Iblis Tanpa Ampun

Iblis Tanpa Ampun
Ch 7 : Kembali Sendirian


__ADS_3

Kemudian tanpa belas kasih, Sang Ketua Pembunuh langsung menusuk punggung Yan Ran dengan pedangnya.


Rasa sakit seketika menjalar ke seluruh tubuh Yan Ran.


Namun untuk melindungi Chun Yang kecil dan tidak membuatnya takut, Yan Ran tidak berteriak dan hanya menahan rasa sakit tersebut sembari mengeratkan giginya.


"Bagaimana? Apakah kamu masih berani melawanku? Karena kamu telah membuat luka di mata kiriku, maka rasakan lah semua penderitaan ini sebelum kematian mu!" kata Sang Ketua Pembunuh.


Kemudian Sang Ketua Pembunuh menarik kembali pedangnya dan menusukkannya lagi ke punggung Yan Ran.


Proses itu terus berulang dan membuat Yan Ran sangat menderita dan kesakitan.


Melihat Sang Ibu menahan rasa sakit demi melindungi dirinya, Chun Yang kecil hanya diam ketakutan tanpa bisa melakukan apapun.


"Hentikan! Hentikan! Kalian hentikan semua ini! Berhenti menyakiti ibuku! Kumohon hentikan semua ini! Siapapun tolong hentikan!" kata Chun Yang kecil namun tidak tersampaikan oleh kata.


Hingga tak lama kemudian, tampak Penjaga Kiri yang akhirnya tiba di lokasi kejadian.


Menyadari ada seseorang yang datang, para pembunuh tersebut kemudian langsung menoleh.


"Pe-penjaga Kiri!?" sebut mereka merasa sangat terkejut melihat kedatangan Sang Penjaga Kiri Ma Jyunji di belakang mereka.


Sebaliknya di sisi lain, Penjaga Kiri yang baru datang dan melihat apa yang terjadi, sontak dirinya merasa sangat terkejut dan marah.


"Brengsek! Beraninya kalian melakukan ini? Ku bunuh kalian!" teriak Sang Penjaga Kiri langsung mencabut pedangnya dan menyerang Sang Ketua Pembunuh.


Di sisi lain, Sang Ketua Pembunuh dengan cepat menahan serangan Sang Penjaga Kiri dengan pedangnya.


Bersamaan dengan itu, para pembunuh lain yang melihat Penjaga Kiri menyerang Ketua Pembunuh seketika langsung menghindar dan menjauh sejauh mungkin.


Pada saat itu Ketua Pembunuh yang menahan serangan Penjaga Kiri seketika langsung terlempar mundur dan menghantam beberapa batang pohon di belakangnya hingga hancur.


Melihat Sang Ketua Pembunuh masih dapat bangun setelah menerim serangan darinya, Sang Penjaga Kiri merasa cukup terkejut.


"Dia masih bisa bangun setelah menerima serangan dariku? Orang itu setidaknya berada di Tingkat Setengah Raja!" pikir Penjaga Kiri.


Sementara itu di sisi lain, tampak Sang Ketua Pembunuh yang bangkit berdiri dengan sokongan dari pedangnya.


Sang Ketua Pembunuh tampak merintih kesakitan. Mulut serta dahinya mengeluarkan darah yang cukup banyak.


"Uugh! Apa-apaan itu tadi? Seluruh badanku rasanya ingin hancur! Kenapa Penjaga Kiri yang seharusnya berada di perbatasan ada di sini? Bahkan kalau kami menyerangnya bersama-sama, tidak mungkin kami bisa mengalahkannya. Sial, situasi ini benar-benar buruk untuk kami!"


"Tapi untunglah, wanita itu sudah tidak mungkin selamat dari kematian setelah menerima tusukan pedang sebanyak itu. Sekarang keputusan yang paling bagus untuk kami adalah mundur. Kami harus menghindari kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi!" pikir Sang Ketua Pembunuh di benaknya.

__ADS_1


"Semuanya, mundur!" kata Sang Ketua Pembunuh memberi perintah pada para bawahannya.


Kemudian Sang Ketua Pembunuh dan para bawahannya langsung bergerak mundur dan melarikan diri.


Melihat Para Pembunuh tersebut ingin melarikan diri, Penjaga Kiri kemudian berteriak dan hendak langsung mengejar mereka.


"Brengsek, berhenti kalian! Jangan kabur!" teriak Penjaga Kiri.


Namun ketika Penjaga Kiri baru ingin melangkahkan kakinya untuk mengejar Para Pembunuh tersebut, tiba-tiba Penjaga Kiri mendengar suara Yan Ran yang sedang memanggilnya dirinya.


