
"Sekarang kembalilah keluar lapangan. Mari kita lanjutkan ke pertandingan berikutnya!"
"Kelompok urutan 13 sampai 16 segera masuk ke lapangan dan bersiaplah untuk bertanding!" kata Penjaga Kanan.
Setelah itu, delapan kelompok yang sudah selesai bertanding kemudian meninggalkan lapangan, dan delapan kelompok selanjutnya memasuki lapangan.
Delapan Kelompok yang akan bertanding pada putaran kali ini adalah Kelompok 39 melawan Kelompok 47, Kelompok 22 melawan Kelompok 103, Kelompok 7 melawan Kelompok 38, dan Kelompok 87 melawan Kelompok 111.
Di antara delapan kelompok yang akan bertanding, ada salah satu kelompok yang di ketuai oleh salah satu Pewaris dari delapan Sekte Utama. Kelompok tersebut adalah Kelompok 7 yang di ketuai oleh Chun Zagang dari Sekte Tombak.
"Apakah sekarang adalah giliran kita?"
Akhirnya tibalah saat yang di tunggu-tunggu oleh Chun Zagang.
"Ini akan jadi menyenangkan!" pikir Chun Zagang di benaknya.
Pada saat itu, ketika berjalan memasuki lapangan, Chun Zagang kemudian menoleh dan mengedipkan matanya kepada Lu Yunxiang yang berada di barisan para pembimbing.
Sembari berkedip, Chun Zagang berkata dalam hatinya.
"Kamu akan jadi milikku!"
"Bocah itu!" ucap Lu Yunxiang dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
Lu Yunxiang yang melihat Chun Zagang mengedipkan mata kepadanya, seketika kesal, malu dan jengkel. Apa lagi, saat itu ada para pembimbing lain yang melihat mereka.
Kemudian delapan kelompok tersebut memasuki lapangan dan bersiap untuk bertanding.
Kelompok 7 dan Kelompok 38 benar-benar menarik banyak perhatian. Di sana Chun Zagang memegang dan mencoba mengayunkan pedangnya beberapa kali. Karena seringnya memegang tombak, Chun Zagang, nampak tidak terlalu terbiasa dengan pedang di tangannya.
"Ini terlalu ringan!" pikir Chun Zagang di benaknya.
Pada saat itu, Chun Zagang kemudian berkata pada para pengawas.
"Bisakah aku menukar senjataku?" pinta Chun Zagang dengan sedikit berteriak.
Mendengar permintaan tersebut, semua perhatian tertuju pada Penjaga Kanan yang berada di atas altar.
Ketika orang-orang menunggu jawaban darinya, Penjaga Kanan kemudian berkata.
"Tidak diijinkan! Ini adalah ujian kerja sama kelompok, bukan individu!" kata Penjaga Kanan menegaskan.
Mendengar jawaban tersebut, Chun Zagang lalu membuang nafas dengan tampang kecewa.
"Hahh... Menyebalkan!" ucap Chun Zagang bergumam.
Setelah itu Chun Zagang kemudian menoleh dan menghadap ke arah kelompok lawan.
"Baiklah. Sekarang mari kita selesaikan pertandingan ini dengan cepat!" kata Chun Zagang.
__ADS_1
Saat setiap kelompok telah siap bertanding, tanpa membuang waktu Penjaga Kanan segera memulai pertandingannya.
"Pertandingan.... Mulai!" seru Penjaga Kanan.
Kemudian pertandingan pun dimulai. Setiap kelompok mulai membentuk formasi dan saling berhadapan.
Chun Zagang yang memimpin Kelompok 7 kemudian memberikan arahan kepada kelompoknya.
"Bentuk Formasi Nomor Dua! Ikuti Aku!" kata Chun Zagang.
Kemudian Kelompok 7 membentuk Formasi Anak Panah dan mengikuti Chun Zagang dari belakang.
Sementara itu di sisi lain, Ketua Kelompok 38 juga segera memberi arahan pada kelompoknya.
"Formasi Nomor 4!"
Lalu Kelompok 38 membentuk Formasi Perisai untuk bertahan.
Kemudian, ketika kedua pemimpin kelompok saling bertemu, Chun Zagang langsung mendorong Ketua Kelompok 38 dengan perisainya.
Di saat Ketua Kelompok 38 terdorong ke belakang, anggota kelompok yang ada di belakangnya terkejut dan juga ikut terdorong.
"A-apa!?"
"Kita terdorong..."
"Bertahan!"
"Semuanya... DORONG!"
Setelah teriakan itu, Kelompok 7 segera menaruh perisainya ke depan dan maju menyerang kelompok lawan dengan agresif.
