
Setelah berbicara dan bercerita dengan Dimas, Rachel jadi melupakannya Panji dan Vania, Rachel juga selalu tenang dan aman saat berbicara dengan Dimas, dia sangat nyaman jika berbicara degan Dimas, mereka seperti kakak dan adik saja jika dilihat-lihat. Mungkin Rachel juga akan setuju jika mereja menyebut Rachel dan Dimas kakak beradik, mereka memiliki kesamaan yaitu sama-sama nakal, namun mereka tak suka dengan keributan.
Ingatan Rachel langsung kembali pada janjinya untuk datang ke kosan Panji nanti pulang sekolah, dia tahu tujuan Panji mengundangnya adalah untuk mengatakan dengan jujur tentang semua kebohongannya, Rachel sudah memprediksi itu semua. Sekarang tujuannya hanya satu, dia akan pergi ke kosan Ivan untuk menenangkan diri, setidaknya orang-orang di sana bisa membuatnya kembali tertawa dengan kelakuan konyol mereka. Beruntung karena hari ini Ivan sedang membolos.
Sesampainya di kos Ivan, Rachel langsung masuk, dan seperti biasa dia akan mendengar suara-suara desahan yang menjijikan saat dia masuk, dan juga suara-suara para pria yang menggodanya. Rachel tak menghiraukan mereka, tujuannya ke sini untuk menenangkan diri. Sesampainya di depan kamar Ivan, Rachel langsung mengetuk pintu. Beberapa menit kemudian pintu terbuka, terlihat Ivan sedang berdiri dengan wajah bantalnya serta rambut yang acak-acakan, saat ini dia hanya menggunakan celana kolor dan telanjang dada. Rachel langsung masuk ke dalam kamar Ivan.
"Baru bangun lu?" tanya Rachel, Ivan pun mengangguk lalu duduk di sebelah Rachel
__ADS_1
"Dasar kebo!" ejek Rachel
"Biarin! gua kan ngantukk hoamm"
"Ngapain ke sini?" tanya Ivan
"Nggak boleh ya?" tanya Rachel
__ADS_1
"Gua ke sini mau nenangin diri gua"
"Pftttt lu nenangin diri di sini? lu salah tempat bro"
"Nggak! di sini tempat yang bikin gua nyaman, udah nggak usah ngoceh! gua mau tidur" kata Rachel lalu berbaring di kasur Ivan, tak butuh waktu lama Rachel langsung terlelap, akhir-akhir ini dia sering kelelahan
Ivan langsung pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, hari ini dia membolos karena malas melihat drama antara Panji dan Rachel, bukannya dia munafik namun dia tak tega melihat Rachel harus menangis nantinya, padahal kenyataannya Rachel baik-baik saja. Dia sebenernya sudah tau dari awal tentang kebohongan Panji, namun Panji selalu melarangnya untuk mengatakannya pada Rachel. Ivan memang tipe orang yang cuek, namun dia sangat peduli pada Rachel, dia bahkan merasa sedih mengetahui tentang keluarga Ivan, Ivan ini adalah anak dari kampung, dia bisa memiliki bar karena bantuan Rachel juga tentunya.
__ADS_1
Ivan ini pergi ke kota untuk ngadu nasib, dia akan mencari pekerjaan di kota, namun dia tak mengira ternyata hidup di kota itu sangat sulit, hingga akhirnya da bertemu dengan Rachel, saat itu Rachel tak sengaja melihat Ivan yang terlihat sedang bingung, Rachel langsung menghampiri Ivan dan menanyakan apa yang terjadi, Ivan menceritakan, lalu Rachel langsung membantunya dengan menyediakan bar nya kepada Ivan, Ivan yang sudah ahli dalam bar pun langsung berterima kasih, dia mulai bersekolah juga di sma yang sama dengab Rachel, hingga akhirnya mereka berteman sampai sekarang.
Rachel melakukan hal itu bukan karena dia peduli, dia melakukanya karena dia sudah tak ingin mengurus bar yang di berikan oleh temannya yang fake itu.