"Penjaga Kiri...." panggil Yan Ran dengan suara lemah.


Penjaga Kiri yang mendengar suara tersebut seketika berhenti dan tidak jadi melangkah.Penjaga Kiri segera menoleh ke belakang.


Pada saat itu dia melihat Yan Ran yang sudah terbaring bersimbah darah dengan Chun Yang kecil di sampingnya.


Penjaga Kiri yang melihat situasi itu segera mendekati Yan Ran.


"Nyonya! Anda...." ucap Penjaga Kiri tak sanggup melanjutkan kalimatnya.


"Nyonya, kita harus segera pergi ke tempat Tabib Song. Saya akan membawa anda ke sana secepat mungkin. Nyonya tak usah khawatir, anda pasti bisa selamat!" kata Penjaga Kiri dengan tergesa-gesa dan sangat khawatir.


Namun disisi lain Yan Ran berkata lain.


Penjaga Kiri yang mendengar perkataan Yan Ran seketika tidak mampu berkata-kata lagi.


"Penjaga Kiri, bisakah aku minta sesuatu padamu? Mungkin ini adalah permintaan terakhirku!" kata Yan Ran pada Penjaga Kiri.


"Tentu saja Nyonya, anda bisa meminta apapun padaku!" kata Penjaga Kiri.


"Aku hanya punya satu permintaan. Aku ingin setelah aku pergi, tolong kamu lindungi Yang er sampai dia bisa melindungi dirinya sendiri. Bisakah kamu melakukannya?" pinta Yan Ran.


"Tentu Nyonya, saya akan melakukan apa yang anda minta!" jawab Penjaga Kiri.


Mendengar jawaban tersebut, Yan Ran kemudian tersenyum.


"Terima kasih!" ucap Yan Ran yang kemudian menutup matanya dengan tenang.


Seketika setelah Yan Ran meninggal, Chun Yang kecil yang berada di sampingnya kemudian menangis dengan keras.


Penjaga Kiri yang melihat hal itu pun hanya bisa menunduk tanpa bersuara.


Malam itu hutan terasa sunyi dan hanya terdengar suara tangisan seorang bayi.

__ADS_1


Keesokan harinya pemakaman Yan Ran dilaksanakan.


Di tempat tersebut, tampak Penjaga Kiri yang sedang menggendong Chun Yang Kecil yang masih terus menangis.


Pada hari itu, tak banyak orang yang menghadiri pemakaman tersebut.


*****


Sembilan tahun berlalu setelah kepergian Yan Ran.


Di kediaman tampak Chun Yang yang sudah berusia sepuluh tahun sedang berdiri di tengah halaman.


Semenjak kepergian Yan Ran sembilan tahun lalu Chun Yang menjadi seorang anak yang jarang sekali bicara dan tidak banyak berekspresi.


Chun Yang juga menjadi jarang sekali makan hingga menyebabkan tubuhnya tidak terawat dan menjadi kurus.


Di saat Chun Yang berdiri sendirian di halaman, kemudian seorang pelayan datang dan menghampiri dirinya.


"Pangeran!" panggil Pelayan tersebut berjalan menghampiri Chun Yang.


Chun Yang yang diam kemudian menoleh sedikit ke arah pelayan tersebut.


"Pangeran, saya membawakan obat anda. Tolong minum obatnya untuk kesehatan anda!" kata Pelayan tersebut memberikan sebuah cangkir kepada Chun Yang.


Kemudian Chun Yang melihat isi cangkir tersebut yang mana berisikan cairan berwarna gelap kecoklatan.


Pada saat Chun Yang melihat isi cangkir tersebut, seketika itu Zero memberikan sebuah notifikasi.


"Terdeteksi cairan dengan zat berbahaya! Tidak boleh di konsumsi!" kata Zero memberi peringatan pada Chun Yang.


Namun walaupun sudah diberi peringatan oleh Zero, Chun Yang tetap menerima cangkir tersebut dan meminum habis semua isinya.


Melihat Chun Yang telah meminum habis semua isi cangkir hingga tidak bersisa, Pelayan itu kemudian langsung pergi membawa cangkir kosong tersebut dan kembali meninggalkan Chun Yang sendirian di halaman.


Namun di sisi lain, setelah memastikan Pelayan tersebut pergi cukup jauh, Chun Yang kemudian mengangkat jari telunjuknya.


Dan dari ujung jari telunjuknya, Chun Yang kemudian membuang racun yang sebelumnya dia minum.


Racun tersebut kemudian menetes ke tanah dan meracuni rumput di sekitarnya.


"Detoksifikasi Berhasil! Racun berhasil dibuang dari dalam tubuh!" kata Zero dengan sistem canggihnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2