
Hari ini adalah hari minggu. Rachel dan Rafael membagi tugas untuk membersihkan apartemen karena pembantu mereka akan libur jika hari minggu. Rachel kebagian menyapu dan mengepel lantai, sedangkan Rafael mencuci piring dan pakaian. Entah mengapa rasanya sangat lelah sekali saat menyapu dan mengepel lantai, namun Rachel tetap memaksakan diri untuk menyapu dan mengepel lantai.
Setelah selesai membersihkan apartemen, Rachel langsung pergi mandi begitu juga Rafael. Rachel dan Rafael langsung duduk di ruang tamu setelah selesai mandi dan lain-lain. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu, Rafael langsung berdiri lalu membukakan pintu.
"Mami?" kata Rafael heran, Risa tak menghiraukan Rafael, dia langsung masuk lalu duduk di sebelah Rachel, Rafael menghela nafas melihat kelakuan maminya, dia langsung menutup pintu lalu ikut duduk di sebelah Rachel
"Eh Rachel kamu kok pucet banget sih sayang?" tanya Risa khawatir
"Masa sih mi? mungkin kecapean kali mi, soalnya habis bersih-bersih tadi" jawab Rachel
"Yaudah nih dimakan, tadi mami masakin buat kamu sama Rafa" Risa pun memberikan rantang, Rachel langsung menerimanya
Rachel pun mengambil piring lalu memindahkan makanan yang dibawa Risa ke piring. Rachel langsung mengajak Rafael dan Risa untuk duduk di meja makan.
"Mami nggak makan?" tanya Rachel melihat Risa hanya diam
"Nggak kok, mami udah makan tadi, lagian mami lagi diet" jawab Risa
"Mami jangan diet-dietan gitu ih, jangan nyiksa diri mami, badan mami kurusan gitu, apanya yang bagus coba" kata Rachel
__ADS_1
"Ishhh mami pengen punya badan kaya kamu"
"Eh badan Rachel tuh berisi mi, nggak kaya mami kurusan gini, kaya orang penyakitan tau" kata Rafael
"Ih kamu jahat banget sih, mami kan pengen langsing"
"Itu juga udah langsing mami" kata Rafael
"Iya mi, Rachel aja nggak pernah diet loh"
"Ih masa sih? tapi kok badanmu bisa segitu? kan kamu makannya banyak" tanya Risa heran
"Jangan-jangan kamu cacingan ya?"
"Ishh mami sembarangan aja!"
"Yaudah buruan dimakan!" titah Risa
"Gimana mau makan coba? orang dari tadi mami nanya-nanya mulu" batin Rachel dan Rafael
__ADS_1
Setelah makan
Rachel, Rafael, dan Risa menonton televisi di ruang tamu.
"Gimana udah ada tanda-tanda belum?" tanya Risa, Rachel pun menunduk
"Kalian harus berusaha lebih keras lagi, kalau perlu siang malem kalian ngelakuin itu" kata Risa
"Mami apaan sih, sabar dong, kalau emang Allah udah kasih aku sama Rachel kepercayaan buat dikaruniai seorang anak pasti suatu saat Rachel bakalan hamil"
"Kamu kan tahu fa kalau kamu anak satu-satunya, mami kesepian tau nggak ada kalian di rumah, mami pengen cepet-cepet gendong cucu kaya temen-temen mami yang lain"
"Sabar lah mi, kita juga lagi usaha"
"Gimana mau sabar? mami udah nungguin dari kalian nikah"
"Ini nih yang gua benci dari mertua gua, dia selalu aja ngejar-ngejar gua sama Rafa biar cepet-cepet punya anak, dia kira bikin anak itu instan apa? ya kali sekali goyang langsung hamil, nih orang ngotak nggak sih?" Rachel menatap mertuanya dengan pandangan datar
"Mami mending nggak usah kesini deh kalau cuma nyakitin hatinya Rachel!" tegas Rafael
__ADS_1