikkan badannya ia yang tadinya membawa makanan harus tumpah begitu saja sehingga menimbulkan suara yang berisik.


Selir Sayinat dan juga Prajurit Kimura langsung melihat kearah pintu. Mereka berdua sudah memakai pakaiannya masing-masing.


"Siapa itu?" Tanya Prajurit Kimura kepada Selir Sayinat yang bingung kepadanya.


"Jangan keluar. Nanti mereka curiga, apakah mereka mendengar suara kita?" Tanya Selir Sayinat mulai panik.


Prajurit Kimura mengecup kening Selir Sayinat dengan sangat lembut. "Terimakasih atas waktunya."


Selir Sayinat tersenyum. "Andai kamu segera menjadi Raja hubungan kita tidak akan sembunyi-sembunyi lagi."


"Aku akan pastikan itu akan segera terdapat tinggal menunggu pemilihan Ratumu saja setelah itu selesai."


Selir Sayinat mengangguk. "Aku akan membereskan semuanya kamu bersembunyilah."


Prajurit Kimura mengangguk. Ia pergi dari kamar ini lewat balkon kamar tanpa sepengetahuan orang lain dan setelah Selir Sayinat membereskan semuanya bahkan telah memakai parpum untuk tidak ada yang curiga kepadanya akhirnya selir Raia muncul membawa makanan baru keruangan ini.


"Selamat Pagi. Hormat saya Selir kesayangan Raja."


Selir Sayinat mendelik tidak suka. Apalagi disaat Selir Raia mengedus-edus hidungnya kearea tubuhnya.


"Badanmu wangi sekali. Bukankah kau belum mandi?" Tanya Selir Raia penasaran. Bahkan ia melihat tanda merah di lehernya sangat banyak.


"Kau telah melakukan hubungan bersama siapa sehingga meninggalkan bekas begitu banyak di lehermu?" Tanya Selir Raia penuh ketegasan.


Badan Selir Sayinat menegang. "I-ini bekas hubunganku dengan Raja memangnya kenapa? Cemburu?"


Selir Raia terkekeh. "Bukankah kau sedang sakit kemarin mana mungkin Raja menggahimu?"


Selir Sayinat memutar bola matanya malas. "Tidak ada alasan apapun untuk melakukan hubungan itu bersama Raja kita saling menikmati. Oh ... Apakah kau iri karena Raja sudah tidak mau melakukan hal itu dengan mu?"


Selir Raia kesal melihat senyuman mengejek yang di perlihatkannya kepadanya. "Diamlah."


Selir Sayinat terkekeh mendengarnya. Lalu, melihat makanan yang di bawa Selir Raia kepadanya.


"Kau membawa makanan? Apakah kau akan lengser menjadi seorang Selir dan menjadi seorang pelayan? Kalau begitu berarti mudah bagiku untuk menyingkirkan dirimu, bukan?"


Selir Raia menghela nafas begitu panjang. "Diamlah dan makanlah ini. Kau pasti lapar."

__ADS_1


Tanpa berterimakasih Selir Sayinat sudah memakan makanan itu dengan lahap, rasa kecurigaannya semakin membuncah, bahwa Selir Sayinat telah berselingkuh dari Raja.


"Ada apa? Mengapa kau menyipitkan matamu itu yang sipit?" Tanya Selir Sayinat kesal karena sedari tadi ia makan terus saja dilihat olehnya seperti itu.


"Hanya kasihan saja kau harus tidur sendiri tanpa Raja. Kalau aku sih sudah biasa karena masih ada anak-anak ku. Lalu, kau? Tidak mempunyai anak sama sekali padahal sudah menikah bertahun-tahun lamanya. Kasihan ...."


Selir Sayinat geram mendengarnya. "Sudah yah ada api yang akan membara aku pergi saja dan silahkan makan dengan lahap," ucapnya dengan memberikan senyuman sinis kepadanya.


Selir Sayinat semakin geram. Nafsunya untuk makan hilang ia membanting makanan itu setelah Selir Raia pergi dari kamarnya ini.


"SIALAN KAU!" teriaknya dengan amarah menggebu-gebu.


...***...


Disaat Raja ototami akan pergi ke kamar mandi karena dirinya sangat lelah untuk melihat perlombaan itu sampai sore apalagi para peserta pun beristirahat.


"Permisi Raja," Raja Ototami bingung melihat pelayan yang datang ke kamarnya.


"Ada apa?"


"Ada Raja dari negri sebrang mau bertemu dengan Raja."


"Siapa?"


Raja Ototami mengangguk paham. "Baiklah."


Setelah itu Raja Ototami pergi dari kamarnya dan pelayan itu menuntunnya dari belakang.


