
"Arghhh" Rachel pun memegangi perutnya, Rafael langsung panik, Reno langsung mendekati Rachel dan Rafael, dia menatap keduanya secara bergantian lalu dia pun mulai bicara
"Sepertinya Rachel Adijaya sedang mengandung" kata Reno membuat Rachel dan Rafael terdiam, mereka berdua terkejut, terharu, dan bahagia
"Kapan terakhir anda datang bulan nona?" tanya Reno, Rachel pun berusaha mengingat-ingat
"Emm tiga bulan yang lalu, ah iya tiga bulan yang lalu" kata Rachel mengingat-ingat
"Apa kah nona pernah mengalami demam dan mual saat tiga bulan ini?" tanya Reno
"Iyaa, aku juga sangat mudah kelelahan, jadi aku benar hamil?" tanya Rachel berbinar, dia bukan lagi seorang anak yang tak mengetahui tentang kehamilan
"Kemungkinan besar seperti itu nona, nanti nona silahkan menggunakan testpack saja" jawab Reno
__ADS_1
"Baiklah aku akan menggunakannya sekarang, kebetulan ada banyak testpack di kotak yang ada di kamar mandi" kata Rachel, Rafael pun membantu Rachel menuju kamar mandi
Rafael menunggu Rachel di depan pintu kamar mandi, sungguh dia bersyukur dan terharu. Bahkan saat Rachel dan Rafael akan dijauhkan, mereka kembali didekatkan dengan berita kehamilan Rachel, Rafael sangat senang dan bersyukur.
Beberapa menit kemudian Rachel keluar dari kamar mandi dengan wajah berbinar, dia langsung memeluk Rafael erat. Selama ini Rachel tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang ibu, tidak pernah membayangkan dirinya akan mempunyai anak dengan Rafael. Ini sungguh luar biasa! disaat dia akan dijauhkan dengan Rafael kini mereka didekatkan kembali dengan kehadiran bayi dirahim Rachel.
"Tapi nona sepertinya kau tak menjaga pola makanmu, dengan pola makanmu yang seperti itu kondisi janinmu akan lemah, sebaiknya jaga pola makanmu itu" kata Reno
Rachel langsung mengangguk mendengar perkataan Reno. Rafael langsung menuju dapur, dia tadi sudah memasak untuk Rachel. Rafael langsung mengajak Rachel dan Reno makan bersama, setelah makan mereka berkumpul di ruang tamu.
Sebenarnya Reno sudah muak dengan keromantisan Rachel dan Rafael saat ini, namun dia menahannya karena ingin melihat wajah cantik Rachel, haha dasar buaya tidak bisa apa melihat cewe cantik? huh menyebalkan.
"Oh ya Reno, besok tolong urus jadwal pemeriksaan istriku dengan dokter kandungan" kata Rafael pada Reno
__ADS_1
"Iya kau tenang saja, ya sudah aku pamit pulang dulu ya? sudah malam" kata Reno berpamitan
Setelah kepergian Reno, Rachel dan Rafael langsung menuju kamar mereka berdua. Mereka berbaring dengan posisi saling menghadap satu sama lain.
"Tolong jaga anak kita ya? aku akan berusah keras untuk melindungi kalian" kata Rafael
"Rafa aku boleh meminta sesuatu padamu?" tanya Rachel ragu-ragu
"Ya katakan"
"Aku pengen kamu nggak ngekang aku lagi, aku nggak bisa hidup dengan terus dikekang kaya gini" kata Rachel pelan, bahkan saat ini dia menundukkan kepalanya tak berani menatap Rafael
"Tatap aku sayang" kata Rafael lembut membuat Rachel langsung menurutinya, dia menatap Rafaell inteks
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, selama ini aku melakukannya karena aku sangat takut kehilanganmu, rasa takut kehilanganmu yang begitu besar membuatku menjadi seseorang yang egois seperti ini" kata Rafael tulus dan penuh penyesalan
"Kali ini akan ku maafkan, tapi jika suatu saat nanti kamu mengulanginya, kamu pasti akan tau akibatnya" Rafael menjadi merinding mendengar perkataan Rachel