
Setelah satu jam berlalu, akhirnya pemindaian gerakan selesai dilakukan.
"Pemindaian gerakan memakan waktu satu jam. Semua gerakan telah berhasil di duplikasi. Mulai menanamkan ke otak pengguna!" kata Zero mulai melakukan proses penanaman data ke otak Chun Yang.
Ketika proses penanaman data sedang berlangsung, kepala Chun Yang seketika terasa sakit dan pusing.
"Ugh.... Kepalaku!" ucap Chun Yang sembari memegang kepalanya.
"Proses penanaman data berhasil! Saya telah memasukan semua data seni beladiri dari dunia sebelumnya, termasuk yang baru saja di duplikasi. Tuan bisa mencobanya!" kata Zero.
"Uugh.... Pantas saja kepala ku terasa pusing, ternyata kamu memasukkan semuanya sekaligus!" kata Chun Yang.
Setelah rasa pusing di kepalanya hilang, Chun Yang kemudian mencoba gerakan beberapa seni beladiri dari dunia sebelumnya. Seperti gerakan tinju, taekwondo, dan muaythai.
"Ha-ha.... Apakah ini sungguh terjadi? Aku benar-benar bisa melakukannya! Sekarang mari kita coba gerakan yang di duplikasi dari latihan Penjaga Kiri." kata Chun Yang di benaknya.
Kemudian Chun Yang mengambil sebuah pedang pajangan kayu di kamarnya, dan mulai melakukan gerakan-gerakan yang sama seperti yang dilakukan oleh Penjaga Kiri.
Selama bergerak Chun Yang tanpa sadar menimbulkan beberapa kerusakan di kamarnya.
"Ini sama persis dengan gerakan latihan yang dilakukan oleh Penjaga Kiri. Tidak ada yang salah sama sekali. Tetapi entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang kurang dari gerakan ku!" kata Chun Yang di benaknya.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Chun Yang telah selesai melakukan semua gerakan latihan Penjaga Kiri.
Tapi ketika Chun Yang berhenti, dirinya seketika terkejut melihat apa terjadi di sekitarnya.
"A-apa yang terjadi di sini? Kenapa kamarku menjadi berantakan? Apakah aku yang melakukan semua ini?" kata Chun Yang merasa heran.
Pada saat itu, Zero kemudian memberikan notifikasi.
"Selesai menganalisa serat otot dan pembuluh darah saat latihan. Apakah Tuan ingin menanamkannya ke otot tubuh anda?" tanya Zero.
"Eh, menanamkannya ke otot tubuhku?" ucap Chun Yang merasa sedikit bingung.
"Benar Tuan. Karena tubuh anda tidak terbiasa dengan gerakan seni beladiri yang di gunakan oleh Penjaga Kiri, walau di kepala anda sudah tertanam data, namun tubuh anda belum beradaptasi dengan gerakan tersebut." kata Zero menjelaskan.
"Jadi begitu. Pantas saja aku merasa ada sesuatu yang kurang dalam gerakan ku." pikir Chun Yang di benaknya.
"Jika tubuh anda sudah benar-benar beradaptasi lewat simulasi, informasi yang lebih berkembang dapat ditanamkan ke tubuh anda. Pada saat itu anda akan dapat melakukan gerakan Penjaga Kiri dengan sempurna!" lanjut Zero kembali menjelaskan.
"Jika di tanam ke otot, apakah prosesnya akan sakit?" tanya Chun Yang.
__ADS_1
"Itu sama seperti rekonstruksi tubuh! Prosesnya mungkin akan memakan waktu dua jam!" jawab Zero.
"Baiklah, lakukanlah!" kata Chun Yang.
"Perintah di terima. Penanaman serat otot dimulai. Mulai melakukan pembiusan. Tuan akan mulai tertidur dalam...3...2...1..."
Sementara itu di suatu tempat di kediaman lain.
Rumah Keturunan dari Pemimpin Kelompok Kecil, Sekte Racun.
Seekor merpati dengan sepucuk surat di kakinya terbang menghampiri seorang pria remaja.
"Jadi darah rendahan itu masih baik-baik saja setelah setiap hari diberi racun? Aku pikir dia lemah, tapi sepertinya dia menyembunyikan sesuatu!" kata Pria tersebut sembari meremas surat di tangannya.
