I Hate My Life

I Hate My Life
Pindah


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, kini Rachel telah sembuh dari demamnya, dia tak lagi bersikap manja, Rachel sudah menjadi dirinya sendiri yaitu dingin dan judes.


"Rachel kamu mau jalan-jalan nggak hari ini? besok kan kamu udah mulai masuk sekolah" tawar Rafael


"Gua nggak suka keluar rumah, gua benci keramaian"


"Aku pengen pindah, aku pengen kita tinggal sendiri, please" pinta Rachel


"Yaudah kita pindah ke apartemen aku aja"


"Yaudah yuk siap-siap" Rachel pun menarik tangan Rafael menuju kamar mereka, mereka langsung mengemasi barang-barang mereka di bantu oleh beberapa maid dan bodyguard Rafael


Selesai berkemas-kemas


"Yaudah yuk kita pamit sama mami papi"


Rachel dan Rafael pergi menemui Risa dan Adam di ruang tengah


"Mami, papi, Rachel mau pindah sama Rafa" pamit Rachel


"Kalau dia yang bilang mana bisa nolak aku" Risa pun memaksakan tersenyum


"Yaudah kamu sering-sering mampir ya ke rumah" kata Risa memeluk Rachel


"Iya ma, Rachel pasti bakalan main-main kesini"


Setelah berpamitan, Rachel dan Rafael pun langsung menuju apartemen Rafael.



Apartemen yang minimalis, memiliki tiga kamar tidur, kamar mandi disetiap kamar tidurnya, dll.


Rachel dan Rafael langsung bebenah dibantu oleh para bodyguard, setelah selesai bebenah, Rachel dan Rafael memesan makanan untuk makan siang. Setelah makan siang mereka pergi ke mall untuk berbelanja kebutuhan bulanan.

__ADS_1


Setelah selesai belanja bulanan, mereka langsung pulang ke apartemen karena hari sudah sore. Sesampainya di apartemen mereka langsung mandi dan mengerjakan aktivitas lainnya.


Malam harinya


Setelah makan malam


"Rachel aku mau ngomong sama kamu" kata Rafael


"Mau ngomong apa? ngomong aja!"


"Kamu kalau sekolah selalu dijemput sama Farel ya?" tanya Rafael


"Nggak! sekarang udah nggak, dia kan udah ada Laila"


"Hah? maksudnya kamu cuma dijadiin pelampiasan?" tanya Rafael bingung


"Nevermind!"


Rachel pun memicingkan matanya, menatap Rafael selidik.


"Tau apa lu soal Farel?" tanya Rachel remeh


"Aku tau dia! aku kenal dia hel!"


"Lu cuma orang baru! jangan sok care! jangan sok kenal!"


"Tapi aku kenal dia udah lama hel, sebelum kamu kenal sama dia!"


"Gua tau Farel gimana! waktu gua temenan sama Farel, Farel nggak punya temen, makannya kita temenan"


"Intinya jangan deket-deket sama Farel! aku nggak suka!"


"Lu siapa! ngapain lu ngatur-ngatur gua!"

__ADS_1


"Aku suami kamu!"


Rachel pun langsung membaringkan tubuhnya, membelakangi Farel, Rachel pun pura-pura tertidur.


"Hel, kamu tau nggak? Farel itu mau manfaatnya kamu hel! please percaya sama aku, jangan percaya sama Farel"


"Manfaatin gua apa? jangan ngadi-ngadi lu!"


"Suatu saat kamu pasti bakalan tau"


"Gua sih nggak percaya ya, gua tau Farel orangnya kaya gimana, lu jangan asal fitnah! dosa tau! masa imam gua suka ngefitnah gini" kata Rachel


"Aku nggak fitnah hel, aku emang ada buktinya, tapi buktinya di kantor, nggak aku bawa"


"Alesan!"


"Ishhhh" Rafael pun mencubit pipi Rachel gemesh, sungguh dia sangat kesal dengan tingkah Rachel


"Awww! sakit tau!" Rachel pun memegangi pipinya yang dicubit oleh Rafael


"Habisnya kamu bikin gemes"


"Aku emang gemesin jadi nggak usah kaget"


"Idihhh narsis banget"


"Pede dikitt nggak papa lah"


"Hemm tapi emang sih"


"Emang apa?"


"Kamu gemesin" Rachel pun hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Rafael

__ADS_1


__ADS_2