I Hate My Life

I Hate My Life
Dimas dan Clara


__ADS_3

"Mulai sekarang kita udahan!" tegas Rachel


"Kamu sekarang udah bebas! kamu sekarang udah nggak perlu lagi pura-pura cinta sama aku! kamu sekarang udah boleh terang-terangan bermesraan sama Vania! makasih atas semuanya" setelah berkata seperti itu Rachel pun pergi meninggalkan Panji, Vania, dan Fero


"Kenapa rasanya biasa aja ya? kenapa gua nggak ngerasa sakit hati waktu gua ngucapin kata udahan sama Panji? bahkan gua ngerasa bahwa gua telah melepas beban gua selama ini, apa selama ini gua nggak jatuh cinta sama Panji? gua sih selalu ngerasa nyaman waktu di deket Panji, gua kaya berada aman dan nyaman, kayanya gua cinta sama Panji itu sebagai kakak deh, tapi udah lah lupakan, semuanya udah berakhir" Rachel menatap langit-langit sambil membatin


Tiba-tiba ponsel Rachel berbunyi, Rachel dengan segera membuka ponselnya, dia menatap layar ponselnya dengan ekspresi datar, di sana tertera tulisan Dimas is calling, Rachel langsung menggeser ikon hijau di ponselnya lalu mendekatkan ponselnya ke telinganya


"Rachel gua denger lu habis putus ya sama Panji?" tanya Dimas di seberang sana


Semenjak kejadian malam itu, Dimas langsung menikahi Clara, dia pun berhenti bersekolah untuk memulai bekerja, dan Clara juga harus keluar dari sekolah karena dia juga butuh banyak istirahat, dan juga perutnya yang semakin membesar membuatnya harus berhenti sekolah. Dimas bekerja di Perusahaan yang ayahnya berikan padanya, dia bertanggung jawab di Perusahaan cabang ayahnya yang berada di luar kota, dia memutuskan untuk pindah bersama Clara di luar kota, agar bisa dekat dengan Perusahaan yang sedang dipimpin Dimas.

__ADS_1


"Hemm ya begitulah"


"Kenapa kalian putus?" tanya Dimas hati-hati


"Jangan berlagak sok polos lu! gua nggak suka sama pembohong!" Dimas pun menghela nafas


"Maafin gua selama ini nggak bilang sama lu"


"Untung gua nggak bener-bener jatuh cinta sama dia! kalau sampai gua jatuh cinta sama dia, gua bakalan jadiin lu buronan!" ancam Rachel dengan nada tenang namun sangat menyeramkan jika di dengar


"Ya ya gua nggak peduli" kata Rachel cuek, jika biasanya orang-orang akan kepo dengan ucapan yang misterius namun tidak dengan Rachel, dia tidak suka mencampuri urusan orang lain kecuali itu berhubungan dengannya

__ADS_1


"Emang lu udah sehebat apa? kenapa begitu misterius dirimu, jangan membuat waktuku untuk mencampuri urusanmu" kata Rachel sinis


"Tenang lah, ini nggak ada kaitannya sama lu, gua yang bakalan atur, ini adalah rasa permintaan maaf gua ke elu"


"Whatever"


"Bay the way gimana kondisi Clara?" tanya Rachel dia sangat ingin membicarakan tentang bumil sekarang


"Ya dia masih sering mual dan demam, tapi sudah lebih baik dari sebelumnya, lu tau nggak mau hel? masa gua selalu diusir sama Clara, kataya gua bau, padahal gua kan juga udah mandi" adu Dimas kesal


Rachel tersenyum tipis mendengar perkataan Dimas, dia sangat tau bagaimana kondisi bumil, dia bukan anak kecil yang tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


"Lu harus sabar ngadepin bumil, mereka memang seperti itu, jangan pernah tampilkan wajah kesalmu itu di depan Clara" nasehat Rachel


"Iyaaa" kata Dimas


__ADS_2