
Besok adalah hari pernikahan Rachel dan Rafael. Rachel terus merenung memikirkan nasibnya.
"Gimana ya? besok hari pernikahan gua, kenapa rasanya males banget? gua masih muda! dan besok gua harus ngelepas status gua yang jomblo ini jadi suami Rafael Adijaya, agghhhhh" Rachel mengacak-acak rambutnya frustasi
"Hemm kabur? nggak mungkin juga soalnya bodynya daddy banyak"
Walaupun Rachel ini anak yang nakal tapi dia tetap takut dan tak berani melawan orang tuanya, biar bagaimanapun mereka berdua adalah orang yang sangat berjasa dikehidupan Rachel.
tok...tok...tok....
"Rachel! mommy boleh masuk kan?" teriak Raina di depan pintu kamar Rachel
"Masuk aja mom!"
Raina pun masuk ke dalam kamar Rachel, Rania langsung duduk di samping Rachel.
"Rachel besok kan kamu udah jadi istri Rafa, mommy harap kamu bisa jadi istri yang baik untuk Rafa, kamu yang nurut ya sama Rafa? maafin mommy kalau selama ini mommy ada salah sama kamu" kata Raina lembut sambil membelai rambut Rachel
"Tunggu-tunggu kok gua ngerasa ada yang beda ya?"
Raina menahan sakit diarea dadanya.
__ADS_1
"Eh mommy kenapa?" tanya Rachel
Raina berusaha tersenyum sambil menahan rasa sakit di dadanya.
"Are you okay mom?" tanya Rachel panik
"Daddy!" teriak Rachel panik
Beberapa menit kemudian Abraham datang bersama beberapa bodyguard.
"Ada apa?" tanya Abraham
"Mommy"
Sesamanya di rumah sakit Raina tidak langsung di tangani karena ini adalah jam istirahat.
"Sialan!" umpat Abraham
"Kalian nggak usah repot-repot, arghhhh" ucap Raina lemah sambil memegangi dadanya yang sakit
"Mommy udah nggak kuat lagi, mommy udah nggak bisa menahannya lagi, mungkin emang udah saatnya mommy pergi" kata Raina lemah
__ADS_1
"No mom! jangan bilang gitu, mommy harus kuat, please" kata Rachel dengan memohon, Rachel berusaha setengah mati untuk menahan air matanya agar tidak menetes
"Dad batalin aja perjodohannya Rachel mau nemenin mommy" kata Rachel
"No! jangan dibatalin! mommy mohon! Rafa itu pilihan mommy, mommy pengen Rachel sama Rafa menikah" ujar Raina
"Arghhhh... arghhh" Raina terus meracau-racau kesakitan membuat Rachel dan Abraham emosi karena para dokter tak kunjung menangani Raina
"Mommy harus pergi Rachel, mommy udah nggak kuat lagi arghhhhhhh!" Rachel hanya bisa diam mendengarkan perkataan Raina
"Abraham tolong jaga Rachel ya? maafin aku kalau selama ini aku belum jadi istri yang baik, dan aku mohon untuk tetap menikahkan Rachel dan Rafa ya?" Abraham pun mengangguk pasrah
"Mommy jangan pergi! Rachel sayang sama mommy! Rachel mohon mommy jangan pergi!" kata Rachel yang tak bisa lagi menahan air matanya
Pertama kalinya Rachel menangis diusianya yang sudah dewasa, sungguh Rachel benci memperlihatkan sisi lemahnya dihadapan kedua orang tuanya.
"Mommy tau Rachel sayang sama mommy, tapi Allah lebih sayang sama mommy" kata Raina sambil tersenyum manis
Senyum itu, senyuman terakhir yang Rachel liat. Malam itu Raina menghembus nafas terakhirnya. Rachel berusaha tegar ketika mendengar penuturan daddnya malam itu.
"Sudah Rachel! kamu iklaskan kepergian mommymu, selama ini dia menahan rasa sakit cukup lama, mungkin sekarang sudah takdirnya dia diambil oleh Allah" ucap Abraham malam itu
__ADS_1
Rachel yang mendengarnya pun malah semakin histeris, dia bahkan meronta-ronta minta dilepaskan saat jenazah mommynya dikebumikan, yaa malam itu juga jenazah Raina dikebumikan.