Iblis Tanpa Ampun

Iblis Tanpa Ampun
Ch 8 : Penantian


__ADS_3

Setelah berhasil membuang racun dari dalam tubuhnya, Chun Yang kemudian kembali menatap bunga-bunga yang ada di halaman.


"Sudah sembilan tahun sejak kematian Ibuku. Sejak saat itu aku kembali sendirian. Dan rumah ini sudah tidak memiliki kehangatan seperti dulu."


"Pelayan, Penjaga dan semua orang yang ada disini adalah orang-orang yang dikirim untuk mengawasi diriku. Mereka dikirim oleh orang yang sama dengan orang yang menjadi dalang pembunuhan ibuku."


"Bahkan hari ini, mereka tidak membuang kesempatan untuk memberikan racun pada diriku. Racun yang mereka berikan bukanlah racun yang mematikan. Itu adalah salah satu jenis racun jangka panjang yang apabila sering dikonsumsi akan dapat merusak tubuh secara perlahan-lahan."


"Racun jenis ini tidak memiliki bau, rasa, juga warna sehingga sangat sulit untuk di deteksi oleh teknologi di dunia ini. Maka dari itu mereka selalu mencampur racun dengan obat untuk di berikan kepadaku!"


"Untungnya aku memiliki Zero yang dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuhku. Sehingga setiap kali mereka memberikan racun padaku, aku dapat langsung mengeluarkannya dengan bantuan Zero."


"Tapi karena aku selalu membuang racun yang mereka berikan, agar tidak ketahuan aku memilih untuk jarang makan, sehingga kondisiku yang mirip dengan efek dari racun tersebut dapat menipu mata mereka."


"Sedangkan untuk Penjaga Kiri yang berjanji untuk melindungi ku, dia telah lama kembali ke perbatasan atas perintah Pemimpin Kultus. Itu sekitar dua bulan setelah ibuku dimakamkan."


"Mengingat Pemimpin Kultus brengsek itu, bahkan setelah ibu meninggal dia masih tidak kembali untuk mengunjungi makamnya." kata Chun Yang merasa marah sembari mengeratkan kepalan tangannya.


"Hanya tinggal beberapa tahun lagi, aku harus bersabar dan bertahan dari semua ini. Setelah saat itu tiba, maka aku akan membalas dendam kepada mereka yang telah menyakiti dan membunuh Ibuku!" pikir Chun Yang menetapkan tekadnya dengan kuat.


*****


Lima tahun berlalu dengan cepat, kini Chun Yang telah menjadi seorang remaja berusia lima belas tahun.


Kondisi Chun Yang masih tetap sama seperti saat itu. Tubuhnya tampak kurus dan tidak terawat dengan baik.


Di halaman tampak Chun Yang yang sedang menyirami tanaman sambil ditemani oleh seekor anak kucing berwarna putih.


Anak kucing itu melompat-lompat dan bermain dengan air.


Sesudah menyirami tanaman, Yang er kemudian berjongkok dan mengusap kepala kucing tersebut.

__ADS_1


"Kucing ini aku temukan beberapa hari yang lalu tak jauh dari sini. Dia ditinggal mati oleh induknya sama seperti diriku. Karena aku pikir kami memiliki nasib yang serupa, aku memutuskan untuk membawanya pulang dan memberinya nama, Chichi." pikir Chun Yang di benaknya.


Setelah cukup mengelus kucing tersebut, Chun Yang kemudian bangkit berdiri dan melihat ke arah suatu tempat secara acak.


"Sudah lima tahun berlalu, tidak lama lagi Akademi Iblis akan segera dibuka. Aku dengar, Pemimpin Kultus dan setengah dari Para Tetua kembali untuk menghadiri pembukaan Akademi Iblis tahun ini."


"Setelah sekian lama bersabar dan bertahan, hari dimana aku akan membalas dendam untuk ibuku, akhirnya akan segera tiba!" kata Chun Yang masih dengan tekad yang kuat.


Malam hari setelah makan malam, di dalam kamar tampak Chun Yang yang sedang duduk bersila di lantai kamarnya.


Pada saat itu, dari ujung jari telunjuknya, Chun Yang mengeluarkan dua tetes racun yang berasal dari makan malam yang baru dia makan.


Dua tetes racun itu kemudian menetes ke lantai dan menimbulkan efek korosif.


