Iblis Tanpa Ampun

Iblis Tanpa Ampun
Ch 15 : Ujian Tahap 1 Berakhir


__ADS_3

"Apa yang terjadi? Lebih dari setengah dari orang di depanku ku telah tumbang karena gelombang suara. Tapi, kenapa aku baik-baik saja?" pikir Chun Yang merasa terkejut dan bingung.


Namun kemudian Zero menjawab pertanyaan-pertanyaan.


"Tuan. Pada gelombang suara Gong Raksasa, ada frekuensi rendah dan tinggi yang berbahaya. Suara itu dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh anda. Jadi saya memblokir suara tersebut dengan sistem penghalang darurat." kata Zero memberi penjelasan pada Chun Yang.


Sebelumnya Chun Yang benar-benar khawatir saat akan melakukan ujian, tapi siapa sangka, dengan adanya Zero bersamanya, dia bisa melewati ujian dengan mudah.


"Jadi, kamu membuatku tidak bisa mendengar suara dari Gong Raksasa itu?" tanya Chun Yang.


"Benar Tuan. Saya menghentikan sementara anggota tubuh yang dapat merangsang suara, dan memblokir tekanan yang berasal dari luar." jawab Zero.


Tidak seperti Chun Yang yang kini masih berdiri tegak. Seluruh peserta semuanya berada di tanah, bahkan sebagian muntah darah.


Sementara itu di barisan terdepan. Delapan keturunan dari delapan sekte utama, tampak memasang ekspresi terkejut dan marah.


"Bagaimana bisa?"


"Apa yang terjadi?"


"Bagaimana bisa bajingan itu masih bertahan, bahkan berdiri dengan santai?"


"Tidak Mungkin. Itu mustahil..."


"Bukankah bocah itu tidak punya tenaga dalam?"


"Kenapa si brengsek itu masih baik-baik saja?"


"Dia terlihat tidak kesulitan sama sekali!"


"Darah rendahan itu.... Ternyata punya tenaga dalam!"


Sementara itu di atas panggung, Penjaga Kanan juga merasa heran melihat ekspresi Penjaga Kiri.


"Si Orang Gunung.... Apa yang membuatnya sampai seperti itu? Apakah...karena anak itu?" pikir Penjaga Kanan melihat ke arah Chun Yang.


"Dia bertahan tanpa bergerak sedikit pun. Aku dengar, anak itu tidak punya tenaga dalam. Tapi sepertinya, rumor itu tidak benar."


"Ini adalah ujian yang paling menarik sejak aku menjadi Pemimpin Akademi!"


"Aku ingin lihat, apakah anak haram itu bisa bertahan sampai akhir?" pikir Penjaga Kanan di benaknya.


Sementara itu di sisi lain, Penjaga Kiri tampak masih terkejut dan keheranan dengan apa yang terjadi.


"Anak ini.... Saat aku periksa sebelumnya, Dia sama sekali tidak memiliki tenaga dalam, bahkan secuil di dalam tubuhnya."


"Jadi, bagaimana dia masih bisa bertahan sampai sekarang?" pikir Penjaga Kiri benar-benar merasa terkejut dan heran.


Kemudian pukulan ke lima dilanjutkan.


Pembimbing Senior Lu Hong memukul Gong Raksasa lebih kuat dari sebelumnya.


"GOOONG!!!"


Kali ini gelombang suara dan energi yang dikeluarkan menjadi lebih besar dan kuat dari sebelumnya.


Gelombang suara dan energi yang lebih kuat tersebut menyebar ke seluruh lapangan.


Sebagian peserta yang sebelumnya bertahan, mulai mengalami muntah darah.


Ada juga yang mimisan, telinga berdarah, bahkan berteriak seperti orang gila sambil memegang kepalanya.


"Aaaarrg! Kepalaku ingin pecah!"


"Hei! Telingamu berdarah!"

__ADS_1


"Hidungmu juga bodoh!"


"HOOEEEKK!!"


Sementara sebagian peserta yang lain, yaitu yang berasal dari sekte utama dan sekte tingkat atas, tampak duduk dan mulai kesulitan untuk bertahan.


"Sialan! Sulit sekali untuk bertahan dengan jumlah energi sepuluh tahun!"


"Gelombang suara dan energinya benar-benar menjadi semakin kuat!"


"Bertahan! Aku harus bertahan!"


"Aku dari Sekte Tingkat Atas. Aku tidak boleh menjatuhkan harga diri sekte ku!"


"Hanya tersisa satu pukulan lagi. Aku tidak boleh tumbang!"


Pada saat itu di barisan terdepan, tampak delapan keturunan dari delapan sekte utama yang merasa marah dan kesal, karena melihat Chun Yang masih bertahan di barisan belakang.


"Dia masih bertahan?"


"Kami bahkan cukup kesulitan, tapi kenapa... Kenapa bocah itu masih berdiri dengan santai?"


"Sebenarnya seberapa banyak tenaga dalam yang bajingan itu miliki?"


Sementara itu di barisan paling belakang, tampak Chun Yang yang masih berdiri tanpa bergerak sedikit pun.


"Sebagian besar peserta yang ada di lapangan sudah tumbang. Aku tak mendengar gelombang suaranya, jadi aku tidak terlalu terpengaruh."


"Tapi masalahnya sekarang, jika aku lolos ujian tahap ini terlalu lancar, pasti tidak akan ada yang percaya kalau aku tidak punya tenaga dalam. Mereka pasti akan menaruh kecurigaan padaku."


