I Hate My Life

I Hate My Life
Khawatir?


__ADS_3

Sesampainya di apartemen.


"Kamu pindah ke sini sendirian hel?" tanya Panji menatap bangunan apartemen


"Iya"


"Boleh mampir nggak?" tanya Panji, Rachel langsung bingung


"Kamu mainnya bareng anak-anak aja deh, kan udah malem nggak enak nanti malam jadi fitnah"


"Yaelahh hel gua cuma bercanda kok, jangan diambil hati kali" Rachel pun tersenyum tipis mendengar perkataan Panji


Padahal Rachel sudah bingung memikirkan Panji kalau dia sampai masuk ke apartemen Rafael, dia harus bilang apa? eh ini kenalin suami aku namanya Rafael, aku dijodohin sama dia, tenang aja aku tetep padamu kok membayangkan nya saja membuat Rachel bergidik ngeri, apa lagi sampai kejadian.


"Rachel? malah bengong!"


"Eh iya kenapa?" tanya Rachel terkejut


"Udah sana masuk, malah bengong di sini"


"Yaudah aku masuk dulu" kata Rachel lalu masuk ke dalam apartemen


Sesampainya di apartemen Rafael.


"Dari mana aja kamu? jam segini baru pulang" kata Rafael bertolak pinggang


"Bukan urusan lu!"

__ADS_1


"Aku suami kamu"


"Whatever" Rachel pun mengabaikan Rafael, dia langsung masuk ke kamar diikuti Rafael


Rachel menatap Rafael sebentar lalu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Setelah selesai mandi, Rachel langsung memakai baju. Rachel berjalan ke arah kasur, lalu berbaring di kasur. Saat Rachel menutup mata tiba-tiba Rafael memanggilnya.


"Rachel"


"Hmm"


"Kamu dari mana?" tanya Rafael melembut


"Khawatir ya?" goda Rachel


"Ya iya lah! aku bahkan sampek nggak bisa tidur karena kamu! aku dari tadi nungguin kamu pulang, aku takut kamu diapa-apain sama temen-temen kamu"


"Mereka nggak bakalan macem-macem sama gua"


"Pikiran lu terlalu jauh!" kata Rachel memotong perkataan Rafael


"Kalau pun mereka mau bikin aku mabuk, mereka sendiri yang bakalan bangkrut" kata Rachel membuat Rafael bingung


"Maksudnya?"


"Gua baru bisa mabuk kalau udah minum banyakkk bangett"


"Banyak itu berapa? paling sebotol"

__ADS_1


"Ngeremehin banget ya lu! gua minum satu botol aja malah nggak berasa apa-apa"


"Hemm aku tau kok"


"Yaudah nggak usah ganggu gua lagi! gua mau tidur! gua capek! jangan berisik!"


"Besok-besok nggak usah khawatirin gua! gua udah gede! udah bisa jaga diri gua sendiri! lu nggak usah repot-repot!" sambung Rachel


"Kamu istri aku, aku bertanggung jawab atas segala tentang kamu"


"Nggak usah berlebihan, kesannya kaya lebay gitu"


"Aku nggak berlebihan, emang kaya gini kalau udah jadi suami istri"


"Gua bukan bocah! gua tau suami istri kaya gimana! gua tau kok istri harus nurut sama suami"


"Nah itu tau, jadi aku mohon sama kamu buat nurut sama aku"


"Gua tau mana yang harus gua turutin dan mana yang harus gua nggak turutin, nggak semua keinginan lu gua iyain, gua juga punya dunia gua sendiri"


"Aku menghargai bangett dunia kamu, tapi please jangan terjerumus ke hal yang nakal-nakal, aku takut kamu kenapa-kenapa"


"Gua udah lama bergaul sama dunia bebas, gua juga tau mana yang harus gua jauhin dan mana yang bisa gua deketin"


"Rachel please"


"Gua udah gede, gua bisa jaga diri gua sendiri, rasa kekhawatiran lu terlalu berlebihan, lebayyy"

__ADS_1


"Aku kaya gini karena kamu itu cewe dan temen-temen kamu cowo"


"Whatever"


__ADS_2