I Hate My Life

I Hate My Life
Siswi Baru


__ADS_3

Hari ini seperti biasa Rachel sarapan sendiri tanpa ada mommy dan daddynya. Rachel langsung melahap sarapanya dengan segera setelah itu dia meminum susu. Setelah selesai sarapan Rachel langsung pergi menuju halaman rumah.


"Farel belum dateng ya pak?" tanya Rachel pada satpam yang berjaga di depan


"Eh non Rachel, den Farel nya belum datang non dari tadi" jawab satpam tersebut sopan


"Hemm yaudah" Rachel pun kembali duduk dan menunggu Farel datang


Pukul 06.45


"Ashh Farel lama banget sih" umpat Rachel kesal


"Pak anterin Rachel ke sekolah!" kata Rachel pada supirnya


"Siap nona" Supir tersebut langsung membukakan pintu mobil untuk Rachel masuk


Sesampainya di sekolah


"Nanti saya jemput atau gimana nona?" tanya sopir


"Nggak usah nungguin Rachel, kalo Rachel mau dijemput bapak, nanti tinggal Rachel telpon bapak" kata Rachel lalu keluar dari mobil


Rachel pun langsung pergi mencari Farel di kelas.


Sesampainya di kelas

__ADS_1


"Dimas! Ivan! kalian liat Farel nggak?" tanya Rachel


"Nggak, kaya nya dia tadi pergi deh sama siswi baru" jawab Ivan


"Siswi baru siapa?" tanya Rachel bingung


"Samperin aja deh ke taman" usul Dimas, Rachel pun langsung menuju taman diikuti Dimas dan Ivan


Sesampainya di taman


"Farel lu tuh ke-" Rachel menghentikan ucapannya ketika melihat Laila sedang bersama Farel


"Eh Rachel, mulai sekarang Laila sekolah di sini lho hel, dia satu kelas sama kita" kata Farel membuat Rachel terdiam seketika


"Eh lu pulang ke Jakarta nya kapan?" tanya Rachel


"Kemarin aku dateng sama papi aku, terus kemarin juga aku ke sekolah ini buat daftar dan sekarang aku udah boleh masuk sekolah deh" jawab Laila


"Eh hai nama aku Dimas" kata Dimas mengulurkan tangannya


"Kenalin nama aku Ivan" kata Ivan mengulurkan tanganya


Farel langsung menepis tangan Dimas dan Ivan.


"Apaan sih lu rel" sungut Dimas kesal

__ADS_1


"Lu yang apaan! Laila ini pacar gua!" tegas Farel


deg!


Dunia Rachel seakan runtuh seketika, dia merasakan aliran darah nya seakan berhenti. Hati Rachel hancur ketika mendengar perkataan Farel.


"Padahal gua bukan siapa-siapa nya Farel, kenapa rasanya nyesek ya waktu Farel bilang kalau Laila itu pacarnya, salah gua emang yang terlalu berharap sama Farel, gua siapa? haha" Rachel menatap Farel dan Laila sendu


"Gua permisi ke toilet ya?" kata Rachel lalu pergi


"Eh gua juga mau ke kamar mandi" kata Dimas lalu pergi mengikuti Rachel


Rachel pun pergi menuju gudang belakang sekolah, Rachel berusaha mati-matian untuk menahan air matanya agar tidak tumpah.


"Ayo hel lu kuat! jangan cengeng! lu nggak pantes nangisin Farel! sadar hel Farel cuma sahahat lu nggak lebih!" kata Rachel pada diri nya sendiri, Dimas langsung menghampiri Rachel lalu memeluk Rachel


"Eh Dimas apaan sih, lepasin!" kata Rachel berusaha melepaskan pelukan Dimas


"Gua tau lu suka sama Farel, gua tau perasaan lu kaya gimana hel, kalau lu mau nangis nangis aja sepuasnya! keluarin semua air mata lu! nangis juga hal yang wajar hel!" kata Dimas mengusap-usap punggung Rachel


Rachel pun terdiam mendengar perkataan Dimas.


"Gua salah ya dim? gua salah ya karena terlalu berharap sama Farel?" tanya Rachel pelan


"Lu nggak salah hel, tapi emang takdirnya begini" jawab Dimas, Rachel pun menghela nafas panjang mendengar jawaban Dimas

__ADS_1


__ADS_2