"Jika itu terjadi, maka aku akan kesulitan untuk bergerak dengan bebas di dalam Akademi!" pikir Chun Yang di benaknya.


"Zero!"


"Ya, Tuan!"


"Bisa Tuan. Tapi tindakan ini dapat beresiko merusak organ dalam tubuh anda, dan saya benar-benar tidak merekomendasikannya!" ujar Zero.


"Tidak masalah. Tolong berikan aku luka dalam dan muntah darah secukupnya saat gelombang suaranya berakhir!" kata Chun Yang memberi perintah.


"Perintah di terima. Mulai menjalankan perusakan organ dalam tubuh!" kata Zero.


Sementara itu di barisan terdepan, delapan keturunan dari delapan sekte utama, tampak bersiap untuk menahan gelombang suara terakhir.


"Aku tidak percaya, darah rendahan itu akan dapat bertahan pada gelombang suara terakhir!" kata Chun Shengyi dari Sekte Racun.


Kemudian pukulan terakhir di lakukan. Pembimbing Senior Lu mengerahkan setengah tenaga dalamnya untuk memukul Gong Raksasa.


"GOOONG!!!"


Pada gelombang suara terakhir yang menyebar ke seluruh lapangan, dua dari delapan keturunan sekte utama seketika terluka.


Chun Hayul dari Sekte Harmoni memuntahkan darah dari mulutnya, dan Chun Shengyi dari Sekte Racun berdarah dari telinganya.


Sedangkan para peserta lain, hampir tidak sanggup bertahan dari gelombang suara dan energi yang dashyat tersebut.


Setelah gelombang suara dan energi yang berasal dari Gong Raksasa berhenti, seluruh peserta yang hampir gagal seketika merasa lega dan lemas.


"Haaaaahh.... Akhirnya ujiannya berakhir!"


"Aku hampir pingsan!"


"Tubuhku sudah tidak punya tenaga lagi untuk di gerakan!"


"Huuff.... Ujiannya benar-benar sulit dan hampir membuatku mati!"

__ADS_1


Melihat suasana yang terjadi di lapangan, Penjaga Kiri kemudian bergumam.


"Jika pukulan ke tujuh dilakukan, maka seluruh peserta dari sekte-sekte tingkat menengah dan bawah, pasti akan langsung tereliminasi!" kata Penjaga Kiri di benaknya.


Sementara itu di barisan terdepan, kedelapan keturunan dari delapan sekte utama semuanya berhasil lolos, walau dua dari delapan dari mereka sempat terluka.


"Aku terluka.... Jika aku saja hampir tidak bisa bertahan dari gelombang suara terakhir, aku tidak percaya, kalau darah rendahan itu akan dapat bertahan dari situasi itu!" pikir Chun Shengyi sembari menoleh ke belakang.


Namun ketika dia menoleh, dia terkejut ketika melihat Chun Yang masih berdiri dengan stabil.


"Tidak mungkin! Dia...."


Ketika Chun Shengyi mengira bahwa Chun Yang baik-baik saja, tapi tiba-tiba wajah Chun Yang dengan cepat berubah merah dan menjadi pucat.


Chun Yang kemudian memuntahkan darah dari mulutnya dan jatuh dengan tangan menyentuh tanah.


"Eh... Apa yang terjadi!?" batin Chun Shengyi merasa terkejut dan heran.


Namun yang terkejut melihat hal tersebut tidak hanya Chun Shengyi, tapi semua orang yang menonton.


"Ada apa?"


"Apa yang terjadi?"


"Kenapa dengan dia?"


"Dia muntah darah banyak sekali!"


"Apakah dia akan mati?"


Pada saat itu di lapangan, Chun Yang benar-benar mengalami muntah darah yang cukup hebat, hingga menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitarnya.


"Zero, apa yang kamu lakukan?"


"Saya hanya melakukan apa yang Tuan perintahkan. Saya merusak 30 persen organ dalam tubuh, serta menyebabkan darah mengalir kembali sebanyak mungkin!" jawab Zero menjelaskan.


"Dasar gila! Itu kebanyakan! Apa kamu ingin membuat aku mati?" ujar Chun Yang merasa marah.


"Tuan tidak perlu khawatir. Saya sudah memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Jadi anda tidak akan mati!" jawab Zero.


Orang-orang akan merasakan sakit bahkan saat muntah sederhana.


Tapi muntah darah sebanyak itu, Chun Yang benar-benar tidak menyangka rasanya akan sesakit tersebut.


"Uugh Hueeeek....."


Chun Yang kemudian memuntahkan lebih banyak darah dari mulutnya, hingga membuat sekitarnya dipenuhi genangan darah.


Itu adalah pemandangan yang bahkan cukup mengerikan untuk dilihat.


Melihat apa yang terjadi pada Chun Yang, Penjaga Kiri dan Penjaga Kanan yang ada di atas panggung tidak bisa hanya berdiri dan menonton.


Dengan kemampuan beladiri mereka, Penjaga Kiri dan Penjaga Kanan kemudian terbang ke lapangan untuk memeriksa kondisi Chun Yang.


"Sial! Apa yang terjadi pada anak itu? Dia tadi bertahan dengan baik, tapi kenapa tiba-tiba muntah darah sebanyak itu?"


"Kalau ada peserta yang mati saat ujian, maka tanggung jawabnya ada pada ku!" pikir Penjaga Kanan ketika terbang menuju Chun Yang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2