I Hate My Life

I Hate My Life
Fero


__ADS_3

Fero membawa Rachel menuju taman belakang sekolah, saat ini dia harus menenangkan Rachel terlebih dahulu.


"Rachel lihat mata aku!" titah Fero, Rachel pun menurutinya


"Kamu tenganin diri kamu, kurangin emosi di diri kamu, aku tau kok gimana rasanya jadi kamu, aku yakin kamu pasti bisa kontrol emosi kamu"


"Jangan pakai emosi kalau mau nyelesaiin masalah, masalah bakalan selesai kalau kamu bicarakan dengan baik-baik" kata Fero lembut


Rachel benar-benar tak menyangka, Fero cowo yang dulu suka bikin masalah, cowo yang dulunya selalu gangguin dia, cowo yang suka bikin onar, cowo yang selalu berperilaku kasar, kini dia telah berubah menjadi cowo yang lemah lembut dan pengertian.


"Dia udah keterlaluan, aku nggak bisa selesaiin dengan baik-baik kalau sama dia"


"Jangan suka membenci, kebencian akan mendatangkan rasa dendam, dulu kamu selalu bilang sama aku untuk jangan jadi pendendam, kamu selalu ajarin aku buat kontrol emosi aku, kamu selalu ajarin aku buat menghargai orang lain"

__ADS_1


Rachel pun tersenyum mendengar perkataan Fero


"Padahal dulu kamu itu cowo yang kasar, kenapa sekarang kamu bisa berubah kaya gini? kamu berubah drastis, kamu yang dulunya kasar jadi lemah lembut, kamu yang dulunya susah ngendaliin emosi kamu, sekarang udah bisa nenangin aku, aku salut sama kamu"


"Aku bisa kaya gini juga berkat kamu, kamu selalu ajarin aku"


"Ternyata bener ya, kamu itu emang aslinya cowo yang lemah lembut dan pengertian, cuman karena suatu hasutan kamu jadi kaya gini, dan alhamdulilah sekarang kamu udah bisa berubah, aku seneng deh ngeliat perubahan kamu" kata Rachel menatap Fero dengan tatapan berbinar


"Selama ini aku berusaha buat berubah, aku pengen buktiin ke kamu bahwa aku ini bisa berubah"


Fero pun langsung terdiam mendengar pertanyaan Rachel, Rachel bisa melihat bahwa Fero ingin menyampaikan sesuatu namun dia takut untuk mengungkapkannya.


"Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku?" tanya Rachel menatap wajah Fero

__ADS_1


Saat Fero ingin menjawab tiba-tiba Panji dan Vania datang.


"Rachel gua mau ngomong sama lu" kata Panji, Rachel pun menatap Panji


"Kenapa? kamu pasti mau bilang kalau selama ini kamu cuma pura-pura kan? aku tau kok selama ini di hati kamu cuma ada Vania, aku tau kamu cuma kasihan sama aku" kata Rachel


"Sayang sama kasihan beda tipis" sambung Rachel


Panji langsung terdiam mendengar perkataan Rachel.


"Makasih selama ini udah mau jadi pacar aku walaupun itu semua cuma pura-pura, makasih atas semua kebohongan kamu, aku bangga sama kamu, aku bangga karena kamu bisa bertahan berpura-pura sampai detik ini, aku nggak nyangka ternyata kamu pinter berpura-pura juga ya, kamu pantes kok kalo dijadiin aktor yang playboy" kata Rachel sambil tersenyum sinis


"Dan buat Vania, kamu jahat banget sih sama aku? selama ini apa pernah aku jahatin kamu?" tanya Rachel tak menyangka

__ADS_1


"Aku nggak tau tujuan kalian apa, aku kecewa banget sama kalian! kalian jahat! jujur aku benci sama kalian! aku nggak suka sama pembohong! aku benci sama pembohong!"


Fero pun langsung terdiam saat Rachel berkata seperti itu, tadi dia berniat menghentikan Rachel, namun ketika mendengar perkataan Rachel, dia langsung terdiam.


__ADS_2