
"Huh?" Chun Yang yang mendengar jawaban itu merasa bingung. "Kenapa?" lanjut Chun Yang bertanya.
"Selama ini aku selalu berjalan tanpa tujuan atau keinginan yang tetap. Aku hanya berjalan mengikuti apa yang diperintahkan padaku!"
"Kau tahu, Sekte Naga Hitam? Itu adalah sekte tempat aku dibesarkan. Sekte itu tidak terdiri dari sebuah keluarga, tapi oleh anak-anak yang diculik, dibuang atau dijual oleh orang tuanya!"
"Anak-anak itu kemudian dilatih dengan keras dan dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi seorang pendekar atau assassin. Dan aku, adalah salah satu dari anak-anak itu!" kata Zao Hu bercerita.
Setelah mendengar cerita Zao Hu dan memahaminya, Chun Yang kemudian berkata.
"Bukankah itu berarti kau menginginkan kebebasan?" ujar Chun Yang.
Zao Hu yang mendengar itu seketika tersentak dan tertegun. Matanya tumbuh melebar melihat ke arah Chun Yang.
Di sisi lain, Chun Yang melanjutkan perkataannya.
"Kau hidup hanya mengikuti perintah yang diberikan oleh orang lain padamu. Kau dikekang oleh sebuah rantai yang disebut Perintah. Kau ingin bebas dari rantai yang selalu mengekang dirimu!"
"Kau menginginkan kebebasan!" kata Chun Yang sambil melihat ke arah Zao Hu.
Zao Hu yang mendengar itu tertegun dan merenung. Dia melihat seekor burung elang yang terbang bebas di atas langit.
"Kebebasan yah...."
Zao Hu mengangkat tangannya setinggi mungkin. Dia ingin menggapai kebebasan seperti Elang itu.
Dengan memantapkan hatinya, Zao Hu kemudian menangkap kebebasan itu dan tersenyum.
Namun pada saat itu, tiba-tiba seorang staf datang dan memarahi mereka.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat kerja!" kata staf tersebut dengan nada keras.
Kemudian pada malam harinya, Zao Hu diam-diam pergi ke hutan di belakang akademi.
Zao Hu tampak memegang sebuah botol kecil yang di berikan oleh Chun Yima pada hari sebelumnya.
Dia menatap botol kecil itu dan berniat untuk membuangnya.
Namun ketika Zao Hu ingin melempar botol kecil itu, tiba-tiba seseorang muncul dari belakang dan menegurnya.
"Apa yang ingin kau buang?"
Teguran itu seketika membuat Zao Hu terkejut dan tidak jadi membuang botol itu.
Kemudian di saat Zao Hu menoleh ke belakang, ternyata orang yang datang dan menegurnya adalah Chun Yang.
"Kau... Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zao Hu.
"Seharusnya aku lah yang bertanya seperti itu. Apa yang sedang kau lakukan di tempat ini? Dan benda apa yang kamu sembunyikan di tanganmu?" tanya Chun Yang.
"I-ini bukan benda apa-apa...hahaha!" kata Zao Hu menjawab dengan gugup.
"Jika bukan benda apa-apa, kenapa harus kamu buang? Berikan padaku!" kata Chun Yang sedikit memaksa.
__ADS_1
"Maaf, tapi aku tidak bisa memberikan benda ini padamu!" kata Zao Hu dengan wajah serius.
"Apa kau ingin aku merebutnya dengan paksa?" ujar Chun Yang.
"Coba saja kalau kau bisa!" kata Zao Hu sembari melempar dan bermain dengan botol itu.
Kemudian dengan langkah cepat, Chun Yang langsung maju untuk merebut botol itu dari tangan Zao Hu.
Saat itu aksi perebutan botol pun dimulai.
Dengan teknik dan kecepatan tangan, Chun Yang mencoba merebut botol kecil itu dari tangan Zao Hu.
Namun Zao Hu yang lebih cepat dan lihai daripada Chun Yang, dapat dengan mudah mempertahankan botol kecil itu di tangannya.
Tapi hal yang sebenarnya paling menarik adalah, Zao Hu yang melihat kemajuan dari Chun Yang.
"Waah... Sepertinya kau jadi lebih baik dari pada sebelumnya. Tapi, itu masih belum cukup untuk merebut botol ini dari tanganku!" kata Zao Hu.
"Halah... Kau terlalu banyak bicara!"
"PUNCH!"
Chun Yang memberikan sebuah pukulan kejutan pada wajah Zao Hu.
Zao Hu yang terpukul kemudian mundur beberapa langkah.
