
Pada saat itu, tampak Chun Yang yang berada di barisan paling belakang dan dikucilkan oleh orang-orang.
"Orang pemilik papan nama hitam nomor sembilan itu, dia adalah salah satu calon pemimpin kelompok kecil selain dari Delapan Sekte Utama kan?"
"Ku dengar, dia bahkan tidak belajar seni beladiri diri apapun. Dia pasti akan menjadi orang yang pertama kali di keluarkan."
"Benar-benar sampah. Kita jangan sampai mengikutinya!"
Di sisi lain, di barisan paling belakang. Chun Yang yang mendengar itu hanya diam dan mengabaikan perkataan mereka.
Sementara itu dari atas panggung, tampak Penjaga Kanan yang sedang mencari keberadaan Chun Yang.
"Kemana nomor sembilan?"
"Hmm? Apakah dia ada di sana? Menggelikan sekali melihat dirinya terkucilkan di barisan belakang. Dia menarik perhatian dengan cara yang unik!" kata Penjaga Kanan sembari tersenyum remeh.
Kemudian pada saat itu, tiba-tiba suara terompet berdengung dengan keras dan panjang.
Anak-anak yang mendengar suara terompet tersebut seketika menjadi antusias.
"Itu suara terompet tanduk!"
"Orang itu akan segera muncul!"
"Semuanya diam! Jangan berisik!"
Mendengar suara terompet tersebut orang-orang di lapangan yang tadinya berisik seketika menjadi tenang dan diam.
"Sambutlah kedatangan Sang Pemimpin Kultus!"
Kemudian di atas panggung, Sang Pemimpin Kultus muncul bersama dengan ketiga orang lainnya.
Ketiga orang itu tampak berjalan dan mengikuti Pemimpin Kultus dari belakang.
Ketiga orang itu adalah :
Penjaga Utama, Raja Naga Bayangan, Zao Yonghak.
Tabib Terhebat Kultus Iblis, Dokter Hidup dan Mati, Song Yi.
Dan yang terakhir yaitu, Penjaga Kiri, Raja Naga Gunung, Ma Jyunji.
Pada saat itu, Penjaga Kiri yang datang terlambat kemudian ditegur oleh Penjaga Kanan.
"Hei... Kenapa kamu terlambat? Seharusnya kamu datang bersamaku sebelum Pemimpin Kultus!" kata Penjaga Kanan memberi teguran.
"Itu karena aku tidak mau datang bersamamu. Dasar kepala merah cerewet!" kata Penjaga Kiri.
"Apa kamu bilang? Coba ulangi sekali lagi, biar aku robek mulutmu dengan pedangku!" kata Penjaga Kanan.
"Heh. Kamu bicara seakan-akan kamu bisa melakukannya saja!" kata Penjaga Kiri.
__ADS_1
Di tengah pertengkaran Penjaga Kiri dan Penjaga Kanan. Penjaga Utama yang berada di depan, kemudian dengan tatapan tajam menoleh ke belakang dan memarahi mereka.
'Kalian berdua, Diam!" kata Penjaga Utama membuat Penjaga Kiri dan Penjaga Kanan langsung terdiam dan ciut.
Pada saat itu di atas panggung. Pria dengan pakaian hitam bercorak naga emas, kemudian duduk di singgasana yang berlapiskan emas.
Dia adalah salah satu dari sepuluh warrior terhebat di dunia seni beladiri, Pemimpin Kultus Iblis, Chun Yi.
Ketika Sang Pemimpin Kultus Iblis duduk di singgasananya, seketika aura yang dipancarkan olehnya langsung menekan seluruh lapangan.
"Ugh.... Auranya sungguh kuat sekali!"
"Aku tidak bisa mengangkat kepalaku!"
"Nafasku terasa sangat berat!"
"Pemimpin memang luar biasa!"
Sementara itu di barisan paling belakang, tampak Chun Yang yang melihat Pemimpin Kultus dari kejauhan.
"Orang itu adalah Ayahku! Dia terlihat jauh lebih tua dari terakhir kali aku melihatnya!" pikir Chun di benaknya.
Kemudian pada saat itu, dari atas panggung, Penjaga Utama tiba-tiba berteriak ke seluruh lapangan.
"Semuanya Diam!" teriak Penjaga Utama hingga menimbulkan sebuah gelombang energi pada suaranya.
Setelah teriakan dari Penjaga Utama, seluruh orang yang ada di lapangan seketika langsung tenang dan diam.
"Pemimpin Kultus, semuanya sudah siap!" kata Penjaga Utama sembari membungkuk dan memberi hormat.
