Iblis Tanpa Ampun

Iblis Tanpa Ampun
Ch 14 : Ujian 1, Gong Raksasa


__ADS_3

Kemudian Penjaga Kiri mengakhiri penjelasannya.


"Baiklah, sampai sini saja penjelasan singkat dariku. Sekarang mari kita lakukan ujian pertamanya untuk menentukan asrama dan kelompok!" kata Penjaga Kanan yang seketika mengejutkan semua orang.


Setelah pengumuman ujian tahap satu yang secara tiba-tiba di lakukan, murid-murid yang ada di lapangan semuanya tampak ricuh.


"A-Apakah... Aku tidak salah dengar?"


"Tiba-tiba melakukan ujian tahap satu!"


"Bukankah seharusnya kita melakukan persiapan terlebih dahulu?"


"Bagaimana kalau kita gagal?"


Melihat murid-murid di lapangan menjadi berisik. Penjaga Kanan kemudian berteriak dengan keras.


"Semuanya Diam!"


"Seperti yang sudah aku katakan. Jika kalian tidak lulus ujian tahap satu, maka kalian akan langsung tereliminasi. Orang seperti itu tidak layak untuk menjadi seorang pendekar di Kultus Iblis!"


"Ujian tahap satu ini bertujuan untuk menguji tekad dan pengetahuan dasar tentang tenaga dalam!".


"Jika kalian ingin menjadi seorang pendekar di dunia bela diri yang kejam, kalian harus memiliki tekad dan pengetahuan dasar tentang tenaga dalam!"


"Bagi kalian yang gagal di ujian tahap satu ini, kalian akan di tempatkan di bagian peternakan, pertanian dan pelayanan!"


"Jadi berjuanglah mati-matian dan jangan sampai gagal!" kata Penjaga Kanan dengan suara keras kepada mereka.


Para murid yang mendengar perkataan Penjaga Kanan seketika terdiam dan merasa sangat gelisah. Begitupun, dengan Chun Yang yang berdiri di barisan paling belakang.


"Apa-apaan ini?Jadi inilah alasannya. Alasan kenapa mereka selalu mengawasi diriku dan tidak pernah membiarkan aku belajar ilmu tenaga dalam!"


"Ternyata karena mereka ingin membuatku gagal di tahap awal. Kalau aku gagal di ujian tahap pertama, maka secara otomatis aku akan menjadi orang yang tidak punya jabatan apapun di sini."


"Kalau hal itu sampai terjadi, maka mereka pasti akan langsung membunuhku. Benar-benar licik!" batin Chun Yang merasa sangat marah namun dengan wajah yang tetap tenang.


Sementara itu di sisi lain, di barisan paling depan, tampak Chun Shengyi dari Sekte Racun yang tertawa dan tersenyum dengan picik.


"Kekeke.... Entah siapa yang sudah mengatur ini, tapi hebat juga. Dengan begini aku tidak perlu mengotori tangan ku untuk menyingkirkannya!" pikir Chun Shengyi di benaknya.


Pada saat itu, beberapa orang pria kemudian memindahkan sebuah Gong Raksasa ke tengah panggung.



Melihat Gong Raksasa tersebut para murid kembali berisik dan mulai menebak-nebak ujiannya.


"Aku pernah membacanya. Bukankah itu Gong Perang milik Kultus Iblis?"


"Apa yang akan mereka lakukan dengan benda besar itu?"


"Astaga... Benda besar itu pastilah sangat berat!"


Setelah Gong Raksasa itu di pindahkan ke tengah panggung, kemudian Penjaga Kanan menjelaskan apa isi ujiannya.


"Benar. Ini adalah Gong Raksasa yang biasanya kita gunakan untuk menakut-nakuti dan menghancurkan mental pasukan musuh saat perang!"

__ADS_1


"Tapi ini adalah versi kecilnya. Gong Raksasa yang asli ukurannya tiga kali lebih besar dari ini."


"Ini adalah ujian yang mudah. Orang yang berada di sebelahku ini adalah Pembimbing Senior di Akademi Iblis, Tuan Lu Hong!"


"Dia akan memukul Gong Raksasa ini sebanyak enam kali. Kalau kalian berhasil bertahan dengan tidak pingsan setelah enam kali pukulan, maka kalian akan di anggap lulus!"


"Tapi, kalau kalian gagal di sini dan tereliminasi, maka kalian tidak akan pernah bisa menjadi seorang pendekar selamanya!"


"Oh, ya! Aku hampir lupa memberitahu kalian. Beliau adalah seorang Pendekar Tingkat Raja. Saat Beliau memukul Gong Raksasa ini, bocah-bocah seperti kalian tidak akan mampu menahan gelombang suara dan energinya."


"Tapi tak perlu khawatir, beliau akan menyesuaikan kekuatannya. Apa bila kalian beruntung, kalian akan bisa bertahan dengan tekad dan tenaga dalam yang kalian miliki." kata Penjaga Kanan kepada seluruh peserta di lapangan.


Sementara itu di barisan paling belakang, tampak Chun Yang yang merasa cukup gelisah.