Kedua Kelompok kemudian saling berhadapan, bertahan dan menyerang. Akan tetapi, keuntungan sudah berada di tangan kelompok Tujuh. Hingga tak butuh waktu lama, Chun Zagang dan Kelompoknya berhasil mendominasi dan menumbangkan seluruh anggota kelompok 38.
Ketika Kelompok 7 berhasil memenangkan pertandingan, pada waktu yang sama, tiga kelompok lain juga telah berhasil memenangkan pertandingan.
Melihat pemenang pertandingan sudah di tentukan, tanpa membuang waktu, Penjaga Kanan segera mengumumkan pemenangnya.
"Pemenang pertandingan pada putaran kali ini, adalah Kelompok 39, Kelompok 22, Kelompok 7, dan Kelompok 111. Selamat atas kemenangan kalian!" ucap Penjaga Kanan.
Para pemenang yang mendengar pengumuman itu, nampak bergembira dan merayakan kemenangan mereka. Sama halnya dengan Chun Zagang, dia melihat ke arah Lu Yunxiang dan kemudian tersenyum sombong.
Lu Yunxiang yang melihatnya dari atas, seketika merasa kesal.
"Bocah itu... Dia benar-benar memenangkan pertandingannya!"
"Tapi, jangan sombong dulu bocah. Hanya karena kamu memenangkan pertandingan, bukan berarti kamu memenangkan taruhannya!" kata Lu Yunxiang di benaknya dan kemudian tersenyum dengan picik.
Disisi lain, tampak Chun Yang, Zao Hu dan anggota kelompok sembilan lainnya yang berada di barisan penonton di luar lapangan.
__ADS_1
"Bagaimana menurut anda?" tanya Zao Hu pada Chun Yang yang berada di sampingnya.
"Mereka hebat! Terutama Ketuanya! Dia setara dengan tiga Pewaris pada pertandingan sebelumnya!" jawab Chun Yang.
Pada saat itu, Penjaga Kanan yang berada di atas altar, kemudian melanjutkan kalimatnya.
"Sekarang kembalilah ke keluar lapangan. Mari kita lanjutkan ke pertandingan berikutnya!" kata Penjaga Kanan.
Sementara itu di kantin akademi, terlihat Chun Shengyi, Chun Yima, dan Chun Hayul yang sedang berkumpul bersama.
"Hari ini adalah hari ujian tahap satu gelombang kedua. Menurut kalian, apakah keturunan rendahan itu akan bisa lolos?" tanya Chun Shengyi.
"Tentu saja tidak. Mana mungkin orang lemah itu bisa lolos ujian tahap kedua?" ujar Chun Hayul menjawab.
"Benar. Dia tidak mungkin bisa lolos!" kata Chun Yima melanjutkan.
"Jika rencana kita berhasil, kalaupun dia berhasil lolos ujian, dia tetap akan kehilangan salah satu anggota tubuhnya!" kata Chun Shengyi.
Pada saat itu, Chun Hayul kemudian terpikirkan sebuah ide di kepalanya.
"Baiklah. Bagaimana kalau kita bertaruh? Aku akan bertaruh dengan Pil milikku, dia akan kehilangan satu tangannya!" kata Chun Hayul.
"Taruhan ya? Kalau begitu, aku akan bertaruh Pil milikku untuk kedua tangannya!" kata Chun Shengyi.
"Karena kalian sudah bertaruh, tidak nyaman rasanya kalau aku tidak ikutan. Aku akan bertaruh Pil milikku untuk salah satu kakinya!" kata Chun Yima.
Disaat mereka bertiga melakukan taruhan, seseorang yang duduk di meja sebelah tiba-tiba berkata.
"Kalian yakin?"
Orang tersebut nampak duduk membelakangi mereka bertiga. Ketika orang tersebut menoleh, ternyata dia adalah Chun Li dari Sekte Sihir.
"Entah apa yang kalian rencanakan. Tapi akan aku pertaruhkan Pil milikku, anak itu akan lolos ujian dan kembali dengan utuh!" kata Chun Li ikut bertaruh.
Seketika suasana di antara mereka menjadi hening dan tenang, hingga Chun Li kembali bicara.
"Sekarang, daripada kalian sibuk mengurusi pertandingan si nomor sembilan, lebih baik kalian bersiap untuk ujian tahap ke-tiga. Entah kalian bisa bertahan atau tidak di ujian berikutnya!" ujar Chun Li pada ketiga orang itu.
Sementara itu di lapangan, pertandingan terakhir akhirnya tiba.
"Pertandingan urutan 25 sampai 28, segera masuk ke lapangan untuk bertanding!" kata Penjaga Kanan dari atas altar.
"Sekarang giliran kita, Ayo!" kata Chun Yang pada anggota kelompoknya.
Kelompok 9 kemudian melangkah masuk ke lapangan dengan penuh percaya diri dan berani.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
......................
......................