"Padahal aku tidak ingin mengotori tangan ku, tapi tak ada pilihan lain. Aku akan menghabisi keturunan rendahan itu di Akademi!" kata pria itu dengan penuh tekad.
Pria itu adalah pangeran ke delapan, Chun Shengyi.
Sementara itu di sisi lain, tampak Chun Yang yang masih berbaring di kasurnya.
Pada saat itu, Zero kemudian memberikan sebuah notifikasi.
"Selesai mengubah serat otot dan pembuluh darah. Mulai mengakhiri keadaan terbius. Membangunkan Pengguna!" kata Zero.
"Apakah sudah selesai?" tanya Chun Yang.
"Sudah Tuan. Saya sudah mengubah serat otot dan pembuluh darah anda, sehingga sama dengan orang yang telah berlatih gerakan selama dua puluh tahun. Anda bisa mencobanya!" jawab Zero.
Kemudian Chun Yang mengambil pedang kayu yang tadi dan langsung mencoba gerakan latihan Teknik Pedang Penjaga Kiri.
Kali ini gerakannya terasa lebih luwes dan sempurna, tidak ada yang terasa kurang.
"Bagus, kekurangan yang aku rasa sebelumnya sudah tidak ada lagi!" kata Chun Yang.
Setelah selesai melakukan gerakan, Chun Yang kemudian membuang nafasnya.
Namun pada saat itu, Penjaga Kiri yang sudah dari tadi berada di belakang Chun Yang kemudian berkata.
"Sudah selesai?" ucap Penjaga Kiri seketika mengejutkan Chun Yang.
"Pe-penjaga Kiri!?" kata Chun Yang langsung menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Apa yang sedang anda lakukan?" tanya Penjaga Kiri berjalan mendekati Chun Yang.
"I-itu... Saya hanya mencoba meniru gerakan yang anda lakukan!" kata Chun Yang menjawab dengan gugup.
"Meniru bukan mencuri? Apakah anda tahu kalau mencuri ilmu beladiri orang lain itu dilarang di dunia beladiri?" ujar Penjaga Kiri menyudutkan Chun Yang.
"Ma-maafkan saya!" ucap Chun Yang merasa menyesal sembari menundukkan kepalanya.
Melihat Chun Yang sampai menundukkan kepalanya, hal itu membuat Penjaga Kiri merasa tidak tega.
"Sudahlah. Kali ini saya akan memaafkan anda. Anda tidak usah sampai menundukkan kepala seperti itu!" kata Penjaga Kiri.
"Anda benar-benar memaafkan saya?" ujar Chun Yang mengangkat kepalanya.
"Ya. Anggap saja itu sebagai usaha terakhirku untuk melindungi mu!" kata Penjaga Kiri.
Mendengar itu Chun Yang benar-benar merasa sangat senang.
"Terima kasih, Penjaga Kiri! Aku pasti akan menggunakan seni beladiri ini supaya tidak mengecewakan anda!" kata Chun Yang sembari membungkukkan tubuhnya.
Namun "Ctak!" Penjaga Kiri menjitak kepala Chun Yang.
"Tapi mencuri ilmu beladiri orang lain itu tetap saja menyebalkan. Sekarang pergilah ke bawah untuk makan siang!" kata Penjaga Kiri pada Chun Yang.
Setelah itu, sambil memegang kepalanya yang habis dijitak, Chun Yang kemudian berjalan menuju pintu.
Akan tetapi saat Chun Yang sudah berada di ambang pintu, tiba-tiba Penjaga Kiri berbicara.
"Nama teknik beladiri itu adalah Pedang Penyapu Gunung. Konon katanya kalau seseorang berhasil menguasai Teknik Pedang itu hingga ke puncak, maka orang itu dapat menyapu sebuah gunung hanya dengan tebasan pedangnya. Ingat itu!"
"Baik. Aku pasti mengingatnya!" kata Chun Yang.
Setelah kalimat terakhir tersebut, kemudian Chun Yang lanjut berjalan meninggalkan kamarnya dan pergi ke bawah.
Sesaat setelah Chun Yang pergi, Penjaga Kiri yang masih berada di dalam kamar kemudian melihat sekelilingnya.
Di sana, tampak bekas-bekas kerusakan akibat gerakan seni beladiri yang dilakukan oleh Chun Yang.
"Dia bilang dia hanya meniru diriku? Monster!" kata Penjaga Kiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...****************...