"Bajingan! Kau berani main pukul?" ujar Zao Hu benar-benar merasa kesal.
"Kenapa tidak? Jika kau tidak ingin aku pukul lagi, maka cepat serahkan botol itu!" kata Chun Yang.
"Apa yang ingin di lakukan oleh orang ini?" Chun Yang memiliki firasat buruk.
"Kalau begitu, ambil sana di dalam hutan!" kata Zao Hu langsung melemparkan botol tersebut ke dalam hutan.
Berpikir bahwa Chun Yang tidak mungkin bisa menemukan botol kecil itu, Zao Hu benar-benar merasa senang.
"Hahaha.... Sekarang kau tidak mungkin bisa mendapatkan botol itu. Aku sudah membuangnya ke dalam hutan!" kata Zao Hu.
Namun disisi lain, wajah Chun Yang tetap terlihat tenang dan tidak menunjukkan reaksi apapun.
"Zero, ke arah mana botol itu jatuh?" tanya Chun Yang di benaknya.
"Ke arah selatan, Tuan!"
"Seberapa jauh?"
"27 meter dari sini!"
"Tunjukkan jalannya padaku!"
Kemudian tanpa banyak bicara, Chun Yang berjalan masuk ke dalam hutan untuk mencari botol kecil itu.
Zao Hu yang melihat Chun Yang masuk ke dalam hutan kemudian berkata.
__ADS_1
"Hei, mau kemana kau? Apa kau ingin mencari botol itu? Kau tidak mungkin bisa menemukannya. Hei....."
Zao Hu ingin menghentikan Chun Yang untuk mencari botol itu, tapi Chun Yang mengabaikannya dan tetap berjalan masuk ke dalam hutan.
"Cih! Dasar keras kepala! Lihat saja, sampai kapan kamu akan mencari botol itu!" kata Zao Hu menantikan kegagalan Chun Yang.
Namun setelah lima menit kemudian, hasilnya benar-benar mengkhianati harapan Zao Hu.
Setelah keluar dari hutan, Chun Yang berhasil membawa kembali botol kecil itu di tangannya.
Melihat hal itu, Zao Hu benar-benar tercengang dan tidak dapat mempercayainya.
"Mu-Mustahil.... Bagaimana bisa......"
"Sekarang, bisakah kau jelaskan padaku, tentang botol kecil ini?" ujar Chun Yang.
Kemudian dengan terpaksa, Zao Hu menjelaskan semuanya tentang botol kecil itu kepada Chun Yang.
"Jadi isi di dalam botol kecil ini adalah racun? Dan kau disuruh untuk memberikannya padaku?"
"Benar....." jawab Zao Hu dengan lemah.
"Bajingan, kau benar-benar...."
"Hei! hei! Bukankah sudah kukatakan padamu, bahwa aku mengurungkan niatku?" ujar Zao Hu sembari mengangkat kedua tangannya.
Ketika itu, Chun Yang kembali tenang dan menatap botol kecil yang ada di tangannya.
"Pangeran ke tiga, Chun Yima dari Sekte Pedang. Dia ingin menyingkirkan diriku dengan menyuruh orang lain untuk memberikanku racun. Benar-benar cara yang jahat dan licik untuk seorang pangeran!"
"Tapi... Mungkin ini adalah kesempatan bagus untukku. Jika apa yang ada di dalam botol kecil ini benar-benar racun mematikan, seperti yang Zao Hu katakan. Racun ini pasti mengandung beberapa tanaman herbal langka yang mengandung energi spiritual!"
"Jika aku meminumnya, Zero bisa membantuku memisahkan zat racun dan obat yang terkandung di dalamnya. Mungkin dengan begitu, aku bisa mendapatkan beberapa energi dalam tambahan! Ini adalah kesempatan yang benar-benar bagus!" pikir Chun Yang sambil tersenyum.
Kemudian Chun Yang memasukkan botol kecil itu ke dalam bajunya.
"Baiklah. Sekarang, ayo kita kembali ke asrama!" kata Chun Yang pada Zao Hu.
"Bagaimana dengan racunnya?"
"Aku sita!"
"Kau tidak akan berbuat yang aneh-aneh dengan racun itu, bukan?"
"Tidak perlu khawatir, aku tidak akan berbuat yang aneh-aneh!"
Zao Hu yang mendengar itu mencoba untuk mempercayainya.
Saat itu mereka berdua kembali ke asrama bersama-sama. Namun apa yang mereka tidak sadari, hari itu mereka berdua telah menjadi seorang teman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
......................
......................