I Hate My Life

I Hate My Life
Rachel


__ADS_3

Keesokan harinya


Seperti biasa Rachel dan Rafael akan melakukan aktivitas pagi mereka.


Pukul 10.00


Rachel dan Rafael pun pergi menuju rumah sakit, mereka akan memeriksa keadaan kandungan Rachel setelah itu mereka akan berbelanja untuk Rachel.


Sesampainya di rumah sakit mereka duduk mengantri di kursi bersama yang lain, beruntung Rafael sudah mengutus Reno untuk membuatkan jadwal jadi dia mendapatkan nomer urut ketiga. Hari itu adalah hari yang dibenci Rachel, yang memeriksakan kandungan jumlahnya lumayan banyak. Rachel sangat benci keramaian, Rafael yang melihat tatapan tak suka Rachel menjadi khawatir jika Rachel tak nyaman, beruntung mereka langsung di panggil untuk segera diperiksa.


"Sepertinya kondisi janinnya sedikit melemah bu, seharusnya anda harus menjaga pola makan anda dan jangan terlalu stres karena hal itu bisa membuat janin ibu melemah dan membahayakan janin ibu" jelas dokter kandungan yang menangani Rachel

__ADS_1


"Usia kehamilan ibu memasuki minggu ke 14, saat ini ibu sedang hamil muda jadi harus sangat hati-hati karena kondisi janin yang sangat lemah"


"Ini saya tuliskan resep vitaminya penguatnya, silahkan ditembus di apotik" kata dokter kandungan tersebut


"Baik dok terima kasih"


"Iya sama-sama, ini sudah menjadi tugas saya"


"Sayang kamu harus banyak-banyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran agar sehat dann segar" kata Rafael.


"Iya aku tau, tapi kali ini aku lagi pengen makan steak" kata Rachel

__ADS_1


Rafael pun hanya menghela nafas lalu menuruti permintaan Rachel. Setelah selesai makan siang, mereka kembali menuju apartemen, Rachel saat ini sangat mengantuk dan ingin cepat-cepat tidur.


Di perjalanan


"Sayang kamu kan masih sekolah apa kamu nggak keberatan dengan kehamilan kamu?" tanya Rafael, sejujurnya dia takut jika Rachel keberatan dengan kehamilannya


"Nggak sayang, aku malah bersyukur, aku dan kamu sudah dititipkan malaikat kecil dijaninku, artinya kita sudah dipercayai oleh Allah untuk menjaga anak ini, jadi aku dengan senang hati akan merawat anak ini" kata Rachel tulus


Rafael pun tercegang, kali ini Rachel menyebutnya dengan sebutan sayang lalu Rachel berkata dengan tulus untuk dengan senang hati menjaga janinnya, hati Rafael menjadi tersentuh, ini yang membuat Rafael jatuh cinta pada Rachel. Rachel memang terkenal dingin dan datar namun dibalik itu semua ada sifat Rachel yang lemah lembut dan penyayang, bahkan jiwa kemanusiaannya sangat tinggi dengan teman-temannya, ingat teman-temannya.


Rachel ini juga memiliki sisi baik, dia juga memiliki kesopanan dan keramahan, dia sebenarnya anak yang manja namun karena keadaan dia harus dipaksa menjadi anak yang mandiri. Rachel sebenarnya adalah wanita yang hampir sempurna, dia memiliki kekurangan yaitu sangat dingin, cuek, dan datar. Sifat almarhum Raina dan Abraham membuat Rachel menjadi bahan gunjingan, namun Rachel selalu mengabaikan mereka seolah mereka itu tidak ada, itu juga yang membuat Rafael jatuh cinta, semua tentang Rachel membuat Rafael jatuh cinta, sebenarnya dia sudah jatuh cinta pada Rachel saat pertama kali bertemu satu tahun yang lalu, mungkin Rachel sudah melupakan pertemuannya dengannya.

__ADS_1


__ADS_2