
Rachel terus memikirkan perkataan Abraham dan Raina. Sungguh dia benci di saat seperti ini, dia sekarang jadi susah tidur, dia di hantui oleh perkataan Abraham dan Raina.
"Damn! gua ngantuk tapi nggak bisa tidur!!!!!" teriak Rachel
"Kenapa gua harus dijodohin sama om om sih? ya walaupun dia ganteng sih, tapi gua tetep nggak mau sama dia, kenal aja nggak"
"Gua harus gimana dong? masa gua harus kabur? kalau gua kabur pun percuma karena pasti banyak bodyguard yang stand by ngikutin gua, terus daddy pasti juga bakalan lacak keberadaan gua, arghhhh" Rachel pun mengacak-acak rambut kesal
"Okey satu-satunya jalan agar terbebas dari kekangan daddy adalah menikah sama om om itu, tapi gua nggak mau nikah sama si om om, gua kan nggak kenal sama dia, huh membingungkan!! sialan!"
Rachel terus merenung hingga tanpa sadar kini dia sudah terlelap dengan tenang.
Keesokan harinya
Pukul 07.55
drtttt
drtttt
Rachel pun langsung mengambil ponselnya yang terus-terusan berbunyi, lalu menggeser tombol hijau di handphonenya
"Hallo hel!"
__ADS_1
"Apaan sih lu ganggu orang tidur aja! gua ngantuk nih!" ucap Rachel kesal
"Rachel lu dimana? kok belum kelihatan di sekolah?" tanya Dimas
"Gua nggak berangkat, gua mau bolos satu minggu" jawab Rachel masih dengan mata terpejam
"Ngapain lu seminggu bolos? bisa di depak lu dari sekolahan" tegur Dimas
"Biarin aja, lagian itu sekolah punya daddy, yaudah ya bye gua mau lanjut tidur!!" ucap Rachel lalu mematikan teleponnya, setelah mematikan teleponnya, Rachel langsung melanjutkan tidurnya
"Rachel bangun sayang" Raina mengusap punggung Rachel
"Apa sih mom, Rachel ngantuk!" Rachel pun kembali menyelimuti tubuhnya
"Hmmm"
"Ayo buruan bangun Rachel! buruan mandi!" tegas Raina, Rachel pun langsung menurutinya
Setelah selesai mandi, Rachel langsung memakai baju yang sudah di siapkan mommynya, ada pesan masuk dari Raina di ponselnya
Mommy: Mommy duluan ya ke butiknya! kamu nanti di jemput sama Rafa! kamu ke sininya bareng Rafa!
Rachel pun tersenyum miring
__ADS_1
"Gua harus korek informasi soal tuh om om" guman Rachel
***
Setelah fitting baju, Rachel dan Rafael pergi makan siang bareng di sebuah restoran yang terbilang cukup mahal.
"Kenapa nerima perjodohan ini?" tanya Rachel membuka suara
"Karena aku nggak mau bikin kedua orang tuaku kecewa" jawab Rafael santai
"Ck! kalau mau nolak kan bisa ngomong sama nyokap bokap lu itu!" kata Rachel kesal
"Aku kan udah bilang kalau aku nggak mau kedua orang tuaku kecewa, berarti aku nggak bakalan nolak!"
"Ck! merepotkan" guman Rachel
Setelah selesai makan siang, Rachel langsung diantar pulang oleh Rafael.
"Ck! kok pulang sih?! gua kan mau jalan-jalan mumpung nggak sekolah nih!" ucap Rachel kesal
"Hari pernikahan kita tinggal dua hari lagi, kamu harus banyak-banyak istirahat jangan malah keluyuran" kata Rafael
"Aishh nggak asik lu om!" ucap Rachel lalu pergi masuk ke dalam rumahnya, Rafael pun menatap punggung Rachel yang mulai menjauh
__ADS_1
"Setua itu kah aku? aku bahkan baru 19 tahun tapi udah dibilang om om, emang nasih sialan ya kaya gini, sabar sabar banyakin sabar pokoknya" batin Rafael sambil terus menatap punggung Rachel yang menjauh