
Nyanyi dulu yuk
Eyes blue or brown, can't remember
Terpikat Senyummu Yang Memabukanku
Eyes green or gray, can't remember
Percuma Tau Karena Kau Bukan Milikku
Getting cold, but I have my own sweater
**** your polyester, 'cause cotton's way better, You Were
Berhasil Curi Hatiku Yang Dingin Namun Kau Hempaskan Tak Sempat Kau Hangati
You're Lost In The Atlantic,
Trying Not To Panic,
But Now It's Too Late To Come Back
Anda Tersesat Di Lautan Atlantik, Mencoba Tidak Panik, Tapi Sekarang Sudah Terlambat Untuk Kembali
__ADS_1
Pergilah Pergi Kau Takan Peduli Kan Ku Coba Lagi Tuk Belajar Mencintai
Eyes blue or brown,
can't remember
Eyes green or gray,
can't remember
Mata biru atau coklat, tidak dapat mengingat
Tak Lagi Terpikat Senyummu Yang Mabukanku
Harusnya Ku Tau Memang Kau Bukan Milikku
***
Rachel menatap Rafael dengan tatapan penuh kekecewaan, saat dia hendak pergi tiba-tiba dia merasakan perutnya sakit, mungkin karena dia telat makan. Tadi dia melewatkan makan siangnya untuk tidur. Badan Rachel terasa lemas, Rafael langsung menangkap tubuh rapuh Rachel saat Rachel pingsan. Rafael langsung panik, dia langsung menggendong Rachel menuju kamar, dia langsung menurunkan Rachel dengan perlahan, lalu dia mengambil ponsel untuk menghubungi temannya yang bekerja sebagai dokter.
"Cepat ke sini atau kau akan kehilangan pekerjaan mu!" kata Rafael tegas
"Hei ada apa? kenapa kau berkata seperti itu? kau mengancamku? aku sed-"
__ADS_1
"Cepat! atau kau akan kehilangan pekerjaanmu!" kata Rafael tegas lalu menutup telpon
"Hallo! hallo! ah sial!" umpat Reno kesal, saat ini dia sedang ingin berkencan dengan salah satu pacarnya, namun itu gagal karena Rafael, Reno pun langsung pergi meninggalkan pacarnya itu, dia tidak peduli dengan teriakan wanita itu, tujuannya saat ini adalah pergi ke apartemen Rafael
"Ada apa dengannya? apa dia sedang sakit? merepotkan sekali! beruntung aku selalu membawa alat-alatku kemana saja di dalam mobil" kata Reno sambil menyetir
Beberapa menit kemudian Reno telah sampai di apartemen Rafael, dia langsung masuks ketika melihat Rafael sudah berada di pintu.
"Kau sangat lama!" kata Rafael kesal
"Jakarta ini sangat padat! dan ini adalah jam pulang kantor jadi wajarlah kalau macet"
"Sudah-sudah jangan banyak bicara! cepat periksa istriku! dia tiba-tiba saja pingsan! dia terlihat sangat rapuh aku tak kuat melihatnya seperti itu" kata Rafael sedih
Reno menahan tawanya ketika melihat ekspresi Rafael, selama ini Rafael selalu terlihat dingin tapi sekarang? dia terlihat rapuh dan sedih. Reno langsung memeriksa keadaan Rachel, dia terlihat sangat fokus.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Rafael khawatir
"Dia se-" perkataan Reno terhenti karena melihat Rachel yang bergerak sepertinya Rachel sudah siuman, Rafael langsung mendekati Rachel, dia menggenggam erat tangan Rachel
"Apanya yang sakit sayang?" tanya Rafael
Rachel tercengang mendengar kata sayang yang diucapkan Rafael, bulu kuduknya terasa meremang, baru kali ini dia merasa merinding mendengar kata sayang dari seorang pria. Namun tiba-tiba dia merasakan sakit pada perutnya lagi
__ADS_1
"Arghhh" Rachel pun memegangi perutnya, Rafael langsung panik, Reno langsung mendekati Rachel dan Rafael, dia menatap keduanya secara bergantian lalu dia pun mulai bicara