"Tanpa adanya tenaga dalam, aku harus mengandalkan tekadku untuk bertahan sampai akhir!" pikir Chun Yang di benaknya.


Kemudian di atas panggung, Pembimbing Senior Lu mengambil pemukulnya. Sedangkan para peserta yang berada di lapangan segera bersiap-siap.


"Baiklah. Siapapun yang bertahan sampai pukulan ke enam, akan lolos ujian tahap satu. Ujian Di mulai!" teriak Penjaga Kanan ke seluruh lapangan.


Kemudian Pembimbing Senior Lu langsung memukul Gong Raksasa tersebut.


"GOOONG!!!"


Pukulan itu menciptakan suatu gelombang suara dengan disertai tenaga dalam yang menyebar ke seluruh lapangan.


Para peserta di lapangan mulai berteriak


 kesakitan.


"Uugh!"


"Ke-kepalaku... Sangat pusing!"


"Aarg!"


"Pe-perutku... Hooeeekk!!"


"Aahk!"


"Da-dadaku... sesak sekali!"


Suara Gong Raksasa itu menyebabkan telinga terasa sakit, kepala terasa pusing, dada terasa sesak, dan perut terasa mual.


Pada pukulan pertama, lebih dari sepuluh ribu peserta sudah tumbang dan pingsan.


"Seperti yang sudah aku perkirakan. Hanya pada pukulan pertama. Para peserta yang berasal dari sekte dan kalangan tingkat rendah kebanyakan sudah tumbang dan pingsan!"


Pada saat itu, sebelum gelombang suara dari pukulan pertama berhenti. Pembimbing Senior Lu Hong kemudian, langsung memukul Gong Raksasa tersebut untuk yang kedua kalinya.


"GOOONG!!!"


Pada pukulan kedua, akibat gelombang suara yang berkesinambungan, hal itu membuat gelombang suara yang dihasilkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Kali ini tiga ribu lebih peserta tumbang menyusul sepuluh ribu peserta yang sebelumnya.

__ADS_1


Tanpa menunggu sampai suara Gong Raksasa berakhir, Pembimbing Senior Lu Hong kemudian memukul Gong Raksasa tersebut sekali lagi.


"GOOONG!!!"


Pada Pukulan ke tiga, para peserta di lapangan semakin banyak yang tumbang. Termasuk beberapa di antaranya adalah para peserta dari Sekte Tingkat Menengah.


Kini mereka yang masih bertahan, hanya tinggal orang-orang yang memiliki tenaga dalam sebanyak lima tahun atau di atasnya.


Para peserta yang masih belum tumbang, tampak duduk bersila dan menggunakan tenaga dalam mereka untuk bertahan.


Sekarang jumlah peserta yang masih bertahan hanya kurang dari enam ribu orang


Kemudian Pembimbing Senior Lu lanjut melakukan pukulan ke empat.


"GOOONG!!!"


Pada pukulan kali ini, seribu peserta di lapangan langsung tumbang sembari memuntahkan darah dari mulutnya.


Sedangkan untuk para peserta yang masih bertahan, tampak benar-benar kesulitan.


Sebagian dari mereka ada yang bertahan sambil muntah, sebagian dengan telinga berdarah, sebagain ada yang merasa sesak, dan sebagian ada yang hampir gila karena kepala pusing.


Namun di antara banyaknya peserta yang benar-benar kesulitan untuk bertahan, tampak sebagian peserta yang hanya merasa sedikit kesulitan.


Para peserta itu adalah kedelapan keturunan dari delapan sekte utama, serta para keturunan dari sekte-sekte tingkat atas.


"Haha.... Telingaku terasa gatal" kata Chun Shengyi dari Sekte Racun.


Namun ketika Chun Shengyi melihat ke atas panggung, dia tersentak, ketika melihat Penjaga Kiri yang memasang ekspresi terkejut.


"Apa yang membuat Penjaga Kiri memasang ekspresi seperti itu? Pandangan matanya sepertinya melihat ke belakang. Jangan-jangan....."


Chun Shengyi yang seketika itu merasa gelisah, langsung menoleh dan melihat ke belakang.


Saat Chun Shengyi menoleh ke belakang, dia seketika memasang ekspresi yang sama dengan Penjaga Kiri.


Di sisi lain, ketujuh keturunan yang lain merasa heran, ketika melihat Chung Shengyi yang tiba-tiba menoleh ke belakang dengan memasang ekspresi terkejut.


"Ada apa?"


"Apa yang terjadi?"


"Kenapa dia menoleh ke belakang?"


"Kalau salah mengendalikan energi saat menoleh, bisa gawat!"


"Sebenarnya apa yang dilihat oleh Chun Shengyi di belakang, sampai memasang ekspresi seperti itu?"


Karena merasa penasaran, ketujuh keturunan tersebut kemudian menoleh bersama-sama ke belakang.


Ketika mereka menoleh ke belakang, di sana mereka melihat Chun Yang yang masih bertahan dengan sikap tenang dan santai.


Bahkan untuk Chun Shengyi yang memiliki tenaga senilai tiga puluh tahun melalui obat-obatan, dapat merasa tersengat di telinganya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2