Sehingga sesampainya disana mereka menunduk hormat kepadanya dan Raja Ototami hanya tersenyum saja. Ia melihat gadis yang sangat cantik seperti berumur 20 tahunan melihat kearahnya dengan tersipu malu.


Raja Ototami duduk di singgasana. Sementara Raja Aisura duduk di kursi seperti biasa. Namun, terbuat dari berlian.


"Ada hal apa anda ingin bertemu dengan saya Raja?" Tanya Raja Ototami penuh wibawa sehingga membuat Raja Aisura tersenyum.


"Perkenalkan ini putriku dia terkenal dengan sebutan ibu peri di negri kami. Namanya Bella Shofie putri yang sangat cantik berumur 20 tahun. Saya ingin Raja meminangnya dan menjadikan istri untuk Raja apalagi Raja belum mempunyai seorang Istri," jelasnya langsung kepada intinya.


Raja Ototami terhenyak mendengarnya. Ia jadi teringat perkataan Queen sewaktu meramal dirinya ternyata perkataannya benar sekali.


"Saya tidak mengancam Raja. Namun, jika Raja menolak maka banyak hal buruk yang akan Raja terima terlebih kerajaan ini masih tahap perkembangan dan jika kerajaan kita bersatu dengan Raja menikahi putri saya maka kerajaan ini akan damai serta berkembang dengan sangat pesat," jelasnya.


Raja Ototami melihat secara intens gadis itu sehingga gadis itu hanya menunduk saja.


'Apakah aku harus menerimanya?' tanya batinnya.

__ADS_1


Disaat ia termenung dengan pikirannya, Raja Ototami melihat kearah Queen yang sedang mengintip melihatnya duduk di singgasana, hati Queen cukup terbakar mendengar hal itu. Namun, inilah yang akan terjadi kepadanya.


Raja Ototami membulatkan matanya ia tidak menyangka melihat Queen disana.


Raja Ototami memejamkan matanya, ia berusaha untuk bertelepati kepadanya.


'Apakah aku harus menerimanya? Dan bagaimana dengan mu?'


Queen merasa ada getaran di tubuhnya, ia langsung memejamkan matanya dan mendengar bisikan itu sehingga matanya membuka kembali.


"Apakah dia sedang telepati?" Tanya Queen kedirinya sendiri.


Raja Ototami melotot kearahnya dan Queen langsung memejamkan matanya berusaha pokus mengingat Raja Ototami dan juga wajahnya.


'Terima saja ini demi kebaikan kerajaan dan dirimu. Lupakan aku untuk saat ini dan berdoalah semoga kita menjadi satu di masa depan nanti.'


Hanya itu yang bisa Queen katakan lewat batinnya, ia melihat Raja Ototami yang menerima kontak batinnya. Kemudian Queen tersenyum kepadanya dan pergi begitu saja.


Mereka melihat kearah apa yang Raja Ototami lihat ternyata tidak ada orang pun disana.


"Bagaimana Raja?" Tanya Raja Aisura penasaran.


"Mengapa harus saya Raja?"


Raja Aisura tersenyum. "Aku menitipkan anakku kepadamu karena kau terlihat sangat gagah, pemberani dan juga pemimpin yang adil. Rakyatmu sangat damai bahkan kerajaan ini termasuk kerajaan berlian yang sangat besar dan kerajaan ku pun begitu berpenghasilan berlian jika kita satukan maka ekonomi kerajaan ini tidak memburuk."


Raja Ototami pun mengingat sesuatu dari Queen bahwa ia tidak harus percaya kepada orang lain selain dirinya sendiri persoalan berlian itu.


"Terimakasih atas tawarannya. Namun, untuk berlian itu saya masih bisa mengatasinya sendiri tanpa harus bergabung dengan penghasilan di kerajaan anda."


Raja Aisura sedikit tersinggung. "Namun, jika Raja ingin putri Raja saya nikahi maka saya setuju. Terlebih putri Raja terkenal sangat baik hati dan semoga saja putri Raja bisa mencintai saya dan juga Rakyat-rakyat saya."


Raja Aisura dan putrinya terlihat sangat bahagia mendengarnya. "Bagaimana kalau penikahannya di langsungkan bersamaan dengan pernikahan adik Raja? Dan soal perlombaan itu Raja pilihlah 2 pemenang untuk merancang gaun putriku dan adik Raja," jelas Raja Aisura.


Raja Ototami tersenyum dan mengangguk. "Terimakasih sarannya."


Lalu, bagaimana dengan Queen yang sudah mencintai Raja Ototami sementara Queen tahu bahwa ini bukan dunianya dan hanya di mensi lain? dan bagaimana dengan alur cerita ini? apakah Queen bisa mengubahnya sementara dirinya malah terjerat pesona tokoh novelnya sendiri.


*


Enggak mau komen nih? semangatin kek wk


Ig dan tiktok : mianputry1414

__ADS_1


__ADS_2