I Hate My Life

I Hate My Life
Lulus


__ADS_3

Hari kelulusan telah tiba, sekarang adalah hari dimana para siswa-siswi merayakan kelulusan mereka dengan mencoret-coret seragam sekolah mereka menggunakan spidol dan pilox. Rachel, Ivan dan lainnya juga melakukan hal yang sama, mereka mencoret-coret seragam sekolah mereka dan tertawa bahagia atas kelulusan mereka. Mereka tak peduli nilai mereka berapa yang terpenting sekarang mereka sudah lulus.


"Nanti pulang ke kos lah hel, kita rayain dulu kelulusan kita ini" ajak Ivan


"Iya hel, ayo lahh please" yang lainnya iki ikut membujuk Rachel


Setelah berpikir akhirnya Rachel pun menjawab


"Oke, tapi nggak ada yang ngerokok di deket gua, gua nggak suka sama perokok" kata Rachel, teman-teman Rachel pun langsung mengangguk mengerti


***


Saat ini Rachel sedang bersiap-siap untuk menuju kos-kosan tempat teman-teman tinggal.

__ADS_1


"Kamu mau kemana? kok rapi banget?" tanya Rafael


"Aku mau pergi ke kosan temenku sayang, please ijinin ya? aku udah janji sama mereka soalnya" kata Rachel dengan tatapan mautnya, tatapan memohon yang tak bisa membuat Rafael berkutik


"Yaudah aku bakalan ijinin kamu" kata Rafael akhirnyaa membuat Rachel langsung tersenyum puas, lalu dia memeluk Rafael erat


"Makasih sayang"


"Tapi inget kalau pulang jangan malam-malam, kalau di tawarin rokon atau alkohol jangan mau! itu bahaya buat anak kita" nasehat Rafael


"I love you too" kata Rafael memegangi tengkuk Rachel, dia langsung mencium bibir sexy Rachel dengan gemas


***

__ADS_1


Sesampainya di kos-kosan Rachel langsung masuk ke dalam kamar Ivan, di sana sudah ada teman-teman Rachel yang menunggu, lalu mereka mulai bersulang kecuali Rachel, dia hanya diam menatap para teman-teman yang mulai meminum alkohol di gelas mereka.


"Oh iya hel kenapa lu ngomong kalau kita nggak boleh terlalu berharap? apa lu udah nemuin cowo yang bikin lu jatuh cinta?" tanya Theo mewakili yang lain


Rachel pun mengangguk mengiyakan, lalu dia tersenyum manis, membuat Theo dan lainnya semakin jatuh cinta.


"Gua nggak mau bikin kalian kecewa, udah sampek sini aja, buang jauh-jauh rasa kalian ke gua, gua yakin suatu saat kalian pasti bakalan nemuin cewe yang lebih baik dari gua" kata Rachel lembut


"Kenapa lu malah milih orang lain sih hel? kenapa nggak milih gua aja?" tanya Putra kesal


"Jodoh udah ada yang ngatur, gua yakin kok kalian pasti bakalan nemuin jodoh kalian, gua harap kalian bisa lupain dan hilangin rasa kalian ke gua, please" kata Rachel memohon


Theo, Putra, dan lainnya pun hanya bisa pasrah dan menuruti semua perkataan Rachel.

__ADS_1


"Percayalah level tertinggi mencintai seseorang adalah merelakan" kata Rachel


Theo dan teman-teman lainnya pun mengerti sekarang bahwa terkadang mencintai memang tak harus memiliki. Jalan satu-satunya sekarang adalah melupakan dan merelakan Rachel dengan yang lain. Lagian sama saja, semisal Rachel akan memilih Theo pasti yang lainnya juga bakalan sakit hati, jadi lebih baik semuanya merelakan dari pada harus merasakan sakit hati. Patah hati itu sakit loh, relain aja sebelum semuanya terjadi.


__ADS_2