I Hate My Life

I Hate My Life
Rafael


__ADS_3

Nyanyi dulu yuk


Eyes blue or brown, can't remember


Terpikat Senyummu Yang Memabukanku


Eyes green or gray, can't remember


Percuma Tau Karena Kau Bukan Milikku


Getting cold, but I have my own sweater


**** your polyester, 'cause cotton's way better, You Were


Berhasil Curi Hatiku Yang Dingin Namun Kau Hempaskan Tak Sempat Kau Hangati


You're Lost In The Atlantic,


Trying Not To Panic,


But Now It's Too Late To Come Back


Anda Tersesat Di Lautan Atlantik, Mencoba Tidak Panik, Tapi Sekarang Sudah Terlambat Untuk Kembali

__ADS_1


Pergilah Pergi Kau Takan Peduli Kan Ku Coba Lagi Tuk Belajar Mencintai


Eyes blue or brown,


can't remember


Eyes green or gray,


can't remember


Mata biru atau coklat, tidak dapat mengingat


Tak Lagi Terpikat Senyummu Yang Mabukanku


Harusnya Ku Tau Memang Kau Bukan Milikku


***


Rachel menatap Rafael dengan tatapan penuh kekecewaan, saat dia hendak pergi tiba-tiba dia merasakan perutnya sakit, mungkin karena dia telat makan. Tadi dia melewatkan makan siangnya untuk tidur. Badan Rachel terasa lemas, Rafael langsung menangkap tubuh rapuh Rachel saat Rachel pingsan. Rafael langsung panik, dia langsung menggendong Rachel menuju kamar, dia langsung menurunkan Rachel dengan perlahan, lalu dia mengambil ponsel untuk menghubungi temannya yang bekerja sebagai dokter.


"Cepat ke sini atau kau akan kehilangan pekerjaan mu!" kata Rafael tegas


"Hei ada apa? kenapa kau berkata seperti itu? kau mengancamku? aku sed-"

__ADS_1


"Cepat! atau kau akan kehilangan pekerjaanmu!" kata Rafael tegas lalu menutup telpon


"Hallo! hallo! ah sial!" umpat Reno kesal, saat ini dia sedang ingin berkencan dengan salah satu pacarnya, namun itu gagal karena Rafael, Reno pun langsung pergi meninggalkan pacarnya itu, dia tidak peduli dengan teriakan wanita itu, tujuannya saat ini adalah pergi ke apartemen Rafael


"Ada apa dengannya? apa dia sedang sakit? merepotkan sekali! beruntung aku selalu membawa alat-alatku kemana saja di dalam mobil" kata Reno sambil menyetir


Beberapa menit kemudian Reno telah sampai di apartemen Rafael, dia langsung masuks ketika melihat Rafael sudah berada di pintu.


"Kau sangat lama!" kata Rafael kesal


"Jakarta ini sangat padat! dan ini adalah jam pulang kantor jadi wajarlah kalau macet"


"Sudah-sudah jangan banyak bicara! cepat periksa istriku! dia tiba-tiba saja pingsan! dia terlihat sangat rapuh aku tak kuat melihatnya seperti itu" kata Rafael sedih


Reno menahan tawanya ketika melihat ekspresi Rafael, selama ini Rafael selalu terlihat dingin tapi sekarang? dia terlihat rapuh dan sedih. Reno langsung memeriksa keadaan Rachel, dia terlihat sangat fokus.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Rafael khawatir


"Dia se-" perkataan Reno terhenti karena melihat Rachel yang bergerak sepertinya Rachel sudah siuman, Rafael langsung mendekati Rachel, dia menggenggam erat tangan Rachel


"Apanya yang sakit sayang?" tanya Rafael


Rachel tercengang mendengar kata sayang yang diucapkan Rafael, bulu kuduknya terasa meremang, baru kali ini dia merasa merinding mendengar kata sayang dari seorang pria. Namun tiba-tiba dia merasakan sakit pada perutnya lagi

__ADS_1


"Arghhh" Rachel pun memegangi perutnya, Rafael langsung panik, Reno langsung mendekati Rachel dan Rafael, dia menatap keduanya secara bergantian lalu dia pun mulai bicara


__ADS_2