
"*Jadi selama ini gua salah? mommy dan daddy itu pergi karena berobat? bukan karena kesibukan mereka? gua pikir mereka nggak sayang sama gua, tapi nyatanya? gua nggak nyangka mommy bakalan pergi secepet ini! mommy, wanita kuat yang selalu sayang sama gua, wanita yang dengan sabar ngadepin gua yang selalu bikin masalah"
"Selama ini yang gua kira mommy pergi arisan sama temen-temen sosialitanya ternyata mommy selama ini pergi berobat? malam ini mommy berubah banget, dia kelihatan pucet dan lemah, ternyata malam ini adalah hari terakhir mommy, kenapa mommy pergi secepet ini? kenapa disaat gua tau tentang semuanya, Allah malah ngambil mommy?"
"Selama ini mommy nahan sakit, pasti mommy tersiksa, gua emang anak yang nggak berguna! gua selalu aja nyusahin! gua selalu bikin mommy dan daddy kesel dengan sikap gua, mommy.... maafin Rachel*"
Rachel terus melamun disudut kamarnya, dia merutuki dirinya yang selalu menyusahkan mommy dan daddynya.
"Rachel" panggil Abraham
__ADS_1
Rachel pun menoleh menatap Abraham.
"Sini nak! duduk di sebelah daddy" kata Abraham, Rachel pun menurut dan duduk di sebelah Abraham
"Sudah sayang, kamu jangan sedih dong, kasihan mommy nanti juga ikutan sedih kalau kamu sedih"
Rachel pun hanya mengangguk lalu membaringkan tubuhnya di kasur, Abraham pun tersenyum lalu mengelus-elus kepalanya Rachel sampai Rachel tertidur, setelah itu Abraham pergi ke kamarnya.
Abraham pun menuju kamarnnya, dia berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya, perlahan air matanya tumpah.
__ADS_1
Selama ini Abraham selalu menemani Raina berobat, berbagai cara sudah dilakukan namun tetap saja kondisi Raina tak berubah bahkan tanpa buruk. Raina bahkan sudah pasrah dengan keadaan namun Abraham terus berusaha, hingga akhirnya? malam ini Raina pergi untuk selamanya.
Raina, sosok perempuan yang judes sama seperti Rachel, namun dibalik sifatnya yang judes, Raina ini adalah sosok yang rendah hati dan selalu menghormati orang lain, oleh sebab itu Abraham bisa jatuh hati pada Raina, Raina ini juga sangat menyukai balita, dulu saat Rachel lahir, Raina sangat senang dan bahagia, dia bahkan selalu memanjakan Rachel, namun itu semua hanya bertahan sebentar karena Raina terserang penyakit kanker.
Abraham dan Raina selalu berusaha berobat kemana-mana bahkan sampai keluar negeri, namun semua usaha mereka hanya sia-sia saja karena memang sudah takdirnya Raina untuk pergi.
"Mungkin setelah Rachel menikah aku akan pergi ke Inggris saja, aku ingin mengubur dalam-dalam kenanganku dengan Raina, memang sangat mustahil untuk melupakan dia, namun aku harus berusaha agar aku bisa bangkit dan tak terus menerus terpuruk dalam lingkaran hitam ini" ucap Abraham lirih
Malam itu adalah malam yang sepi, malam yang duka dan sepi, hahhhh menyedihkan. Sebelumnya memang tak terpikirkan oleh Rachel kalau mommynya akan pergi secepat ini, mommy yang selalu sibuk itu ternyata selama ini dia berjuang untuk sembuh dari penyakitnya, mommy yang selalu cerewet dan suka marah-marah itu sekarang sudah tiada, sekarang hanya tinggal kenangan saja, semua tentang Raina telah berakhir, Raina telah pergi untuk selamanya, mungkin benar, orang yang baik selalu saja diambil oleh Allah lebih dulu, sungguh ini sangat menyedihkan, kenapa yang datang harus pergi?
__ADS_1