"Selamat datang di Akademi Dunia Iblis!" kata Sang Pemimpin Kultus sembari memancarkan energi dalamnya ke seluruh lapangan.
Karena pancaran energi dalam yang dikeluarkan oleh Sang Pemimpin Kultus, Orang-orang yang berdiri di lapangan seketika gemetar dan tertekan.
Bahkan Chun Yang yang berada jauh di barisan belakang, juga merasakan energi dalam yang dikeluarkan oleh Pemimpin Kultus.
"Energi dalamnya sungguh luar biasa. Dia berbicara biasa di atas sana, tapi suaranya terdengar sampai ke sini!" kata Chun Yang di benaknya.
Kemudian Pemimpin Kultus melanjutkan kalimat pidatonya.
"Orang-orang hebat yang akan bertanggung jawab atas masa depan kultus kita. Tingkatan kemampuan ilmu beladiri kalian di sini, dan jadilah kekuatan serta penopang kultus kita!" kata Sang Pemimpin Kultus mengakhiri pidato pendeknya.
Setelah Sang Pemimpin Kultus menyelesaikan pidatonya, seketika orang-orang yang berdiri di lapangan langsung berteriak dan bersorak.
"WOOAAAAHH!!!"
"Hidup Kultus Iblis! Berjaya Selamanya!!"
"Hidup Kultus Iblis! Berjaya Selamanya!!"
"Hidup Kultus Iblis! Berjaya Selamanya!!"
__ADS_1
Ketika orang-orang di lapangan bersorak dan berteriak, di sisi lain, Pemimpin Kultus kemudian berjalan meninggalkan panggung.
Penjaga utama dan para tetua lainnya kemudian membungkuk dan mengucapkan terima kasih pada Sang Pemimpin Kultus yang berjalan pergi.
Sebelum benar-benar meninggalkan panggung, Pemimpin Kultus kemudian melirik jauh ke barisan belakang tempat Chun Yang berada.
Untuk sekian detik kedua orang itu saling bertatapan mata.
Namun pada akhirnya Pemimpin Kultus kemudian berpaling dan berjalan meninggalkan panggung.
"Ini pertama kalinya kami bertatapan mata, dan sorotan matanya benar-benar dingin!"
"Tak apa. Lagi pula, dia adalah orang yang tidak pernah memperdulikan istri dan anaknya!" batin Chun Yang menyimpan amarah di matanya.
Ketika itu Penjaga Utama dan Dokter Song segera berjalan mengikuti Sang Pemimpin Kultus.
Setelah Pemimpin Kultus, Penjaga Utama dan Dokter Song pergi meninggalkan panggung, kini giliran Penjaga Kanan yang maju ke depan untuk bicara.
"Karena kata sambutan dari Pemimpin sudah selesai, mari kita mulai!" kata Penjaga Kanan.
Namun ketika Penjaga Kanan berbicara, orang-orang yang ada di lapangan cukup berisik dan tidak mendengarkannya.
Melihat pemandangan itu, Penjaga Kanan seketika dibuat merasa kesal.
"Tidak bisakah kalian semua bersikap tenang!? Semuanya diam dan berdirilah dengan benar!" teriak Penjaga Kanan ke seluruh lapangan.
Mendengar teriakkan Sang Penjaga Kanan, lapangan yang tadinya berisik kemudian diam dan menjadi tenang.
"Aku akan menjelaskan dengan singkat. Jadi kalian dengarkan baik-baik!" kata Penjaga Kanan dengan suara keras.
Kemudian orang-orang yang ada di lapangan menjadi lebih diam untuk mendengarkan penjelasan yang akan diberikan oleh Penjaga Kanan.
"Akademi Iblis akan di laksanakan selama lima tahun dan dibagi menjadi enam tahapan. Setiap tahapan ada sebuah ujian yang harus kalian lalui. Kesempatan untuk mencoba ujian hanya akan di berikan sebanyak satu kali!" kata Penjaga Kanan menjelaskan.
Orang-orang yang mendengar penjelasan tersebut seketika terkejut dan gelisah.
"Apa? Kesempatan mencoba ujiannya hanya sekali?"
"Itu berarti kalau kita gagal satu kali saja, kita akan tereliminasi?"
Melihat anak-anak yang ada di lapangan merasa gelisah, Penjaga Kanan kemudian tersenyum.
"Apakah kalian sudah mengerti? Kalian yang tidak lolos dalam ujian akan dikeluarkan dari Akademi!" kata Penjaga Kanan memperjelas perkataannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...