I Hate My Life

I Hate My Life
Pelet?


__ADS_3

"Banyak-banyak ibadah deh lu hel, takut gua kalo lu beneran di pelet sama Farel" kata Ivan bergidik ngeri


"Lu pernah makan sesuatu apa gitu sebelum lu suka sama Farel?" tanya Ivan


"Hmm apa ya?" Rachel pun memikirkan apa yang pernah di makannya sebelum menyukai Farel


Beberapa menit kemudian


"Oh iya, gua kan suka banget sama martabak manis, waktu itu dia kasih gua itu"


"Waktu kapan?"


"Ya masuk SMA ini sih"


"Lu suka Farel mulai kapan?"


"Waktu awal SMA juga, sebelumnya cuma rasa kagum aja"


"Wahhh ini mah valid lu dipelet!"


"Tapi tujuan Farel apa pelet gua? gua juga nggak diapa-apain"


"Wahh stres tuh anak, suka banget melet orang, jangan-jangan Laila juga dia pelet"


"Nggak, kalau masalah Laila gua yakin itu murni, soalnya gua pernah liat Laila selingkuh gitu"


"Ngeri deh punya temen gitu amat"


"Lu kok mau sih hel temenan sama tuh anak?" tanya Dimas

__ADS_1


"Gua aja baru tau sekarang"


"Eh tapi setau gua kalo dipelet tuh kalau pun kita mempengaruhi Rachel, pasti Rachel nggak ngehirauin" kata Ivan


"Mungkin udah nggak melet Rachel lagi, udah pindah ke Laila mungkin"


"Jangan-jangan tuh Perusahaan bokapnya dapet juga karena jalan setan?" tebak Ivan


"Hushh jangan suudzon lu van!"


"Sekarang gini aja, Farel aja berani main pelet, pasti orang tuanya lebih dari Farel"


"Eh lu kan yang tau rumahnya Farel kan hel?" tanya Dimas


"Gua nggak tau, waktu gua ke sana selalu di luar rumah, terus tuh rumah juga selalu ketutup, rumahnya Farel tuh dipedalaman banget, jadi kadang susah sinyal"


"Eh gini aja, kalian nggak pernah didatengin kan sama Farel?" tanya Rachel


"Farel nggak tau rumah kalian kan?"


"Nggak!" jawab Ivan dan Dimas


"Nah bagus deh, gua takutnya kalo mereka bakalan neror kalian"


"Lah dia kan selalu ke rumah lu hel?"


"Gua udah pindah"


"Wihhh pindah kemana hel? boleh dong kita main-main kesitu?"

__ADS_1


"Apartemen"


"Apartemen mana?"


"Kalau mau kesitu kabarin aja, ntar gua share lock"


"Jangan lupa siapin makanan yak" kata Ivan


"Males gua, biarin lu mati kelaperan"


"Ih kok gitu?"


"Lu perut karet! males banget gua nyiapin makanan buat lu, mending gua makan sendiri"


"Ishh jahat bener lu hel"


"Gua emang jahat puas lu!"


"HEH! KALIAN NGAPAIN DI SINI! BUKANNYA IKUT PELAJARAN MALAH NGEGOSIB DISINI! SANA CEPAT MASUK KELAS ATAU SAYA HUKUM KALIAN" teriak pak Garto


"Hei bapak Garto yang terhormat! tolong buka telinga dan mata anda! ini masih jam setengah 7! masa jam setengah 7 udah bel?! mata kau di taruh dimana? telinga kau fungsinya untuk apa?" kata Rachel emosi


"Eh maafkan saya, saya pikir ini sudah jam setengah 8"


"Makannya kalau punya mata dipakai pak! kalau matanya minus itu pakai kaca mata! kalau kupingnya budek pakai alat bantu!"


"Pagi-pagi udah bikin emosi! bosen hidup hah!?" kata Rachel kesal bahkan dia hampir saja memukul pak Garto


"Saya kan hanya ingin dekat dengan kalian" kata pak Garto pelan

__ADS_1


"Nggak usah sok asik! kita nggak butuh orang yang sok asik kaya bapak!"


"Dan asal bapak tau, saya juga tau kalau bapak adalah seorang penjilat! anda bisa membodohi daddy saya! namun anda tidak bisa membodohi saya!"


__ADS_2