
"Dan asal bapak tau, saya juga tau kalau bapak adalah seorang penjilat! anda bisa membodohi daddy saya! namun anda tidak bisa membodohi saya!"
"Semua kebusukan bapak saya sudah tau, semua tentang bapak saya sudah tau! jangan pikir saya anak daddy sitat saya bisa seperti daddy! saya memang bodoh! tapi saya bisa membedakan mana yang benar-benar tulus dan mana yang fake! jangan sembarangan meremehkan orang!"
"Yang bapak liat saya selalu diam ketika ada yang cari masalah sama saya, saya diam karena saya benci keributan, bapak pikir selama ini saya nggak muak menahan emosi saya?! saya muak! saya nggak tahan!"
"Bapak pikir saya selama ini diam dan nggak tau apa-apa? saya tau semuanya! tapi saya diam! saya benci ketika ayah saya lebih mempercayai orang lain dari pada saya, saya benci ketika ayah saya memarahi saya karena kata-kata saya yang dia bilang hanya omong kosong!"
"Rachel sudah cukup! mari ikut saya ke kantor" kata kepala sekolah menengahi Rachel dan Pak Garto
***
Rafael yang sedang mengerjakan dokumen terkejut ketika mendapati telpon dari sekolah Rachel
"Hallo pak selamat pagi apa benar ini bapak Rafael Adijaya?"
__ADS_1
"Ya benar dengan saya sendiri, ada apa ya?"
"Dimohon untuk kehadiran bapak siang ini, Rachel telah berbuat kesalahan terhadap guru"
"Baik, nanti siang saya akan ke sana"
Siang Harinya
Siswi-siswi sangat heboh siang ini, mereka sangat terkejut ketika seorang pria tampan datang ke sekolah, dia adalah Rafael Adijaya, Pengusaha muda tampan yang sukses, Perusahaannya sudah bercabang-cabang hingga luar negeri. Rafael terkenal dingin, dia sangat mencintai satu wanita hingga saat ini.
"Silahkan duduk pak"
Rafael pun duduk di sebelah Rachel
"Ada apa ini ya pak?" tanya Rafael bingung
__ADS_1
"Ra-"
"Dia! lu tau kan kelakuan dia selama ini? dia selalu aja jadi penjilat agar jabatannya dinaikan, bahkan setelah daddy meninggal sekarang dia nyari muka ke gua! sok asik banget nih orang" Rafael pun tersenyum miring menatap Pak Garto
"Selamat siang bapak Garto yang terhormat" sapa Rafael ramah
"Selamat siang pak!" kata Pak Garto berusaha untuk tetap tenang
"Memang benar apa yang dikatakan Rachel, selama ini saya sudah tau tentang semua kebusukan bapak Girto terhormat! selama ini saya dan Rachel selalu diam karena kami masih mau melihat tikus penjilat ini beraksi, mungkin anda bisa membodohi daddy! namun anda tidak bisa membodohi saya dan Rachel bapak Girto terhormat!" kata Rafael menahan emosinya
"Bapak Girto terhormat? pftt, setelah semua kebusukanmu teruak masih saja kamu terhormat, padahal kamu udah nggak ada harga di sini! jangan pikir diam kami ini adalah ketidak tahuan, saya diam karena saya tidak suka keributan, tapi pagi ini tikus penjilat itu mulai beraksi pada saya, huhhh saya sangat muakk! dari pada saya harus susah-susah berakting seperti anda, lebih baik saya ungkap saja kebusukan kamu!" kata Rachel menggebu-gebu
"Maaf kan saya tuan nona! saya khilaf, saya tidak akan mengulanginya lagi, saya mohon jangan pecat saya dari sini" kata pak Girto memohon
"Mohon maaf bapak, sampah seperti anda hanya akan membuat sekolah ini menjadi kotor, jadi sebaiknya bapak silahkan pergi dari sekolah ini" tegas kepala sekolah, pak Girto pun hanya bisa pasrah
__ADS_1