I Hate My Life

I Hate My Life
Badmood


__ADS_3

"Kenapa di saat gua ingin bersenang-senang selalu aja salah? capek gua dim!"


"Nyokap bokap gua selalu ngekang gua, mereka selalu batesin ruang gerak gua, cuma di sekolah doang gua bebas pengawasan, gua benci hidup gua! gua muak sama nyokap bokap gua! nggak pernah sekalipun mereka bikin gua seneng, dan sekarang gua harus di patahkan lagi karena kedatangan Laila" Rachel terus mengeluarkan semua keluh kesah yang ada di hatinya, dia tak bisa menahannya lagi


Dimas pun mendengarkan semua perkataan yang keluar dari mulut Rachel. Sesekali Dimas berguman mengomentari kehidupan Rachel.


"Rachel, mungkin itu cara nyokap sama bokap lu buat nunjukin rasa sayangnya" kata Dimas lembut


"Rasa sayang lu bilang?! mereka selalu egois!! dari kecil gua selalu nurutin semua perkataan mereka, gua sampingin perasaan gua, tapi apa yang gua dapet?! mereka tetep aja kaya gitu! nggak berubah! kalau pun mereka sayang sama gua harusnya mereka mau denger kemauan gua dong, tapi mereka? nggak pernah sekalipun mau dengerin kemauan gua" kata Rachel berapi-api


Jika sudah begini Dimas hanya bisa diam dan mendengerkan semua perkataan Rachel.


"Kok lu diem terus sih dari tadi! hibur gua gitu, sahabat macem apa lu!" sungut Rachel kesal


Sekarang posisi Dimas serba salah, ngomong salah, diem tambah salah, duh memang membingungkan berhadapan dengan Rachel ketika Rachel marah.

__ADS_1


"Salah mulu gua dari tadi, gua ngomong salah, gua diem tambah salah, serba salah pokoknya gua mah" batin Dimas, yang sabar ya Dimas


"Dim ke kantin yuk, tapi lu yang traktir yak?" kata Rachel menarik tangan Dimas menuju kantin


Dimas pun hanya pasrah di tarik Rachel menuju kantin


"Rachel kan lu yang lebih kaya dari gua, harusnya lu yang traktir gua" cicit Dimas pelan


"Aishh perhitungan banget sih lu sama gua dim, yaudah sana lu pergi aja! males gua sama lu" ketus Rachel lalu melepaskan tangan Dimas


"Eh jangan gitu dong hel, iya iya gua traktir lu" kata Dimas lalu merangkul Rachel menuju kantin


"Jangan banyak-banyak hel, nggak takut gendut apa?" tanya Dimas heran


"Jangan ngehina lu! kalaupun gua makan banyak, badan gua juga segini-gini mulu" kata Rachel kesal

__ADS_1


"Cacingan kali lu" celutuk Dimas


"Heh sembarangan! gua selalu minum obat cacing ya!" sentak Rachel


"Udah deh dari tadi lu ngoceh mulu! jangan bikin mood gua turun!!" kata Rachel tegas lalu mulai memakan baksonya


"Astaghfirullah begini lah nasih gua, Rachel Rachel cantik-cantik tapi judesnya minta ampun, untung sayang" Dimas membatin sambil menatap Rachel yang memakan baksonya dengan lahap


"Nih cewe kalo makan nggak ada jaim-jaimnya apa ya? masa di depan cowo makannya kaya gitu? kakinya diangkat satu, terus porsi makannya kaya kuli, mana belepotan tuh makannya" guman Dimas menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Rachel


Setelah makan


"Sana bayar dim, habis ini ke atap aja ya? mood gua lagi buruk nih" kata Rachel


"Iya deh"

__ADS_1


Setelah membayar, Dimas dan Rachel pun pergi ke atap. Di sana sudah ada Ivan yang membolos juga.


"Tumben nggak ikutan pelajarannya bu Sita" kata Dimas menatap Ivan heran, sebab biasanya Ivan paling semangat jika bu Sita mengajar


__ADS_2