
Rachel pun pergi ke lantai dansa, dia mengikuti irama musik dj, jika sedang banyak pikiran, hanya musik dj, obat-obatan, dan alkohol yang bisa meringankannya.
"Rachel gua rasa bodyguard lu mulai masuk area deh" kata Ivan
"Apa?gua nggak denger!" kata Rachel sedikit berteriak
"Bodyguard lu udah mulai masuk area! kita ke ruang privat aja" kata Ivan sedikit berteriak
Rachel pun mengangguk mengiyakan, mereka semua pun pergi ke ruang privat, di sana sudah ada beberapa botol minuman juga beberapa jal*ng yang bergelayut manja di lengan teman-teman Rachel. Rachel menatap jengah para jal*ng yang dengan tidak malunya menciumi teman Rachel walaupun teman-teman Rachel sudah menolaknya beberapa kali. Teman-temannya Rachel bukan tipe orang yang suka sama bekas, mereka kalau nyari gadis selalu yang masih perawan, atau yang ditinggal nikah-nikah gitu, karena bagi mereka lebih baik bekas orang yang seumuran pada mereka dari pada bekas-bekas om-om.
"Ayo di minum dongg" kata Ivan
Mereka pun mengambil gelas mereka masing-masing, Rachel menghentikan pergerakan Panji saat dia akan meminum minumannya.
"Jangan diminum ji! kita tukeran" cegah Rachel, Panji menatap Rachel bingung namun dia tetap saja menurutinya
"Nih lu minum" Rachel pun memaksakan jal*ng di dekat Panji untuk? meminum minuman Panji
"Lu kenapa sih hel?" tanya Dimas bingung
"Liat sendiri" jawab Rachel cuek
Beberapa menit kemudian, jal*ng tersebut merasa kepanasan.
__ADS_1
"Kenapa? gerah ya?" tanya Rachel tersenyum remeh
"Wahh parah nih jal*ng masa dia mau ngasih Panji obat perangsang" kata Theo
"Kok lu bisa tau hel? jangan-jangan lu cenayang?" tanya Kalvin curiga
"Gua bukan cenayang, gua bisa ngeliat dari wajah dia, gua nggak bodoh kaya lu!" Rachel memberi jeda
"Tuh jal*ng dari tadi ngeliat Panji dengan tatapan mesum, mungkin kalian nggak sadar"
"Wahhh ada apa nih? kan biasanya lu nggak begitu perhatiin orang, kok lu sampai segitunya perhatiin Panji sama nih jal*ng?" tanya Kalvin curiga
"Nevermind!"
"Diem atau gua tabok tuh mulut?" ancam Rachel membuat Kalvin langsung bungkam
"Woi nih jal*ng gimana?" tanya Panji berpindah tempat duduk karena sendari tadi Caroline berusaha membelai Panji
"Kalo dilihat dari wajahnya sih cantik juga, tapi body nih cewe bikin nafsu ilang aja, udah kerempeng gini, nggak ada isinya, ini pasti keseringan diet" kata Putra
"Nih bawa aja ral! biasanya kan lu yang suka beginian" kata Ivan
"Ntar gua bawa"
__ADS_1
"Serius lu suka yang beginian?" tanya Panji bergidik ngeri
"Gua suka nyiksa mereka sih" bisik Geral pelan agar tak terdengar oleh jal*ng lainnya
"Mbaknya tolong pergi ya dari ruangan ini!" perintah Rachel pada jal*ng yang ada di ruangan ini, para jal*ng tersebut pun keluar dengan cemberut
"Wahh parah, suka banget lu nyiksa-nyiksa anak orang"
"Gua bayar mereka mahal, jadi mereka harus nurut dong sama gua"
"Meresahkan lu ral!"
"Cih!"
"Eh ntar biar gua yang anter Rachel pulang" kata Panji tiba-tiba
"Wahh wahh wahh ada apa nih?" tanya Kalvin curiga
"Sebagai ucapan terima kasih aja" jawab Panji santai
"Palingan juga sekalian modus" celutuk Ivan
"Sabarin sabarin" guman Dimas
__ADS_1