"Detoksifikasi Berhasil! Racun berhasil dikeluarkan dari dalam tubuh!" kata Zero memberikan sebuah notifikasi.


"Sepertinya karena besok Tabib Song akan datang untuk memeriksa kondisi tubuh ku, orang-orang itu memberi lebih banyak racun dari pada biasanya ke dalam makananku!" kata Chun Yang di benaknya.


"Zero!" panggil Chun Yang.


"Karena besok Tabib Song akan datang untuk memeriksa kondisi tubuh ku, maka besok aku harus lulus dari pemeriksaannya. Zero, mulai lakukan rekonstruksi pada tubuhku!" kata Chun Yang memberi perintah.


"Perintah di terima! Mulai membangun ulang tubuh. Karena tubuh tuan saat ini dalam kondisi yang buruk, maka akan timbul rasa sakit saat membangun ulang tubuh. Apakah anda ingin melakukan pembiusan?"


"Ya, lakukan!"


"Perintah di terima! Pembiusan di lakukan. Tubuh Tuan akan mulai tertidur. 3....2....1!"


*****


Keesokan paginya, di luar kediaman tampak Penjaga Kiri dan seorang pria tua berambut putih sedang mengobrol sambil berjalan.

__ADS_1


Pria tua itu bernama Song Yi, atau biasa disebut sebagai Tabib Song. Dia adalah merupakan salah satu Tetua di Kultus Iblis.


"Aku dengar, saat aku pergi ke perbatasan, anak itu tidak merawat tubuhnya dengan baik. Besok adalah hari dibukanya gerbang Akademi Iblis, oleh karena itu aku membawa anda, Tabib Song ke sini untuk memeriksa kondisi anak itu. Aku harap kondisi anak itu baik-baik saja!" kata Penjaga kiri pada Tabib Song yang berjalan di sebelahnya.


"Penjaga Kiri, anda sepertinya sangat peduli pada anak ini. Aku tahu anak ini adalah putra ke-sembilan Pemimpin Kultus, tapi perhatianmu padanya, aku pikir cukup besar!" kata Tabib Song.


"Itu karena permintaan terakhir Nyonya kesembilan yang meminta diriku untuk menjaga anaknya. Jadi sebelum anak ini bisa menjaga dirinya sendiri, aku harus menjaganya seperti apa yang diminta oleh Nyonya kesembilan!" kata Penjaga Kiri.


"Begitu ya, Nyonya kesembilan benar-benar menyayangi putranya. Bahkan di saat-saat terakhir sebelum kematiannya, dia masih memikirkan nasib putranya. Benar-benar seorang ibu yang penyayang!" kata Tabib Song sembari tersenyum dan mengelus-elus janggutnya.


Beberapa saat setelah itu, seorang pelayan wanita yang sedang bersama Tabib Song dan Penjaga Kiri kemudian mengetuk pintu kamar Chun Yang.


"Pangeran, Tabib Song dan Penjaga Kiri sudah datang!" kata Pelayan tersebut tanpa membuka pintu kamar.


"Mereka sudah datang? Baiklah, biarkan mereka masuk!" kata Chun Yang.


Kemudian Pelayan wanita itu membuka pintu kamar dan mempersilahkan Tabib Song serta Penjaga Kiri untuk masuk lebih dahulu.


Namun ketika ketiga orang itu masuk ke dalam kamar Chun Yang, mereka bertiga seketika dibuat terkejut oleh penampilan Chun Yang yang tiba-tiba berubah.


Chun Yang yang sebelum tampak kurus dan ringkih, sekarang tampak tegap berisi dan sehat.


"Hmm? Apakah ini adalah Pangeran kesembilan? Penampilannya benar-benar jauh berbeda dengan apa yang diceritakan oleh Penjaga Kiri!" kata Tabib Song di benaknya.


"Eh, apa yang terjadi pada anak ini? Kondisinya benar-benar berbeda dengan apa yang aku dengar. Apakah informasinya salah?" kata Penjaga Kiri di benaknya merasa heran.


"A-apa yang sebenarnya terjadi padanya? Bagaimana bisa penampilannya berubah hanya dalam satu malam?" batin Pelayan wanita tersebut tercengang.


Melihat ketiga orang itu terkejut, Chun Yang kemudian tersenyum dengan sangat tipis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2