
"Mami mending nggak usah kesini deh kalau cuma nyakitin hatinya Rachel!" tegas Rafael, Risa pun langsung terdiam mendengar perkataan Rafael
Tiba-tiba Adam datang, dia langsung masuk dan menghampiri Risa, Rafael, dan Rachel.
"Maaf ya papi datengnya telat, tadi macet" kata Adam
"Maaf papi nggak bisa cegah mami, padahal papi udah bilang berkali-kali buat bersabar menunggu Rachel hamil"
"Gimana mau sabar? aku udah nungguin dari dulu pi! pernikahan Rachel dan Rafael juga udah berjalan dua bulan! apa mau nunggu mami meninggal dulu baru Rachel hamil?"
"Astaga punya mertua drama banget sih"
"Mami nggak boleh ngomong gitu dong!" kata Rafael
"Kenapa? kamu juga mau kan kalau mami cepet-cepet pergi?" tanya Risa
__ADS_1
"Cih! dasar keluarga kebanyakan drama!"
"Mami harap waktu mami ke sini lagi bakalan ada kabar baik dari kalian berdua" kata Risa
"Mami jangan egois! mami jahat ngggak punya hati! mami selalu nyakitin hatinya Rachel! mami tuh nggak pernah kasihan sama Rachel! inget mi Rachel ini anaknya sahabat mami! sahabat yang selalu ada saat mami suka atau pun duka! mami jangan dibutakan oleh rasa pengen ambisi yang besar! jangan egois mi! Rachel juga masih sekolah!" kata Rafael
"Rachel istri aku! aku bertanggung jawab atas apa yang terjadi sama dia! aku harus melindungi dia saat dia disakitin oleh siapa pun! tanpa terkecuali! jadi aku harap sama mami untuk nggak nyakitin Rachel!" sambung Rafael tegas
"Ya! mami tau kok mami tau! mami cuma pengen cucu" kata Risa melemah
"Maksud kalian apa? kalian udah tau penyakit mommy dari dulu?" tanya Rachel terkejut
"Iya nak, kami udah tau sendari dulu, kami juga menemani beliau saat berobat dan menjalani operasi" jawab Adam
"Kenapa kalian nggak bilang sama Rachel?" tanya Rachel tak menyangka
__ADS_1
"Raina selalu bilang kalau harus merahasiakan ini semua dari kamu nak, terlebih dulu kita belum sedekat ini, kami juga tak menjamin kamu akan percaya pada kami" jawab Adam
Rachel pun tersenyum kecut mendengar semua perkataan Adam, Rafael langsung mendekati Rachel, dia langsung memeluk Rachel, namun Rachel langsung menepisnya.
"Kenapa? kalian selalu nuntut aku? kalian sama aja kaya mommy sama daddy waktu dulu! aku nggak suka diatur-atur! aku juga punya kehidupan sendiri! aku bukan anak kecil lagi! aku udah gede! udah bisa jaga diri! udah bisa atur diri aku sendiri!"
"Kamu masih aja kan temenan sama temen-temen brandal kamu itu? mommy kamu nggak suka kamu main sama mereka" kata Risa
"Nyatanya aku lebih bahagia sama temen-temen aku, dari pada sama mommy daddy, mommy daddy nggak tau selama ini aku tertekan!"
"Mulai sekarang aku berhenti, kalian nggak perlu nyari aku lagi" kata Rachel lalu pergi menuju kamarnya
Beberapa menit kemudian, Rachel keluar dari kamarnya, dia sudah membawa koper.
"Kamu mau kemana hel?" tanya Rafael
__ADS_1
"Aku udah berhenti, tempat aku bukan di sini lagi" kata Rachel lalu pergi keluar dari apartemen, Rafael langsung mencegah Rachel untuk tidak pergi